Path: Top > Electronics Clipping > ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI > TEKNIK SIPIL

Jembatan Ambruk, Banda Aceh- Meulaboh Putus Lagi

KOMPAS, Rabu, 15 Maret 2006, Hal.25
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 14:03:51
Oleh : (AIK) , POLBAN
Dibuat : 2006-03-17, dengan 0 file

Keyword : Jembatan, truk, logistik

CALANG, KOMPAS - Sejumlah jembatan yang dibangun semasa tanggap darurat di sepanjang pantai barat Provinsi Nangroe Aceh Darussalam hancur. Setidaknya, Selasa (14/3), terdapat dua jembatan yang tak bisa dilalui kendaraan karena hancur, yaitu di Patek dan Phanga, Kabupaten Aceh Jaya. Akibatnya, proses rekonstruksi dan pengiriman logistik di pantai barat Aceh tersendat-sendat karena transportasi kembali terputus.



Hasil pantauan Kompas, jembatan di Patek rusak parah setelah sebuah truk terperosok karena kayu jembatan patah, Minggu lalu. Hingga Selasa, jembatan itu belum diperbaiki sehingga kendaraan yang hendak melintas terpaksa memutar melalui pasir di pinggir pantai dengan titian papan.



Sejumlah kendaraan yang tergelincir terperosok dan terjebak di pasir. Sedangkan truk besar pengangkut material dan logistik yang tak berani melintas terpaksa menunggu tanpa kepastian kapan jembatan akan diperbaiki.



Di Phanga, kendaraan sama sekali belum bisa melintas hingga Selasa karena kondisi jembatan hancur, sementara jembatan alternatif belum selesai dibangun. Penumpang terpaksa harus berpindah menggunakan perahu motor, kendaraan menunggu di kedua sisi jembatan, sedangkan material bahan bangunan dan logistik tidak bisa melaluinya karena kecilnya perahu penyeberangan.



Ambruknya jembatan di Phanga terjadi Kamis lalu saat sebuah truk pengangkut batu melintas di atas jembatan itu. Akibatnya, truk berikut muatan tenggelam ke dalam sungai dan hingga kemarin belum bisa diangkat. Sopir truk berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi sungai.



Mansur, pemilik truk yang tercebur ke sungai, mengatakan, ia ditunjuk sebagai subkontraktor pengadaan barang untuk pembangunan jalan Banda Aceh-Meulaboh oleh PT Adhi Karya. "Truk kami membawa barang untuk pembangunan jalan. Tetapi, kondisi jembatan tak mampu menahan beban truk dan muatan. Hingga kini truk kami masih tenggelam di sungai dan belum ada bantuan untuk mengangkatnya," kata dia.




Pembangunan tersendat




Tersendatnya proses rekonstruksi akibat kendala transportasi ini menyebabkan pengungsi di sepanjang pantai barat dari Banda Aceh hingga Meulaboh, hingga kini masih banyak yang tinggal di tenda darurat. Sebagian mulai dibangun rumah darurat dari tripleks, sedangkan rumah permanen masih jarang.



Juru Bicara Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias Mirza Keumala mengatakan, pembangunan di pantai barat terkendala oleh kondisi jalan yang sering putus. "Jalan yang ada sekarang memang bersifat sementara dan rawan putus akibat kondisi alam maupun beban kendaraan yang terlalu berat. Jalan permanen saat ini tengah dibangun oleh Amerika melalui program USAID dengan jarak sekitar lima kilometer ke dalam dan barn akan selesai pada tahun 2008," katanya.



Menurut Mirza, untuk mengantisipasi kendala jalan yang rawan putus, BRR tengah membangun dermaga dan gudang logistik di Meulaboh dan Calang.
"Pada April nanti depo ini diperkirakan selesai sehingga kendala transportasi yang menghambat proses rekonstruksi di pantai barat Aceh bisa dipecahkan," kata dia.***

Deskripsi Alternatif :

CALANG, KOMPAS - Sejumlah jembatan yang dibangun semasa tanggap darurat di sepanjang pantai barat Provinsi Nangroe Aceh Darussalam hancur. Setidaknya, Selasa (14/3), terdapat dua jembatan yang tak bisa dilalui kendaraan karena hancur, yaitu di Patek dan Phanga, Kabupaten Aceh Jaya. Akibatnya, proses rekonstruksi dan pengiriman logistik di pantai barat Aceh tersendat-sendat karena transportasi kembali terputus.



Hasil pantauan Kompas, jembatan di Patek rusak parah setelah sebuah truk terperosok karena kayu jembatan patah, Minggu lalu. Hingga Selasa, jembatan itu belum diperbaiki sehingga kendaraan yang hendak melintas terpaksa memutar melalui pasir di pinggir pantai dengan titian papan.



Sejumlah kendaraan yang tergelincir terperosok dan terjebak di pasir. Sedangkan truk besar pengangkut material dan logistik yang tak berani melintas terpaksa menunggu tanpa kepastian kapan jembatan akan diperbaiki.



Di Phanga, kendaraan sama sekali belum bisa melintas hingga Selasa karena kondisi jembatan hancur, sementara jembatan alternatif belum selesai dibangun. Penumpang terpaksa harus berpindah menggunakan perahu motor, kendaraan menunggu di kedua sisi jembatan, sedangkan material bahan bangunan dan logistik tidak bisa melaluinya karena kecilnya perahu penyeberangan.



Ambruknya jembatan di Phanga terjadi Kamis lalu saat sebuah truk pengangkut batu melintas di atas jembatan itu. Akibatnya, truk berikut muatan tenggelam ke dalam sungai dan hingga kemarin belum bisa diangkat. Sopir truk berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi sungai.



Mansur, pemilik truk yang tercebur ke sungai, mengatakan, ia ditunjuk sebagai subkontraktor pengadaan barang untuk pembangunan jalan Banda Aceh-Meulaboh oleh PT Adhi Karya. "Truk kami membawa barang untuk pembangunan jalan. Tetapi, kondisi jembatan tak mampu menahan beban truk dan muatan. Hingga kini truk kami masih tenggelam di sungai dan belum ada bantuan untuk mengangkatnya," kata dia.




Pembangunan tersendat




Tersendatnya proses rekonstruksi akibat kendala transportasi ini menyebabkan pengungsi di sepanjang pantai barat dari Banda Aceh hingga Meulaboh, hingga kini masih banyak yang tinggal di tenda darurat. Sebagian mulai dibangun rumah darurat dari tripleks, sedangkan rumah permanen masih jarang.



Juru Bicara Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias Mirza Keumala mengatakan, pembangunan di pantai barat terkendala oleh kondisi jalan yang sering putus. "Jalan yang ada sekarang memang bersifat sementara dan rawan putus akibat kondisi alam maupun beban kendaraan yang terlalu berat. Jalan permanen saat ini tengah dibangun oleh Amerika melalui program USAID dengan jarak sekitar lima kilometer ke dalam dan barn akan selesai pada tahun 2008," katanya.



Menurut Mirza, untuk mengantisipasi kendala jalan yang rawan putus, BRR tengah membangun dermaga dan gudang logistik di Meulaboh dan Calang.
"Pada April nanti depo ini diperkirakan selesai sehingga kendala transportasi yang menghambat proses rekonstruksi di pantai barat Aceh bisa dipecahkan," kata dia.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: