Path: Top > Electronics Clipping > PARIWISATA

Potensi Itu Mesti Dipoles

KOMPAS, Senin, 1 Mei 2006, Hal.F
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2012-02-18 15:07:26
Oleh : Adhitya Ramadhan, POLBAN
Dibuat : 2006-05-03, dengan 0 file

Keyword : wisata alam, curug orok

Jawa Barat terkenal dengan wisata alamnya. Salah satu daerah yang kaya dengan potensi wisata alam adalah Kabupaten Garut dan di antara sekian banyak obyek wisata di Garut Curug Orok sangat menjanjikan untuk dikembangkan.

Curug atau air terjun di Kampung Renteng, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, itu berada di tengah hamparan Perkebunan Teh Papandayan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII. Aliran air terjun itu membelah perkebunan teh. Letaknya hanya sekita 30 kilometer dari Garut kota. Untuk mencapainya dapat melalui selatan, melewati Kecamatan Bayongbong, Cisurupan, dan Cikajang.

Menyusun jalan aspal di tengah kebun sayuran milik masyarakat dan perkebunan teh seolah menjadi menu pembuka wisatawan yang hendak pergi ke Curug Orok. Dari tepi jalan aspal perkebunan, lokasi air terjun setinggi 25 meter itu dapat dicapai setelah melalui jalan berbatu sepanjang satu kilometer.

Kondisi jalan itu pula yang dikeluhkan oleh Tatang Sudirman (31), pengunjung Curug Orok. "Banyak juga pengunjung yang mengeluhkan jalan. Mestinya pihak pengelola ada perhatian terhadap jalan berbatu itu," ujarnya.

Petugas parkir di lokasi Curug Orok, Yuyus (26), mengatakan, sejak dibuka awal tahun 1990-an kondisi jalan menuju lokasi Curug tidak pernah berubah. PTPN VIII sebagai pemilik lokasi itu tidak juga memperbaikinya.
"Dulu katanya akan diperbaiki, sampai sekarang belum juga. Padahal, kalau Lebaran jumlah motor yang diparkir saja bisa ratusan," ungkap Yuyus.

Meskipun demikian, Yuyus mengerti kebijakan PTPN VIII itu karena Curug Orok bukanlah sumber pendapatan utama PTPN. Hasil perkebunan teh merupakan sumber pendapatan utama perusahaan tersebut.


Limbah


Selain infrastruktur jalan, persoalan kebersihan juga menjadi kendala pengembangan Curug Orok. Menurut Nia (27), pemilik warung dekat lokasi Curug.

Curug Orok adalah salah satu potensi wisata yang masih harus ditata dengan baik. Selama ini, air terjun yang terletak di tengah perkebunan teh itu masih terkendala tes jalan dan kebersihan airnya. Banyak pengunjung yang gatal-gatal setelah mandi di bawah Curug. "Air Curug kan melewati perkampungan. Masyarakat sekitar aliran air sering membuang kotoran sapi ke situ, airnya jadi kotor. Sebenarnya masyarakat bisa dilarang membuang kotoran sapi ke aliran sungai dan membuangnya ke tempat lain," ujar Nia.

Jika dikelola dengan baik, Curug Orok bisa menjadi obyek wisata yang lebih menarik. Tebing di samping Curug jika dibersihkan dari pepohonan, bisa dipakai untuk berlatih panjat tebing.

Dari Curug Orok, perjalanan wisata bisa dilanjutkan dengan menyusuri perkebunan teh dan melihat-lihat kebun sayuran milik rakyat yang ada di sekitarnya.***

Deskripsi Alternatif :

Jawa Barat terkenal dengan wisata alamnya. Salah satu daerah yang kaya dengan potensi wisata alam adalah Kabupaten Garut dan di antara sekian banyak obyek wisata di Garut Curug Orok sangat menjanjikan untuk dikembangkan.

Curug atau air terjun di Kampung Renteng, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, itu berada di tengah hamparan Perkebunan Teh Papandayan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII. Aliran air terjun itu membelah perkebunan teh. Letaknya hanya sekita 30 kilometer dari Garut kota. Untuk mencapainya dapat melalui selatan, melewati Kecamatan Bayongbong, Cisurupan, dan Cikajang.

Menyusun jalan aspal di tengah kebun sayuran milik masyarakat dan perkebunan teh seolah menjadi menu pembuka wisatawan yang hendak pergi ke Curug Orok. Dari tepi jalan aspal perkebunan, lokasi air terjun setinggi 25 meter itu dapat dicapai setelah melalui jalan berbatu sepanjang satu kilometer.

Kondisi jalan itu pula yang dikeluhkan oleh Tatang Sudirman (31), pengunjung Curug Orok. "Banyak juga pengunjung yang mengeluhkan jalan. Mestinya pihak pengelola ada perhatian terhadap jalan berbatu itu," ujarnya.

Petugas parkir di lokasi Curug Orok, Yuyus (26), mengatakan, sejak dibuka awal tahun 1990-an kondisi jalan menuju lokasi Curug tidak pernah berubah. PTPN VIII sebagai pemilik lokasi itu tidak juga memperbaikinya.
"Dulu katanya akan diperbaiki, sampai sekarang belum juga. Padahal, kalau Lebaran jumlah motor yang diparkir saja bisa ratusan," ungkap Yuyus.

Meskipun demikian, Yuyus mengerti kebijakan PTPN VIII itu karena Curug Orok bukanlah sumber pendapatan utama PTPN. Hasil perkebunan teh merupakan sumber pendapatan utama perusahaan tersebut.


Limbah


Selain infrastruktur jalan, persoalan kebersihan juga menjadi kendala pengembangan Curug Orok. Menurut Nia (27), pemilik warung dekat lokasi Curug.

Curug Orok adalah salah satu potensi wisata yang masih harus ditata dengan baik. Selama ini, air terjun yang terletak di tengah perkebunan teh itu masih terkendala tes jalan dan kebersihan airnya. Banyak pengunjung yang gatal-gatal setelah mandi di bawah Curug. "Air Curug kan melewati perkampungan. Masyarakat sekitar aliran air sering membuang kotoran sapi ke situ, airnya jadi kotor. Sebenarnya masyarakat bisa dilarang membuang kotoran sapi ke aliran sungai dan membuangnya ke tempat lain," ujar Nia.

Jika dikelola dengan baik, Curug Orok bisa menjadi obyek wisata yang lebih menarik. Tebing di samping Curug jika dibersihkan dari pepohonan, bisa dipakai untuk berlatih panjat tebing.

Dari Curug Orok, perjalanan wisata bisa dilanjutkan dengan menyusuri perkebunan teh dan melihat-lihat kebun sayuran milik rakyat yang ada di sekitarnya.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: