Path: Top > Electronics Clipping > BISNIS DAN EKONOMI

Pangsa Pasar Bank Syariah Turun

BISNIS INDONESIA, Senin, 20 Maret 2006, Hal.B4
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 13:46:07
Oleh : (09/FAHMI ACHMAD), POLBAN
Dibuat : 2006-03-22, dengan 0 file

Keyword : Deposito, bank syariah, office chanelling

JAKARTA: Pada awal tahun ini, pangsa pasar perbankan syariah tercatat mengalami penurunan baik dari sisi aset, dana deposito, maupun pembiayaan.


Berdasarkan data statistik perbankan syariah Bank Indonesia, pangsa pasar aset turun menjadi 1,40% pada Januari 2006 dari 1,46% pada Desember 2005, pangsa pasar dana deposito turun dari 1,43% menjadi 1.34%, dan berdasarkan pembiayaan total aset menurun dari 2,22% menjadi 2,16%.


Menurut Direktur Compliance and Coorporate Support Bank Muamalat, Andi Buchari penurunan pangsa pasar pada awal tahun disebabkan bank belum terlalu ekspansif. Di sisi lain, dari sisi permintaan, masih banyak debitor yang menyusun anggaran sehingga belum mengajukan permintaan kredit.
"Tapi berangsur-angsur akan membaik dan mencapai puncaknya pada pertengahan tahun," ujar Andi saat dihubungi Bisnis pekan lalu.


Andi menjelaskan, pada akhir tahun bank syariah umumnya berlomba-lomba meningkatkan aset dan meningkatkan jumlah dana Pihak Ketiga (DPK). Sementara, menurunnya pangsa pasar deposito disebabkan pada Januari, bank syariah umumnya mengutamakan mencari dana-dana jangka pendek.


Meski memperlihatkan penurunan secara bulanan, pangsa pasar bank syariah justru meningkat secara tahunan. Hingga Januari 2006, pangsa pasar perbankan syariah berdasarkan total aset meningkat menjadi 1,40% dari 1,22% pada periode yang sama tahun 2005.


Selain itu, pangsa pasar deposit juga mengalami peningkatan dari 1,25% menjadi 1,34%. Sementara berdasarkan pembiayaan, pangsa pasar bank syariah naik dari 2,10% menjadi 2,16%.


Menurut pakar keuangan syariah Adiwarman Karim, meningkatnya pangsa pasar disebabkan, karena saat ini banyak nasabah yang sudah tertarik menggunakan bank syariah untuk bertransaksi.


Hingga Januari 2006, total aset perbankan syariah mencapai Rp 20,6 triliun meningkat dari Rp 15,2 triliun pada periode yang sama tahun lalu.


Sementara total pembiayaan mencapai Rp 19,8 triliun, naik dari Rp14,8 triliun. DPK juga naik, dari Rp ll,8 triliun pada Januari 2005 menjadi Rp15,1 triliun pada Januari 2006.



Tambah kantor



Sementara itu, Asosiasi Bank Syariah se-Indonesia (Asbisindo) mematok jumlah kantor layanan perbankan syariah tahun ini bisa mencapai 2.000 unit menyusul banyaknya bank yang memiliki unit syariah mengungkapkan rencana pembukaan gerai lewat skema office chanelling.


Ketua Umum Asbisindo, Wahyu Dwi Agung mengatakan regulasi Bank Indonesia terkait perizinan pembukaan gerai syariah di kantor bank konvensional dinilai kondusif meningkatkan akselerasi jumlah kantor layanan syariah.
"Kami optimistis hingga akhir tahun 2006 ini paling tidak ada sekitar 2.000 kantor layanan syariah."


Menurut dia, unit layanan syariah nasional berkembang menjadi sekitar 700 kantor setelah Bank Permata mulai menerapkan prinsip office chanelling pada 212 cabang konvensional. "Ini belum lagi ditambah dengan milik BRI syariah dan BM syariah."


Wahyu mengemukakan adanya kemudahan pengoperasian kantor layanan syariah di bank konvensional membuat asosiasi juga menargetkan pertumbuhan industri perbankan syariah naik 75% tahun ini. Saat ini jumlah pemain di perbankan syariah terdiri atas tiga bank umum ditambah 19 divisi syariah bank konvensional dan 93 BPRS.***

Deskripsi Alternatif :

JAKARTA: Pada awal tahun ini, pangsa pasar perbankan syariah tercatat mengalami penurunan baik dari sisi aset, dana deposito, maupun pembiayaan.


Berdasarkan data statistik perbankan syariah Bank Indonesia, pangsa pasar aset turun menjadi 1,40% pada Januari 2006 dari 1,46% pada Desember 2005, pangsa pasar dana deposito turun dari 1,43% menjadi 1.34%, dan berdasarkan pembiayaan total aset menurun dari 2,22% menjadi 2,16%.


Menurut Direktur Compliance and Coorporate Support Bank Muamalat, Andi Buchari penurunan pangsa pasar pada awal tahun disebabkan bank belum terlalu ekspansif. Di sisi lain, dari sisi permintaan, masih banyak debitor yang menyusun anggaran sehingga belum mengajukan permintaan kredit.
"Tapi berangsur-angsur akan membaik dan mencapai puncaknya pada pertengahan tahun," ujar Andi saat dihubungi Bisnis pekan lalu.


Andi menjelaskan, pada akhir tahun bank syariah umumnya berlomba-lomba meningkatkan aset dan meningkatkan jumlah dana Pihak Ketiga (DPK). Sementara, menurunnya pangsa pasar deposito disebabkan pada Januari, bank syariah umumnya mengutamakan mencari dana-dana jangka pendek.


Meski memperlihatkan penurunan secara bulanan, pangsa pasar bank syariah justru meningkat secara tahunan. Hingga Januari 2006, pangsa pasar perbankan syariah berdasarkan total aset meningkat menjadi 1,40% dari 1,22% pada periode yang sama tahun 2005.


Selain itu, pangsa pasar deposit juga mengalami peningkatan dari 1,25% menjadi 1,34%. Sementara berdasarkan pembiayaan, pangsa pasar bank syariah naik dari 2,10% menjadi 2,16%.


Menurut pakar keuangan syariah Adiwarman Karim, meningkatnya pangsa pasar disebabkan, karena saat ini banyak nasabah yang sudah tertarik menggunakan bank syariah untuk bertransaksi.


Hingga Januari 2006, total aset perbankan syariah mencapai Rp 20,6 triliun meningkat dari Rp 15,2 triliun pada periode yang sama tahun lalu.


Sementara total pembiayaan mencapai Rp 19,8 triliun, naik dari Rp14,8 triliun. DPK juga naik, dari Rp ll,8 triliun pada Januari 2005 menjadi Rp15,1 triliun pada Januari 2006.



Tambah kantor



Sementara itu, Asosiasi Bank Syariah se-Indonesia (Asbisindo) mematok jumlah kantor layanan perbankan syariah tahun ini bisa mencapai 2.000 unit menyusul banyaknya bank yang memiliki unit syariah mengungkapkan rencana pembukaan gerai lewat skema office chanelling.


Ketua Umum Asbisindo, Wahyu Dwi Agung mengatakan regulasi Bank Indonesia terkait perizinan pembukaan gerai syariah di kantor bank konvensional dinilai kondusif meningkatkan akselerasi jumlah kantor layanan syariah.
"Kami optimistis hingga akhir tahun 2006 ini paling tidak ada sekitar 2.000 kantor layanan syariah."


Menurut dia, unit layanan syariah nasional berkembang menjadi sekitar 700 kantor setelah Bank Permata mulai menerapkan prinsip office chanelling pada 212 cabang konvensional. "Ini belum lagi ditambah dengan milik BRI syariah dan BM syariah."


Wahyu mengemukakan adanya kemudahan pengoperasian kantor layanan syariah di bank konvensional membuat asosiasi juga menargetkan pertumbuhan industri perbankan syariah naik 75% tahun ini. Saat ini jumlah pemain di perbankan syariah terdiri atas tiga bank umum ditambah 19 divisi syariah bank konvensional dan 93 BPRS.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakErlin Arvelina
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorerlin.arvelina@polban.ac.id
E-mail CKOerlin.arvelina@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: