Path: Top > Electronics Clipping > ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI > KOMPUTER

Pengguna Internet Lewati 20 juta orang

BISNIS INDONESIA, Rabu, 29 Maret, Hal.T1
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 13:45:55
Oleh : Arif Pitoyo, POLBAN
Dibuat : 2006-04-03, dengan 0 file

Keyword : Pengguna internet, penetrasi internet

JAKARTA: Jumlah pengguna Internet di Indonesia saat ini diprediksi sedikitnya 20 juta orang, meningkat dibandingkan 2004 yaitu 16 juta orang, terutama dipicu oleh perkembangan teknologi nirkabel.


Sylvia W. Sumarlin, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), mengatakan perkembangan Internet di Indonesia cenderung tidak terlalu signifikan meski pada segmen nirkabel menunjukkan pertumbuhan yang tinggi.
"Masih tingginya harga ritel Internet yang dipicu mahalnya bandwidth dalam negeri menjadi kendala terbesar dalam memacu penggunaan Internet di Indonesia," katanya kepada Bisnis kemarin.


Selain itu, naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa tahun lalu juga cukup memukul bisnis dunia maya, terutama pada segmen pemasaran Internet berlangganan.


Berkaitan dengan mahalnya tarif Internet, berbagai kalangan dari praktisi dan operator telekomunikasi seperti Telkom menilai Indonesia membutuhkan gerbang Internet (gateway), sehingga akses bandwidth bisa langsung didapatkan dari Amerika Serikat, atau Hong Kong, atau Australia.


Telkom yang selama ini menjadi penyedia bandwidth mengaku harus membayar sekitar US$ 3.500 per Mbps kepada penyelenggara di Singapura.


Dirut Telkom Arwin Rasyid mengusulkan agar Indonesia membangun gerbang (gateway) Internet sendiri serta meningkatkan konten dalam negeri agar tarif komunikasi data tersebut menjadi murah.


Sylvia juga melihat banyaknya warung Internet (warnet) yang melakukan migrasi ke sistem operasi open source sedikit banyak juga mengurangi jumlah pengunjung warnet.



Riset Internet



APJII belum mengeluarkan data resmi mengenai jumlah pengguna Internet pada akhir tahun lalu dan saat ini karena pemerintah bersama asosiasi tersebut akan menyelenggarakan riset mengenai penetrasi Internet di Tanah Air.


Hal itu untuk mengantisipasi perkembangannya yang makin pesat dalam beberapa bulan mendatang.


Menurut Sylvia pendataan tersebut cukup penting dilakukan guna mengantisipasi perkembangan Internet serta regulasi yang mendukungnya.
"Ke depan, perkembangan Internet akan cukup tinggi, terutama setelah sejumlah operator hotspot menandatangani perjanjian roaming. Selain itu rencana migrasi Internet Protocol Versi 6 dan lainnya butuh data pengguna Internet yang valid," ujarnya.


Hal senada disampaikan Dirjen Aplikasi Telematika (Aptel) Depkominfo Cahyana Ahmadjayadi yang mengungkapkan pendataan jumlah pengguna Internet dan penetrasinya tersebut sangat penting dilakukan guna mengantisipasi perkembangan teknologi yang ada.
"Di masa mendatang, akan hadir teknologi mobile TV, sehingga data penetrasi Internet sangat penting guna menyusun kebijakan yang tepat," katanya kepada Bisnis kemarin.


Pemerintah dinilai perlu memrakarsai pembangunan gerbang Internet di Indonesia untuk meningkatkan kecepatan aksesnya dan menurunkan tarifnya.***

Deskripsi Alternatif :

JAKARTA: Jumlah pengguna Internet di Indonesia saat ini diprediksi sedikitnya 20 juta orang, meningkat dibandingkan 2004 yaitu 16 juta orang, terutama dipicu oleh perkembangan teknologi nirkabel.


Sylvia W. Sumarlin, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), mengatakan perkembangan Internet di Indonesia cenderung tidak terlalu signifikan meski pada segmen nirkabel menunjukkan pertumbuhan yang tinggi.
"Masih tingginya harga ritel Internet yang dipicu mahalnya bandwidth dalam negeri menjadi kendala terbesar dalam memacu penggunaan Internet di Indonesia," katanya kepada Bisnis kemarin.


Selain itu, naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa tahun lalu juga cukup memukul bisnis dunia maya, terutama pada segmen pemasaran Internet berlangganan.


Berkaitan dengan mahalnya tarif Internet, berbagai kalangan dari praktisi dan operator telekomunikasi seperti Telkom menilai Indonesia membutuhkan gerbang Internet (gateway), sehingga akses bandwidth bisa langsung didapatkan dari Amerika Serikat, atau Hong Kong, atau Australia.


Telkom yang selama ini menjadi penyedia bandwidth mengaku harus membayar sekitar US$ 3.500 per Mbps kepada penyelenggara di Singapura.


Dirut Telkom Arwin Rasyid mengusulkan agar Indonesia membangun gerbang (gateway) Internet sendiri serta meningkatkan konten dalam negeri agar tarif komunikasi data tersebut menjadi murah.


Sylvia juga melihat banyaknya warung Internet (warnet) yang melakukan migrasi ke sistem operasi open source sedikit banyak juga mengurangi jumlah pengunjung warnet.



Riset Internet



APJII belum mengeluarkan data resmi mengenai jumlah pengguna Internet pada akhir tahun lalu dan saat ini karena pemerintah bersama asosiasi tersebut akan menyelenggarakan riset mengenai penetrasi Internet di Tanah Air.


Hal itu untuk mengantisipasi perkembangannya yang makin pesat dalam beberapa bulan mendatang.


Menurut Sylvia pendataan tersebut cukup penting dilakukan guna mengantisipasi perkembangan Internet serta regulasi yang mendukungnya.
"Ke depan, perkembangan Internet akan cukup tinggi, terutama setelah sejumlah operator hotspot menandatangani perjanjian roaming. Selain itu rencana migrasi Internet Protocol Versi 6 dan lainnya butuh data pengguna Internet yang valid," ujarnya.


Hal senada disampaikan Dirjen Aplikasi Telematika (Aptel) Depkominfo Cahyana Ahmadjayadi yang mengungkapkan pendataan jumlah pengguna Internet dan penetrasinya tersebut sangat penting dilakukan guna mengantisipasi perkembangan teknologi yang ada.
"Di masa mendatang, akan hadir teknologi mobile TV, sehingga data penetrasi Internet sangat penting guna menyusun kebijakan yang tepat," katanya kepada Bisnis kemarin.


Pemerintah dinilai perlu memrakarsai pembangunan gerbang Internet di Indonesia untuk meningkatkan kecepatan aksesnya dan menurunkan tarifnya.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakErlin Arvelina
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorerlin.arvelina@polban.ac.id
E-mail CKOerlin.arvelina@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: