Path: Top > Skripsi - D4 > Jurusan Teknik Sipil > Prodi Teknik Perawatan & Perbaikan Gedung > 2013

Perencanaan Perawatan dan Pemeliharaan Gedung Serta Analisa Finansial Gedung Asrama Pria Islamic Center Bekasi

Planning Treatment and Maintenance Building With Financial Analysis Of Islamic Centre Bekasi Dormitory

Tugas Akhir, 017 / 2013 / TPPG
Undergraduate Theses from JBPTPPOLBAN / 2018-09-03 15:05:55
Oleh : Arie Rahman Hakim - 091144005 (gatot775@gmail.com)
Dibuat : 2016-02-05, dengan 4 file

Keyword : Manajemen Pengelolaan Gedung, Pemeliharaan Rutin, Daur Ulang Komponen, LCC, dan BCR
Subjek : Building Management, Preventive Maintenance, Renewal Cycle, LCC, and BCR

Manajemen pengelolaan gedung merupakan suatu kegiatan yang tidak mudah untuk dilakukan . Manajemen pengelolaan gedung tersebut dilakukan oleh seorang Building Manajer. Seorang Building Manajer harus memiliki keahlian manajerial yang meliputi manajerial konseptual, manajerial keahlian, dapat bersosialisasi dengan baik dan juga pengetahuan yang baik. Tujuan dari pengelolaan gedung tersebut adalah untuk memaksimalkan kinerja dan umur layan gedung. Seorang Building Manajer harus dapat memaksimal kinerja dan umur layan setiap komponen yang ada pada gedung. Setiap komponen tersebut mencakup kedalam struktur gedung, arsitektur gedung, mekanikal, elektrikal, tata graha dan tata ruang luar gedung. Selain itu dari segi finansial untuk kegiatan pengelolaan gedung juga harus diperhatikan, agar pengeluaran biaya untuk pengelolaan gedung menjadi efektif atau tidak boros. Selain dari memaksimalkan kinerja dan umur layan gedung, kegiatan pengelolaan gedung juga dilakukan untuk menekan dengan batas standar peraturan pengeluaran biaya untuk perawatan, pemeliharaan maupun perbaikan pada gedung. Perencanaan penjadwalan program perawatan rutin gedung, dan penggantian komponen gedung, merupakan perencanaan awal agar setiap komponen pada gedung dapat digunakan secara maksimal. Program perawatan rutin gedung dan daur ulang komponen gedung merupakan langkah pemeliharaan yang harus dilakukan untuk memaksimalkan kinerja beserta umur layan setiap komponen gedung. Setelah melakukan penjadwalan tersebut dapat diketahui besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya pemeliharaan gedung. Setelah membuat perencanaan penjadwalan, dapat dilakukan analisa finansial untuk mengetahui besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh bangunan. Perhitungan biaya yang harus dikeluarkan gedung dapat dilakukan selama umur bangunan gedung tersebut dengan menggunakan rumus Life Cycle Cost (LCC). Setelah diketahui besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk pemeliharaan gedung selama umur bangunan dengan menggunakan rumus Life Cycle Cost (LCC), dapat dilakukan uji kelayakan fungsi gedung dengan membandingkan pendapatan gedung dengan pengeluaran gedung. Uji kelayakan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan rumus Benefit Cost Ratio (BCR) dengan ketentuan nilai Benefit Cost Ratio (BCR) harus lebih besar dari satu. Apabila nilai Benefit Cost Ratio lebih kecil dari satu, maka pendapatan gedung lebih kecil daripada pengeluaran gedung, sehingga gedung tersebut tidak layak fungsi. Sebaliknya apabila nilai Benefit Cost Ratio (BCR) lebih besar dari satu maka pendapatan gedung lebih besar daripada pengeluaran bangunan, sehingga gedung tersebut layak fungsi. Hasil dari penulisan laporan ini merupakan hasil pengujian layak fungsi bangunan, sehingga diketahui nilai dari Life Cycle Cost (LCC) adalah sebesar 24.725.068.555,92 dan besarnya nilai manfaat bangunan atau nilai Benefit Cost Ratio (BCR) yaitu sebesar Rp. 41.639.694.671,45. Dengan demikian, uji kelayakan fungsi bangunan dianalisa dengan menggunakan rumus BCR dan didapatkan nilai BCR sebesar 1,68 sehingga gedung C4 Islamic Center Bekasi merupakan gedung yang layak difungsikan sebagai gedung asrama pria. Kata kunci: Manajemen Pengelolaan Gedung, Pemeliharaan Rutin, Daur Ulang Komponen, LCC, dan BCR.

Deskripsi Alternatif :

Building Management is an activity that is not easy to do. Building Management was carried out by a Building Manager. A Building Manager must have managerial expertise includes managerial conceptual, managerial expertise, human relationship and also good knowledge. The purpose of the building management is to maximize the performance and life of the building serviceability. A Building Manager must be able to maximize the performance and lifetime serviceability any components on the building. Each of these components included into the structure of the building, architecture of building, mechanical, electrical, housekeeping and exterior of the building layout. In addition to the financial terms of building management activities should also be considered, so that the building management expenses to be effective and not wasteful. Aside from maximizing the performance and service life of the building, building management activities are also carried out to reduce expenses for the care, maintenance and repairs on buildings. Planning program scheduling of preventive maintenance, and renewal cycle of building components, an initial planning so that every component of the building can be used optimally. Preventive maintenance and renewal cycle of building components are maintenance steps that should be taken to maximize the performance along with the age of the building service life of each component. After doing the scheduling can be determined the costs to be incurred for building maintenance costs. After scheduling planning, financial analysis can be performed to determine the amount of costs to be incurred by the building. Calculation of costs to be incurred over the life of the building can be done by using the Life Cycle Cost (LCC) formulas. Having in mind the costs to be incurred for the maintenance of the building over the life of the building by using the formula of Life Cycle Cost (LCC), to test the feasibility of building function by comparing income with expenditure of building. The feasibility test can be done using the formula Benefit Cost Ratio (BCR) with a value provisions Benefit Cost Ratio (BCR) must be greater than one. If the value of Benefit Cost Ratio is less than one, then the income of smaller buildings than building expenses, so that the building is not feasible function. Conversely, when the value of Benefit Cost Ratio (BCR) is greater than one, then the income is greater than expenditure of building, so that the building was worth function. The results of this report are the results of testing feasible function of the building, so as to know the value of Life Cycle Cost (LCC) is the value of 24,725,068,555.92 and value the benefits of building or Benefit Cost Ratio (BCR) is Rp. 41,639,694,671.45. Thus, testing the feasibility of building functions were analyzed by using the formula obtained BCR and BCR value of 1.68 so that the building C4 Bekasi Islamic Center is a viable building functioned as a male dormitory. Keywords: Building Management, Preventive Maintenance, Renewal Cycle, LCC, and BCR.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
Organisasi
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Ir. RR. Elisabeth Marlailana, MT.
    , Editor: Erlin Arvelina

Download...