Path: Top > Proceeding Politeknik Negeri Bandung > Industrial Research Workshop and Seminar Nasional Sains Terapan (IRWNS) 2010: Peran Sains Terapan Dalam Meningkatkan Kapasitas Inovasi Nasional Menuju Kemandirian Bangsa

Studi Eksperimental Efektifitas Penukar Kalor Pipa Ganda Helical pada Sistem Refrigerasi Joule-Thomson

Proceeding from JBPTPPOLBAN / 2013-06-20 15:27:45
Oleh : Cecep Sunardi; Suhanan; Sumeru (cepsunardi@gmail.com)
Dibuat : 2013-06-20, dengan 1 file

Keyword : Joule-Thomson, heat exchanger, efektifitas

Mesin refrigerasi Joule Thomson (J-T) saat ini sedang dikembangkan untuk aplikasi kriogenik menggantikan sistem refrigerasi Linde. Kelebihan mesin refrigerasi J-T dibandingkan dengan mesin refrigerasi Linde adalah pada tekanan kerjanya yang lebih rendah, dimana mesin refrigerasi J-T bekerja pada tekanan sekitar 20 bar dan mesin refrigerasi Linde pada 200 bar. Untuk mencapai temperatur kriogenik yang diinginkan, pada sistem refrigerasi J-T biasanya digunakan lebih dari 3 campuran refrigeran, sedangkan pada penelitian ini hanya digunakan 1 jenis refrigeran yaitu R 22. Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sumeru ternyata mesin refrigerasi J-T dengan refrigeran tunggal dapat mencapai temperatur -60°C sampai dengan -70°C. Salah satu parameter untuk mengetahui kinerja mesin refrigerasi J-T adalah efektifitas penukar kalor (ε) yang digunakan. Untuk mengetahui pengaruh jarak koil (pitch) terhadap efektifitas penukar kalor, kami melakukan penelitian menggunakan penukar kalor pipa ganda helical (helical double pipe heat exchanger) dengan 3 variasi ukuran pitch, yaitu p1 = 0.00 m, p2 = 0.005 m dan p3 = 0.008 m. Dari data hasil pengamatan dapat diketahui efektifitas penukar kalor (ε) untuk p1 = 0.00 m, p2 = 0.005 m dan p3 = 0.008 m berturut-turut adalah : 0.75, 0.83 dan 0.79. Efektifitas tertinggi terjadi pada p = 0.005 m yaitu 0.83. Selain itu juga dapat diketahui bahwa dengan pitch yang terkecil pencapaian temperatur terjadi paling cepat.

Deskripsi Alternatif :

The Joule Thomson (J-T) refrigeration system currently is being developed for cryogenic application to substitute Linde refrigeration system. The advantage of J-T refrigeration system is lower operating pressure than the Linde refrigeration system. The J-T refrigeration system works in pressure about 20 Bar, while the Linde refrigeration system in about 200 Bar. To get the desire cryogenic temperature, in the J-T refrigeration system, usually used more than 3 mixed refrigerant, whereas in this investigation is only used one refrigerant, that is R 22. Previously Sumeru investigated that in the Joule Thomson refrigeration system with single refrigerant can reach the temperature of -60°C till -70°C . The one of the J-T refrigeration system performance parameters is heat exchanger effectiveness (ε). To know the pitch coil effect for the effectiveness, in this research, a helical double pipe heat exchanger is used in three variation of pitches (p1 = 0.00 m, p2 = 0.005 m, p3 = 0.008 m). The results are: the effectiveness (ε) of heat exchanger for p1, p2 and p3 are 0.75, 0.83 and 0.755 respectively. The highest effectiveness is in p2 that is 0.83. Besides that, the investigation has found that with smallest pitch the chilling time is fastest.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
Organisasi
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: Idayu Gemalia

Download...