Path: Top > Tugas Akhir - D3 > 2017 > Jurusan Teknik Kimia > Program Studi Teknik Kimia > 2018

Produksi Timah Tetraklorida Menggunakan Tin-Shot dan Gas Klor dengan Metode Tertutup

Production of Tin Tetrachloride using Tin-Shot and Chlorine Gas With Closed Method

Tugas Akhir, 023 / 2018 / TKI
Undergraduate Theses from JBPTPPOLBAN / 2019-02-08 10:31:19
Oleh : 151411041 - Febri Pitra Pratama Daya - 151411053 - Rudian ZUlmar Dwi Kuncahyo (radianzulmar@gmail.com)
Dibuat : 2019-02-08, dengan 4 file

Keyword : Production, Tin Tetrachloride, Tin-Shot, Chlorine Gas, Closed Method
Subjek : Produksi, Timah Tetraklorida, Tin-Shot, Gas Klor, Metode Tertutup

Timah tetraklorida (SnCl4) merupakan senyawa organotin tak berwarna yang dihasilkan dari reaksi eksoterm antara timah dan gas klor dengan perubahan entalpi reaksi (∆H) sebesar -1053 kJ/mol. Oleh sebab itu, produksi timah tetraklorida dalam dunia industri memiliki beberapa metode, salah satunya metode tertutup. Timah tetraklorida merupakan salah satu bahan baku untuk pembuatan Heat Stabilizer untuk Polyvynil Chloride (PVC). Pembuatan gas klor kering (dry chlorine gas) menggunakan Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) 90 % dan asam klorida (HCl) 20 %wt dengan media pengering (dryer) asam sulfat (H2SO4) 98 %. Kualitas gas klor kering didapat melalui kelarutan dalam aquades per 100 mL yaitu 1,38 gram untuk ukuran TCCA antara 45-63 µm. Penelitian dilakukan dengan mereaksikan tin-shot 99,99 % dan gas klor kering pada metode tertutup. Kemudian dilakukan distilasi produk selama 30 menit. Kualitas produk timah tetraklorida dilihat berdasarkan kemurniannya, yaitu perbandingan densitas produk dengan literatur. Kuantitas produksi dilihat dari perbandingan banyaknya mol timah tetraklorida dengan mol timah yang bereaksi. Berdasarkan penelitian, pada laju alir gas klor kering yang tinggi, penurunan konversi dari timah menjadi timah tetraklorida sebesar 74% konversi sedangkan pada laju gas klor kering rendah tingkat konversinya mencapai 89,9%. Pada unggun tin-shot rendah, harga konversi dan kemurnian produk lebih rendah dibanding pada unggun ¬tin-shot tinggi. Pada tinggi unggun 3,5 cm, suhu pendingin reaktor tinggi menghasilkan konversi yang rendah dibanding pada suhu pendingin reaktor rendah. Pada tinggi unggun 2,5 cm, suhu pendingin reator tinggi menghasilkan konversi yang tinggi dibanding pada suhu pendingin reaktor rendah. Tingkat kemurnian pada sampel memiliki rentang 93~98%. Kondisi operasi terbaik percobaan adalah pada laju alir gas klor kering 0,16 L/menit, tinggi unggun timah 3,5 cm dan suhu pendingin reaktor 15 OC dengan 89,9% konversi dan kemurnian 97,9%.

Deskripsi Alternatif :

Tin Tetrachloride (SnCl4) is a colorless organotin compound produced from the exothermic reaction between tin and chlorine gas with a reaction enthalpy change (ΔH) of -1053 kJ/mol. Therefore, the production of tin tetrachloride in the industrial world has several methods, one of which is a closed method. Tin tetrachloride is one of the raw materials for manufacturing heat stabilizers for Polyvynil Chloride (PVC). Making of Dry Chlorine Gas is using Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) 90 % and 20 % Hydrochloric Acid (HCl) solution with dryer Sulfuric Acid (H2SO4) 98 %. The quality of dry chlorine gas is obtained through the solubility in aquades which is 1.38 grams per 100 mL aquades for the size of TCCA between 45-63 μm. The study was conducted by reacting 99.99% of tin-shot with dry chlorine gas with closed method. Then distillate the product for 30 minutes. The product quality of tin tetrachloride is based on its purity, which is the comparison of product density with literature. The quantity of production is taken from the comparison of the number of moles of tin tetrachloride with moles of reacted tin. Based on the research, in high dry chlorine gas flow rate, the conversion of tin to tin tetrachloride decreased by 74% conversion while the low rate of dry chlorine gas reached 89.9%. In low tin-shot beds, the conversion rate and purity of product are lower than in high beds of tin-shot. At a 3.5 cm bed height, high temperature of the reactor coolant produces a low conversion rate compared to the low temperature of the reactor coolant. At a 2.5 cm bed height, high temperature of the reactor coolant produces a high conversion rate compared to the low temperature of the reactor coolant. The purity level in the sample has a range of 93 ~ 98%. The best operating conditions of the experiment is in 0.16 L / min rate of dry chlorine gas, 3.5 cm height of tin-shot bed and 15 OC reactor coolant temperature with 89.9% conversion and 97.9% purity.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
Organisasi
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Shoerya Shoelarta, LRSC., M.T., Editor: Muhammad Abdillah Islamy, S.Pd

Download...