Path: Top > Tugas Akhir - D4 > Jurusan Teknik Kimia > Prodi T. Kimia Produksi Bersih > 2013 > REGULER

Gasifikasi Batubara Lignit menjadi Syngas Menggunakan Proses Winkler Kapasitas 416.000 Ton/Tahun

Lignit Coal Gasification to Produce Syngas using The Winkler Process Capacity of 416.000 Ton/Year

Tugas Akhir, 008 / 2013 / KPB
Undergraduate Theses from JBPTPPOLBAN / 2017-02-23 07:33:57
Oleh : Ai Siti Saadah - 091424001 & Tiara Octavianing Pradilis - 091424030 (aisaadah31@gmail.com; tiarapradilis@yahoo.com)
Dibuat : 2017-02-23, dengan 1 file

Keyword : Batubara Lignit, Syngas, Gasifikasi, Proses Winkler, Analisis Ekonomi
Subjek : Lignite Coal, Syngas, Gasification, The Winkler Process, Economic Analysis

Lignit merupakan batubara kalori rendah atau low rank coal yang banyak tersedia di Indonesia tetapi belum banyak dimanfaatkan karena kandungan panas dan nilai jual yang relatif rendah. Salah satu teknologi yang dapat digunakan dalam pemanfaatan batubara lignit yaitu gasifikasi dengan metode The Winkler Process. Pada gasifikasi proses Winkler dihasilkan gas sintesis (syngas) yang merupakan campuran gas karbon monoksida dan hidrogen dengan perbandingan 2 : 1. Syngas yang dihasilkan digunakan sebagai bahan baku intermediate subtitusi gas alam pada proses pembuatan metanol. Untuk mengetahui kelayakan pabrik gasifikasi batubara lignit secara teknis dan ekonomis dilakukan pra-rancangan Pabrik Gasifikasi Batubara Lignit Menjadi Syngas Menggunakan Proses Winkler. Reaktor gasifikasi yang digunakan adalah fluidized bed reactor pada temperatur 1000°C dan tekanan 30 bar dengan konversi karbon 97%. Gas producer hasil gasifikasi dikonversi menjadi syngas menggunakan reaktor High Temperature Shift Converter (HTSC) dan Low Temperature Shift Converter (LTSC), kemudian dilakukan pemurnian untuk menghilangkan kandungan CO2 dan H2S dari syngas dengan metode amine system menggunakan diethanolamine. Pabrik dirancang dengan kapasitas 416.290 ton/tahun untuk memenuhi 50% kebutuhan syngas salah satu pabrik metanol di Kalimantan Timur dengan kebutuhan lignit 83,33 ton/jam dan jumlah karyawan 135 orang. Dari hasil perhitungan analisis ekonomi dibutuhkan modal tetap Fixed Capital Investment (FCI) pendirian pabrik Rp. 4.202.593.334.865, keuntungan setelah pajak Rp. 878.712.205.924, Break Event Point (BEP) 28%, waktu pengembalian modal investasi awal atau Pay Back Period selama 7,9 tahun, nilai suku bunga setelah pajak/ Internal Rate of Return (IRR) 8% dan Net Present Value (NPV) sebesar Rp 8.708.123.635.411. Hasil analisis ekonomi tersebut menunjukkan bahwa pabrik gasifikasi batubara lignit layak di implementasikan di Indonesia, tepatnya di Muara Wahau, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Kata Kunci: Batubara Lignit, Syngas, Gasifikasi, Proses Winkler, Analisis Ekonomi.

Deskripsi Alternatif :

Lignite is low grade coal or low rank coal that is widely available in Indonesia but has not been commonly used because of its heat content and relatively low selling price. One technology that can be used in the utilization of lignite coal is The Winkler Gasification Process. The Winkler Gasification Process resulted in synthesis gas (syngas) which is a mixture of carbon monoxide and hydrogen gas with a ratio of 2:1. The resulting syngas is used as an intermediate raw material substitution of natural gas in the production of methanol. To determine the feasibility of lignite coal gasification, plant was technically and economically designed by conducting prelimenary plant of Lignite Coal being Gasification Syngas using The Winkler Process. Gasification reactor used is fluidized bed reactor at temperature of 1000OC and pressure of 30 bar with 97% of carbon conversion. Producer gas resulting from the gasification was converted to syngas using High Temperature Shift Converter (HTSC) and Low Temperature Shift Converter (LTSC) reactors, then this syngas was purified to remove CO2 and H2S contents with amine system methode using diethanolamine. The plant was designed with a capacity of 416.290 tones per year or 83,333 tones per day to fulfill the 50% of syngas needs by one of the methanol industries in East Kalimantan with the number of employment 135 people. From the economic analysis calculation, it was required Fixed Capital Investment (FCI) of plant establishment Rp. 4,202,593,334,865; with profit after tax Rp. 878,712,205,924; and Break Event Point (BEP) 28; payback period of the initial investment 7.9 years; interest rate after tax / Internal Rate of Return (IRR) 8% and Net Present Value (NPV) Rp 8,708,123,635,411. The results of the economic analysis showed that the lignite coal gasification plant is feasible to be implemented in Indonesia, precisely in Muara Wahau, East Kutai, East Kalimantan. Keywords: Lignite Coal, Syngas, Gasification, The Winkler Process, Economic Analysis.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
Organisasi
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1: Ir. Herawati Budiastuti, M.Eng.Sc., Ph.D.

    Pembimbing 2: Iwan Ridwan, S.T., M.T., Editor: Erlin Arvelina

Download...