Path: Top > Electronics Clipping > EVENT > KAA

Menyongsong "Golden Jubilee" KAA

Pikiran Rakyat, Sabtu, 23 April 2005, hal.13
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2012-02-18 15:07:19
Oleh : Usman Husein , Referensi
Dibuat : 2005-04-27, dengan 0 file

Keyword : KTT AA, Peringatan KAA, Asia Afrika, Golden Jubilee KAA, Komentar Media Massa

PEMERINTAH dan masyarakat Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, sedang menghadapi hajatan besar berskala internasianal yaitu peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang pada waktu itu (tahun 1955) digelar di Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika Bandung.


Peristiwa bersejarah tersebut merupakan titik awal bagi perjuangan kemerdekaan yang dikobarkan di berbagai kawasan Benua Asia dan Afrika yang pada proses perjuangannya didukung negara-negara penggagas, peserta, dan pendukung KAA, di antaranya Indonesia sebagai penyelenggara, serta India, Burma (kini Myanmar); Sri Lanka, dan Pakistan. Jumlah peserta konferensi pada tahun 1955 itu sebanyak 29 negara termasuk 5 negara penggagas.


Gema KAA bahkan meluas sehingga beberapa puluh tahun kemudian melanda pula kepada perjuangan kemerdekaan di Benua Eropa. Kawasan yang semula dikenal sebaga wilayah USSR atau Republik Soviet Sosiahs/Uni Soviet pun terbagi menjadi beberapa negara merdeka.


Bandung sebagai tempat penyelenggaraan KAA yang sangat bersejarah itu merupakan kenyataan yang tidak dapat disangkal lagi, bahkan pada tahun 1980 dan tahun 1985 Bandung tetap dijadikan tempat peringatan KAA ke 25 dan 30 tahun.


Dalam buku Asian African Conference, A Concise Documentation, 18 - 24 April 1955 Bandung -Indonesia, halaman 21, disebutkan, pada tahun 1950, sewaktu ide untuk pertama kali KAA didengungkan, negara-negara Asia Afrika menghadapi berbagai macam problem dan tantangan. Beberapa dari.............................................


Oleh karena itu kehadiran utusan negara-negara di kawasan Benua Asia Afrika memperlihatkan perhatian masing-masing pemerintahan untukmendukung melenyapkan penjajahan di muka bumi.


Dalam buku Encyclopedia Americana tahun 1977 tercatat bahwa dari 48 negara merdeka di Benua Afrika, hanya 4 negara yang merdeka sebelum tahun 1955 (saat KAA berlangsung) yatu Liberia tahun 1847 , Afrika Selatan tahun 1910,Libia tahun 1951, dan Mesir tahun 1922, sedangkan 44 negara lainnya merdeka setelah berlangsungnya KAA tahun 1955, bahkan Tunisia dan Sudan merdeka setahun setelah KAA berlangsung yaitu tahun 1956.


Pada tahun 1955 saat dilaksanakan KAA, utusan yang hadir berasal dari 29 negara, pada tahun 1980 yaitu saat peringatan KAA ke-25 dihadiri oleh 43 utusan/delegasi sedangkan pada peringatan KAA ke-30 dihadiri oleh 82 utusan dan 4 peninjau dengan tempat penyelenggaraan juga di Kota Bandung.


KAA tahun 1955 didukung oleh 29 negara yang berasal dari Benua Asia dan Afrika dan 29 negara itu berpenduduk 1.442.414.485 jiwa dengan luas wilayah 12.606.938 mil persegi. Sedangkan Indonesia pada waktu itu baru berpenduduk sekira 78 juta jiwa.


Indonesia menggagas KAA ketika diundang Perdana Menteri Sri Lanka mengikuti pertemuan tidak resmi di Colombo tanggal 28 April s.d. 2 Mei 1954. Gagasan KAA dikemukakan Perdana Menteri All Sastroamidjojo ketika menyampaikan pidatonya dalam pertemuan itu. Ide Indonesia itu kemudian menjadi salah satu komunike final Konferensi Colombo. Konferensi Colombo itu ditindak lanjuti pemerintah Indonesia dengan melakukan kontak kepada 18 negara Asia Afrika dan mengonsultasikan ide penyelenggaraan KAA kepada mereka.


.................................................


Beberapa hal dapat dicatat dalam konferensi tahun 1955 yang diselanggarakan mulai tanggal 18 sampai dengan 24 April itu antara lain:


1. Peserta (yang memberikan sambutan) menurut Buku Himpunan Dokumentasi Konferensi Asi afrika 18-24 April 1955 sebanyak 25 negara yaitu: Afganitan, Kamboja, Ceylon, RRC, Mesir, ethopia, Pantai Gading, Iran, Irak, Jepang, Yordania, Laos, Lebanon, Liberia, libia, Nepal, Pakistan, Filipina, Sudan, Siria, Thailand, Turki, Republik demokrasi Vietnam (Vietnam Utara), negara Vietnam (Vietnam Selatan) dan Yaman.


.................................................


8. Mereka menegaskan asas menentukan nasib sendiri, kedaulatan, tidak intervensi,dan penggunaan pasukan secara ilegal.Dalam hal ini konflik yang terjadi di Asia Tenggara, Asia, Timur Tengab, Afrika Selatan dan bagian lain di dunia membutuhkan solusi secepatnya sesuai dengan Piagam PBB, 10 asas Konferensi Bandung dan asas serta tujuan dari negars-negara Non Blok.


9. Mereka menyatakan`solidaritas dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk membangun negara di bawah kepemimpinan PLO. Mereka tetap meyakinkan bahwa tidak ada pemecahan masalah selain memaksa Israel keluar dari pendudukan mereka sejak tahun 1967.


10. Mereka menunjukkan keyakinannya bahwa PBB adalah forum yang dan sangat diperlukan dalam permasalahan utama dunia. Mereka pun menyadari bahwa HUT ke-40 PBB akan memberikan kesempatan terbaik melihat kembali kinerja dari sistem PBB dengan meningkatkan peran dan keaktifan dalam mencapai perdamaian, keamanan keadilan, dan hubungan ekonomi yang seimbang di antara negara-negara.


.................................................


Begitu dahsyat dan hebat komentar-komentar yang dimuat oleh berbagai media massa di seluruh dunia dan berita tersebut ditempatkan sebagai berita utama dengan menghabiskan beberapa kolom. Perhatian yang demikian besar itu merupakan pertanda bahwa dunia memperhatikan Benua Asia Afrika yang pada waktu itu sebagian masih merupakan daerah jajahan dari kolonial dan mulai diperhitungkan keberadaannya.

Deskripsi Alternatif :

PEMERINTAH dan masyarakat Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, sedang menghadapi hajatan besar berskala internasianal yaitu peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang pada waktu itu (tahun 1955) digelar di Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika Bandung.


Peristiwa bersejarah tersebut merupakan titik awal bagi perjuangan kemerdekaan yang dikobarkan di berbagai kawasan Benua Asia dan Afrika yang pada proses perjuangannya didukung negara-negara penggagas, peserta, dan pendukung KAA, di antaranya Indonesia sebagai penyelenggara, serta India, Burma (kini Myanmar); Sri Lanka, dan Pakistan. Jumlah peserta konferensi pada tahun 1955 itu sebanyak 29 negara termasuk 5 negara penggagas.


Gema KAA bahkan meluas sehingga beberapa puluh tahun kemudian melanda pula kepada perjuangan kemerdekaan di Benua Eropa. Kawasan yang semula dikenal sebaga wilayah USSR atau Republik Soviet Sosiahs/Uni Soviet pun terbagi menjadi beberapa negara merdeka.


Bandung sebagai tempat penyelenggaraan KAA yang sangat bersejarah itu merupakan kenyataan yang tidak dapat disangkal lagi, bahkan pada tahun 1980 dan tahun 1985 Bandung tetap dijadikan tempat peringatan KAA ke 25 dan 30 tahun.


Dalam buku Asian African Conference, A Concise Documentation, 18 - 24 April 1955 Bandung -Indonesia, halaman 21, disebutkan, pada tahun 1950, sewaktu ide untuk pertama kali KAA didengungkan, negara-negara Asia Afrika menghadapi berbagai macam problem dan tantangan. Beberapa dari.............................................


Oleh karena itu kehadiran utusan negara-negara di kawasan Benua Asia Afrika memperlihatkan perhatian masing-masing pemerintahan untukmendukung melenyapkan penjajahan di muka bumi.


Dalam buku Encyclopedia Americana tahun 1977 tercatat bahwa dari 48 negara merdeka di Benua Afrika, hanya 4 negara yang merdeka sebelum tahun 1955 (saat KAA berlangsung) yatu Liberia tahun 1847 , Afrika Selatan tahun 1910,Libia tahun 1951, dan Mesir tahun 1922, sedangkan 44 negara lainnya merdeka setelah berlangsungnya KAA tahun 1955, bahkan Tunisia dan Sudan merdeka setahun setelah KAA berlangsung yaitu tahun 1956.


Pada tahun 1955 saat dilaksanakan KAA, utusan yang hadir berasal dari 29 negara, pada tahun 1980 yaitu saat peringatan KAA ke-25 dihadiri oleh 43 utusan/delegasi sedangkan pada peringatan KAA ke-30 dihadiri oleh 82 utusan dan 4 peninjau dengan tempat penyelenggaraan juga di Kota Bandung.


KAA tahun 1955 didukung oleh 29 negara yang berasal dari Benua Asia dan Afrika dan 29 negara itu berpenduduk 1.442.414.485 jiwa dengan luas wilayah 12.606.938 mil persegi. Sedangkan Indonesia pada waktu itu baru berpenduduk sekira 78 juta jiwa.


Indonesia menggagas KAA ketika diundang Perdana Menteri Sri Lanka mengikuti pertemuan tidak resmi di Colombo tanggal 28 April s.d. 2 Mei 1954. Gagasan KAA dikemukakan Perdana Menteri All Sastroamidjojo ketika menyampaikan pidatonya dalam pertemuan itu. Ide Indonesia itu kemudian menjadi salah satu komunike final Konferensi Colombo. Konferensi Colombo itu ditindak lanjuti pemerintah Indonesia dengan melakukan kontak kepada 18 negara Asia Afrika dan mengonsultasikan ide penyelenggaraan KAA kepada mereka.


.................................................


Beberapa hal dapat dicatat dalam konferensi tahun 1955 yang diselanggarakan mulai tanggal 18 sampai dengan 24 April itu antara lain:


1. Peserta (yang memberikan sambutan) menurut Buku Himpunan Dokumentasi Konferensi Asi afrika 18-24 April 1955 sebanyak 25 negara yaitu: Afganitan, Kamboja, Ceylon, RRC, Mesir, ethopia, Pantai Gading, Iran, Irak, Jepang, Yordania, Laos, Lebanon, Liberia, libia, Nepal, Pakistan, Filipina, Sudan, Siria, Thailand, Turki, Republik demokrasi Vietnam (Vietnam Utara), negara Vietnam (Vietnam Selatan) dan Yaman.


.................................................


8. Mereka menegaskan asas menentukan nasib sendiri, kedaulatan, tidak intervensi,dan penggunaan pasukan secara ilegal.Dalam hal ini konflik yang terjadi di Asia Tenggara, Asia, Timur Tengab, Afrika Selatan dan bagian lain di dunia membutuhkan solusi secepatnya sesuai dengan Piagam PBB, 10 asas Konferensi Bandung dan asas serta tujuan dari negars-negara Non Blok.


9. Mereka menyatakan`solidaritas dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk membangun negara di bawah kepemimpinan PLO. Mereka tetap meyakinkan bahwa tidak ada pemecahan masalah selain memaksa Israel keluar dari pendudukan mereka sejak tahun 1967.


10. Mereka menunjukkan keyakinannya bahwa PBB adalah forum yang dan sangat diperlukan dalam permasalahan utama dunia. Mereka pun menyadari bahwa HUT ke-40 PBB akan memberikan kesempatan terbaik melihat kembali kinerja dari sistem PBB dengan meningkatkan peran dan keaktifan dalam mencapai perdamaian, keamanan keadilan, dan hubungan ekonomi yang seimbang di antara negara-negara.


.................................................


Begitu dahsyat dan hebat komentar-komentar yang dimuat oleh berbagai media massa di seluruh dunia dan berita tersebut ditempatkan sebagai berita utama dengan menghabiskan beberapa kolom. Perhatian yang demikian besar itu merupakan pertanda bahwa dunia memperhatikan Benua Asia Afrika yang pada waktu itu sebagian masih merupakan daerah jajahan dari kolonial dan mulai diperhitungkan keberadaannya.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiReferensi
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: