Path: Top > Electronics Clipping > ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI > KIMIA, LINGKUNGAN & ENERGI

PLN Harus Segera Konversi Bahan Bakar

KOMPAS, Rabu, 19 April 2006, Hal.1
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 14:03:02
Oleh : Andi Surudji, POLBAN
Dibuat : 2006-04-21, dengan 0 file

Keyword : bahan bakar, kelistrikan

SHANGHAI, KOMPAS - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, konversi penggunaan bahan bakar lain untuk pembangkit listrik PLN sudah merupakan instruksi pemerintah.



Tidak ada pilihan lain kecuali PLN melaksanakannya. "PLN hanya bisa menerima dan melaksanakannya dengan bekerja keras. Kita semua harus bekerja keras, harus berkeringat, tidak bisa lagi cuma mau terima bersih," ujar Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dalam percakapan dengan wartawan di pesawat Garuda yang transit mengisi bahan bakar di Bandara Internasional Bao An, Zhenzhen, dalam perjalanan menuju Shanghai, China, Selasa (18/4) siang.



Wapres memimpin delegasi bisnis dan ekonomi Indonesia untuk bertemu dan mengajak sejumlah pengusaha China di bidang kelistrikan dan infrastruktur transportasi guna bekerja sama dan berinvestasi di Indonesia, terutama di bidang yang saat ini jadi perhatian serius Pemerintah Indonesia, yakni kelistrikan dan infrastruktur transportasi.



Selain itu, rombongan juga akan meninjau beberapa kawasan industri yang telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi China, subway, pelabuhan, dan sejumlah pembangkit listrik.



Dalam rombongan Wapres antara lain ikut Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, dan Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto.




Harus tender




Wapres menjelaskan, dalam kunjungan kali ini fokus perhatian pada kelistrikan dan energi, infrastruktur, dan kawasan ekonomi khusus. Menurut Wapres, pemerintah harus mengeluarkan Rp 40 triliun per tahun untuk subsidi bahan bakar minyak PLN. Karena itu, konversi bahan bakar PLN dari minyak ke bahan bakar lain tidak bisa ditawar lagi.
"Masih ada 8.000 megawatt (MW) pembangkit listrik PLN yang menggunakan BBM. Belum lagi keperluan tambahah 2.000 MW per tahun untuk memenuhi kebutuhan nasional. Inilah (konversi) yang kita mau dorong. Mari kita ambil keputusan bersama-sama sebab dari dulu sudah ada program, tetapi tidak jalan-jalan. Jangan sampai kita rugi Rp 40 triliun hanya karena mau menghemat Rp 1 triliun, missalnya," kata Wapres Jusuf Kalla.



Adapun pelaksana pembangunan kelistrikan itu, ujar Wapres, bisa oleh PLN langsung, bisa juga investor domestik maupun investor asing. "Jelas itu. Semuanya harus tender. Cuma, kalau dulu butuh waktu tiga tahun, kita mau usahakan tiga bulan saja," kata Wapres ketika ditanya proses tender terkait crash program tersebut.***

Deskripsi Alternatif :

SHANGHAI, KOMPAS - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, konversi penggunaan bahan bakar lain untuk pembangkit listrik PLN sudah merupakan instruksi pemerintah.



Tidak ada pilihan lain kecuali PLN melaksanakannya. "PLN hanya bisa menerima dan melaksanakannya dengan bekerja keras. Kita semua harus bekerja keras, harus berkeringat, tidak bisa lagi cuma mau terima bersih," ujar Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dalam percakapan dengan wartawan di pesawat Garuda yang transit mengisi bahan bakar di Bandara Internasional Bao An, Zhenzhen, dalam perjalanan menuju Shanghai, China, Selasa (18/4) siang.



Wapres memimpin delegasi bisnis dan ekonomi Indonesia untuk bertemu dan mengajak sejumlah pengusaha China di bidang kelistrikan dan infrastruktur transportasi guna bekerja sama dan berinvestasi di Indonesia, terutama di bidang yang saat ini jadi perhatian serius Pemerintah Indonesia, yakni kelistrikan dan infrastruktur transportasi.



Selain itu, rombongan juga akan meninjau beberapa kawasan industri yang telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi China, subway, pelabuhan, dan sejumlah pembangkit listrik.



Dalam rombongan Wapres antara lain ikut Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, dan Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto.




Harus tender




Wapres menjelaskan, dalam kunjungan kali ini fokus perhatian pada kelistrikan dan energi, infrastruktur, dan kawasan ekonomi khusus. Menurut Wapres, pemerintah harus mengeluarkan Rp 40 triliun per tahun untuk subsidi bahan bakar minyak PLN. Karena itu, konversi bahan bakar PLN dari minyak ke bahan bakar lain tidak bisa ditawar lagi.
"Masih ada 8.000 megawatt (MW) pembangkit listrik PLN yang menggunakan BBM. Belum lagi keperluan tambahah 2.000 MW per tahun untuk memenuhi kebutuhan nasional. Inilah (konversi) yang kita mau dorong. Mari kita ambil keputusan bersama-sama sebab dari dulu sudah ada program, tetapi tidak jalan-jalan. Jangan sampai kita rugi Rp 40 triliun hanya karena mau menghemat Rp 1 triliun, missalnya," kata Wapres Jusuf Kalla.



Adapun pelaksana pembangunan kelistrikan itu, ujar Wapres, bisa oleh PLN langsung, bisa juga investor domestik maupun investor asing. "Jelas itu. Semuanya harus tender. Cuma, kalau dulu butuh waktu tiga tahun, kita mau usahakan tiga bulan saja," kata Wapres ketika ditanya proses tender terkait crash program tersebut.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakErlin Arvelina
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorerlin.arvelina@polban.ac.id
E-mail CKOerlin.arvelina@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: