Path: Top > Electronics Clipping > ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI > TEKNIK SIPIL

Belum Ada Penataan Drainase, Kota Cimahi Membuat Sudetan di Jalan

KOMPAS, Jumat, 17 Maret 2006, Hal.C
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 14:03:51
Oleh : (D07/DIS) , POLBAN
Dibuat : 2006-03-22, dengan 0 file

Keyword : Drainase, sodetan, banjir

BANDUNG, KOMPAS-Drainase Kota Bandung masih semrawut, belum ada penataan yang baik sehingga setiap kali turun hujan, beberapa ruas jalan terendam air dari luapan Kali Cileuncang. Belum tertatanya drainase juga terjadi di Kota Cimahi.



Ketidakteraturan drainase di Kota Bandung telah membuat beberapa bagian kota menjadi daerah yang rawan banjir, yakni daerah Jalan Lombok, Aceh, Soekarno-Hatta, Madura, RE Martadinata, Dipatiukur, dan Tegallega.



Di ruas-ruas jalan itu setiap hujan turun, air meluap ke jalan karena selokan dan saluran air tidak mampu menampung debit air. Selain itu, banyak saluran air yang terputus sehingga air tidak dapat mengalir.



Contohnya, selokan di Jalan Dipatiukur. Setiap lima atau enam meter, selokan yang berada di depan rumah penduduk ditutup oleh bangunan jembatan beton yang menjadi jalan masuk ke rumah. Akibatnya, air hujan tidak dapat mengalir ke gorong-gorong atau sungai dan meluap ke jalan.



Sementara di Jalan Lombok, selokan penuh dengan sampah. Beberapa bagian dinding selokan roboh. Kondisi ini diperparah oleh posisi jalan yang lebih rendah dari bibir selokan. Saat hujan turun, air tidak dapat mengalir ke selokan.



Kepala Dinas Bina Marga Kota Bandung Rusjaf Adimenggala, di Bandung, Kamis (16/3), mengatakan, drainase kota sudah tidak lagi mampu menampung debit air hujan. Akibatnya, setiap turun hujan air meluap ke jalan atau permukiman.
"Belum lagi PKL yang membangun kios permanen di atas selokan atau saluran drainase. Ini menyulitkan pengerukan sampah. Kalau ditertibkan, (mereka) ngamuk," kilah Rusjaf.




Daerah cekungan




Persoalan yang hampir sama dihadapi Kota Cimahi. Problem air limpahan yang tidak tertampung di saluran drainase menjadi persoalan yang terus berulang dari tahun ke tahun. Apalagi, letak geografis Cimahi berada di daerah cekungan, terutama di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung.



Ketua Bagian Tata Usaha Bidang Perencanaan Dinas Tata Kota Cimahi Hadimilono menjelaskan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa terhadap daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung. Penanganan bisa dilakukan bila air tersebut telah masuk ke wilayah Cimahi. "Parahnya, air limpasan tersebut bercampur lumpur karena drainase di kabupaten tidak dibangun dinding," ujar Hadimilono.



Untuk mengatasi persoalan tersebut, menurut Hadimilono, dibangun sudetan di jalan-jalan yang berada di daerah cekungan untuk membantu mengeluarkan air hujan yang tidak tertampung saluran drainase ke Sungai Cimahi. Sudetan tersebut berada di jalan-jalan yang menanjak, seperti Jalan Cihanjuang, Pasantren, atau Jalan Sangkuriang.
"Dengan diameter 50 sentimeter di tiap sisi jalan, drainase jalan Kota Cimahi belum mampu menampung limpasan air hingga ke Sungai Cimahi," kata Hadimilono, tanpa merinci apakah drainase tersebut akan diperbesar.***

Deskripsi Alternatif :

BANDUNG, KOMPAS-Drainase Kota Bandung masih semrawut, belum ada penataan yang baik sehingga setiap kali turun hujan, beberapa ruas jalan terendam air dari luapan Kali Cileuncang. Belum tertatanya drainase juga terjadi di Kota Cimahi.



Ketidakteraturan drainase di Kota Bandung telah membuat beberapa bagian kota menjadi daerah yang rawan banjir, yakni daerah Jalan Lombok, Aceh, Soekarno-Hatta, Madura, RE Martadinata, Dipatiukur, dan Tegallega.



Di ruas-ruas jalan itu setiap hujan turun, air meluap ke jalan karena selokan dan saluran air tidak mampu menampung debit air. Selain itu, banyak saluran air yang terputus sehingga air tidak dapat mengalir.



Contohnya, selokan di Jalan Dipatiukur. Setiap lima atau enam meter, selokan yang berada di depan rumah penduduk ditutup oleh bangunan jembatan beton yang menjadi jalan masuk ke rumah. Akibatnya, air hujan tidak dapat mengalir ke gorong-gorong atau sungai dan meluap ke jalan.



Sementara di Jalan Lombok, selokan penuh dengan sampah. Beberapa bagian dinding selokan roboh. Kondisi ini diperparah oleh posisi jalan yang lebih rendah dari bibir selokan. Saat hujan turun, air tidak dapat mengalir ke selokan.



Kepala Dinas Bina Marga Kota Bandung Rusjaf Adimenggala, di Bandung, Kamis (16/3), mengatakan, drainase kota sudah tidak lagi mampu menampung debit air hujan. Akibatnya, setiap turun hujan air meluap ke jalan atau permukiman.
"Belum lagi PKL yang membangun kios permanen di atas selokan atau saluran drainase. Ini menyulitkan pengerukan sampah. Kalau ditertibkan, (mereka) ngamuk," kilah Rusjaf.




Daerah cekungan




Persoalan yang hampir sama dihadapi Kota Cimahi. Problem air limpahan yang tidak tertampung di saluran drainase menjadi persoalan yang terus berulang dari tahun ke tahun. Apalagi, letak geografis Cimahi berada di daerah cekungan, terutama di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung.



Ketua Bagian Tata Usaha Bidang Perencanaan Dinas Tata Kota Cimahi Hadimilono menjelaskan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa terhadap daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung. Penanganan bisa dilakukan bila air tersebut telah masuk ke wilayah Cimahi. "Parahnya, air limpasan tersebut bercampur lumpur karena drainase di kabupaten tidak dibangun dinding," ujar Hadimilono.



Untuk mengatasi persoalan tersebut, menurut Hadimilono, dibangun sudetan di jalan-jalan yang berada di daerah cekungan untuk membantu mengeluarkan air hujan yang tidak tertampung saluran drainase ke Sungai Cimahi. Sudetan tersebut berada di jalan-jalan yang menanjak, seperti Jalan Cihanjuang, Pasantren, atau Jalan Sangkuriang.
"Dengan diameter 50 sentimeter di tiap sisi jalan, drainase jalan Kota Cimahi belum mampu menampung limpasan air hingga ke Sungai Cimahi," kata Hadimilono, tanpa merinci apakah drainase tersebut akan diperbesar.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakErlin Arvelina
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorerlin.arvelina@polban.ac.id
E-mail CKOerlin.arvelina@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: