Path: Top > Electronics Clipping > PARIWISATA

Rencana Induk Pariwisata Disusun

BISNIS INDONESIA, Kamis, 23 Februari 2006, Hal.5
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2012-02-18 15:07:21
Oleh : BISNIS INDONESIA(03), POLBAN
Dibuat : 2006-02-28, dengan 0 file

Keyword : Pariwisata, Rippnas

JAKARTA: Pemerintah akan menyusun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (Rippnas) untuk 15-20 tahun ke depan guna mengejar ketertinggalan dari negara lain.

Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Depbudpar Sambudjo Parikesit mengatakan Rippnas itu diperlukan untuk meningkatkan daya saing pariwisata nasional.
"Namun penyusunan Rippnas masih harus menunggu APBN 2007. Penyusunan Rippnas ini butuh sekitar Rp3 miliar," katanya kepada Bisnis di sela-sela Diskusi Panel Persiapan Penyusunan Rippnas, Selasa.

Dia mengatakan, proses penyusunannya baru akan dimulai pada Februari 2000, namun saat ini pihaknya sudah mulai menyusun pemetaan.

Menurut dia, Rippnas tersebut akan memuat tujuan dan sasaran pengembangan pariwisata, termasuk kebijakan dan program pengembangan pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, dan kelembagaan investasi lingkungan dan tata ruang.
"Rippnas ini adalah dasar bagi pengembangan pariwisata untuk 15 hingga 20 tabun ke depan. Setelah itu, akan disusun rencana induk jangka pendek lima tahunan dan tahunan," ujarnya.

Dia menambahkan latar belakang dari penyusunan Rippnas tersebut adalah ketertinggalan Indonesia dari negara pesaing berat di pasar pariwisata Asean, yaitu Singapura, Thailand dan Malaysia.
"Perkembangan kepariwisataan dunia yang meningkat pesat, revolusi sistem transportasi dan perubahan teknologi informasi menuntut adanya perubahan perspektif pariwisata."

Selama ini, pasar wisatawan

mancanegara di Indonesia adalah Singapura, Jepang, Malaysia, Australia, Taiwan, Korea, Inggris, Amerika Serikat, Jerman dan Belanda. Sedangkan pasar wisatawan yang jadi incaran Indonesia adalah China, India, Timur Tengah, Rusia dan Afrika Se1atan.

Sedangkan, menurut Deputi Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Bidang SDM dan Kebudayaan Dedi M Masyur Riyadi, devisa dari kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia beberapa tahun belakangan melampaui aliran devisa masuk dari utang luar negeri pemerintah maupun dari penanaman modal asing.***

Deskripsi Alternatif :

JAKARTA: Pemerintah akan menyusun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (Rippnas) untuk 15-20 tahun ke depan guna mengejar ketertinggalan dari negara lain.

Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Depbudpar Sambudjo Parikesit mengatakan Rippnas itu diperlukan untuk meningkatkan daya saing pariwisata nasional.
"Namun penyusunan Rippnas masih harus menunggu APBN 2007. Penyusunan Rippnas ini butuh sekitar Rp3 miliar," katanya kepada Bisnis di sela-sela Diskusi Panel Persiapan Penyusunan Rippnas, Selasa.

Dia mengatakan, proses penyusunannya baru akan dimulai pada Februari 2000, namun saat ini pihaknya sudah mulai menyusun pemetaan.

Menurut dia, Rippnas tersebut akan memuat tujuan dan sasaran pengembangan pariwisata, termasuk kebijakan dan program pengembangan pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, dan kelembagaan investasi lingkungan dan tata ruang.
"Rippnas ini adalah dasar bagi pengembangan pariwisata untuk 15 hingga 20 tabun ke depan. Setelah itu, akan disusun rencana induk jangka pendek lima tahunan dan tahunan," ujarnya.

Dia menambahkan latar belakang dari penyusunan Rippnas tersebut adalah ketertinggalan Indonesia dari negara pesaing berat di pasar pariwisata Asean, yaitu Singapura, Thailand dan Malaysia.
"Perkembangan kepariwisataan dunia yang meningkat pesat, revolusi sistem transportasi dan perubahan teknologi informasi menuntut adanya perubahan perspektif pariwisata."

Selama ini, pasar wisatawan

mancanegara di Indonesia adalah Singapura, Jepang, Malaysia, Australia, Taiwan, Korea, Inggris, Amerika Serikat, Jerman dan Belanda. Sedangkan pasar wisatawan yang jadi incaran Indonesia adalah China, India, Timur Tengah, Rusia dan Afrika Se1atan.

Sedangkan, menurut Deputi Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Bidang SDM dan Kebudayaan Dedi M Masyur Riyadi, devisa dari kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia beberapa tahun belakangan melampaui aliran devisa masuk dari utang luar negeri pemerintah maupun dari penanaman modal asing.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: