Path: Top > Electronics Clipping > ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI > KOMPUTER

Virus Lokal Dominasi Insiden Malware di RI

BISNIS INDONESIA, Senin, 20 Februari 2006, Hal.T2
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 13:45:54
Oleh : Deriz S. Syarief , POLBAN
Dibuat : 2006-02-21, dengan 0 file

Keyword : Virus, malware, Rontokbro

JAKARTA: Jumlah insiden malware di Indonesia selama lima bulan terakhir didominasi penyebaran virus buatan lokal. Sementara itu, pengguna agar tetap mewaspadai serangan virus berbahaya yang jatuh pada hari ketiga setiap bulannya.


Virus lokal itu adalah Rontokbro yang selama tiga bulim berturut-turut tercatat sebagai malware dengan jumlah insiden terbanyak. Virus itu langsung menyebar cepat sejak ditemukan Vaksincom pada pertengahan Oktober 2005.


Memasuki tahun ini, perusahaan anti virus itu mencatat insiden Rontokbro mencakup hampir 46% dari total penyebaran virus pada Januari hingga Februari. Hingga saat ini, varian virus itu mencapai 70 jenis varian terbaru adalah W32/Rontokbro.CB.
"Varian virus lokal itu bisa jadi lebih banyak karena 'Suspicious_M.gen'-virus dengan penyebaran terbanyak keempat terdeteksi sebagai varian baru Rontokbro," kata Presdir PT Vaksincom Antonius Alfons Tanujaya kemarin.


Vaksincom mendeteksi virus yang disebutnya. sebagai Suspicious_M.gen itu melalui Norman Virus Control dengan kemampuan Sandbox, yakni mendeteksi varian virus baru tanpa update pada aplikasi antivirus.


Menyusul Rontokbro adalah Small.KL yang lebih dikenal sebagai KamaSutra, Nyxem, Blackmal sebagai virus dengan tingkat penyebaran tertinggi selama Januari-Februari 2006.


Small.KL tergolong virus berbahaya karena bisa menghapus seluruh dokumen dalam hard disk komputer melalui serangan yang dijadwalkan berlangsung setiap hari ketiga dalam satu bulan.


Virus ini menyebar akhir bulan lalu, walaupun serangan pertama pada 3 Februari tidak begitu meluas-secara global maupun lokal pengguna perlu mewaspadai serangan pada bulan-bulan berikutnya.


Salah satu cara menangkal Small.KL adalah senantiasa memperbarui aplikasi antivirus, maupun menerapkan patch dan update terbaru dari peranti lunak.



Rekayasa sosial



Alfons memaparkan tiga faktor yang menyebabkan Rontokbro bisa menyebar begitu cepat dan mampu bertahan hingga lima bulan. Pertama, penulis virus itu menggunakan teknik rekayasa sosial yang tepat.


Dalam penyebarannya, Rontokbro yang menyebar melalui e-mail menyamar sebagai lampiran dokumen MS Office dan folder. Lampiran itu ditampilkan menarik sehingga pengguna kurang waspada mengklik dokumen yang sebenarnya virus tersebut.


Kedua, adalah penyebaran melalui USB flash disk yang banyak digunakan pengguna komputer terutama di warnet-warnet. Komputer terinfeksi akan menyebarkan Rontokbro yang--menyamar sebagai dokumen MS Office--secara otomatis ke USB flash disk.
"Pengguna tentunya harus mengklik dokumen itu agar Rontokbro masuk ke PC bersih. Penyebaran melalui USB ini sangat efektif di Indonesia memanfaatkan ciri khas pengguna komputer Indonesia," tutur Alfons.


Ketiga, varian Rontokbro terbaru mulai dilengkapi kemampuan menyebar melalui Local Area Network (LAN) yang biasa digunakan di perkantoran. Rontokbro akan menyamarkan dirinya sebagai shared folder dengan nama-nama menarik.


Menurut Alfons, ketiga cara itu tergolong rekayasa sosial karena membutuhkan campur tangan pengguna--dalam hal ini mengklik dokumen palsu--agar Rontokbro bisa menginfeksi komputer.


Deskripsi Alternatif :

JAKARTA: Jumlah insiden malware di Indonesia selama lima bulan terakhir didominasi penyebaran virus buatan lokal. Sementara itu, pengguna agar tetap mewaspadai serangan virus berbahaya yang jatuh pada hari ketiga setiap bulannya.


Virus lokal itu adalah Rontokbro yang selama tiga bulim berturut-turut tercatat sebagai malware dengan jumlah insiden terbanyak. Virus itu langsung menyebar cepat sejak ditemukan Vaksincom pada pertengahan Oktober 2005.


Memasuki tahun ini, perusahaan anti virus itu mencatat insiden Rontokbro mencakup hampir 46% dari total penyebaran virus pada Januari hingga Februari. Hingga saat ini, varian virus itu mencapai 70 jenis varian terbaru adalah W32/Rontokbro.CB.
"Varian virus lokal itu bisa jadi lebih banyak karena 'Suspicious_M.gen'-virus dengan penyebaran terbanyak keempat terdeteksi sebagai varian baru Rontokbro," kata Presdir PT Vaksincom Antonius Alfons Tanujaya kemarin.


Vaksincom mendeteksi virus yang disebutnya. sebagai Suspicious_M.gen itu melalui Norman Virus Control dengan kemampuan Sandbox, yakni mendeteksi varian virus baru tanpa update pada aplikasi antivirus.


Menyusul Rontokbro adalah Small.KL yang lebih dikenal sebagai KamaSutra, Nyxem, Blackmal sebagai virus dengan tingkat penyebaran tertinggi selama Januari-Februari 2006.


Small.KL tergolong virus berbahaya karena bisa menghapus seluruh dokumen dalam hard disk komputer melalui serangan yang dijadwalkan berlangsung setiap hari ketiga dalam satu bulan.


Virus ini menyebar akhir bulan lalu, walaupun serangan pertama pada 3 Februari tidak begitu meluas-secara global maupun lokal pengguna perlu mewaspadai serangan pada bulan-bulan berikutnya.


Salah satu cara menangkal Small.KL adalah senantiasa memperbarui aplikasi antivirus, maupun menerapkan patch dan update terbaru dari peranti lunak.



Rekayasa sosial



Alfons memaparkan tiga faktor yang menyebabkan Rontokbro bisa menyebar begitu cepat dan mampu bertahan hingga lima bulan. Pertama, penulis virus itu menggunakan teknik rekayasa sosial yang tepat.


Dalam penyebarannya, Rontokbro yang menyebar melalui e-mail menyamar sebagai lampiran dokumen MS Office dan folder. Lampiran itu ditampilkan menarik sehingga pengguna kurang waspada mengklik dokumen yang sebenarnya virus tersebut.


Kedua, adalah penyebaran melalui USB flash disk yang banyak digunakan pengguna komputer terutama di warnet-warnet. Komputer terinfeksi akan menyebarkan Rontokbro yang--menyamar sebagai dokumen MS Office--secara otomatis ke USB flash disk.
"Pengguna tentunya harus mengklik dokumen itu agar Rontokbro masuk ke PC bersih. Penyebaran melalui USB ini sangat efektif di Indonesia memanfaatkan ciri khas pengguna komputer Indonesia," tutur Alfons.


Ketiga, varian Rontokbro terbaru mulai dilengkapi kemampuan menyebar melalui Local Area Network (LAN) yang biasa digunakan di perkantoran. Rontokbro akan menyamarkan dirinya sebagai shared folder dengan nama-nama menarik.


Menurut Alfons, ketiga cara itu tergolong rekayasa sosial karena membutuhkan campur tangan pengguna--dalam hal ini mengklik dokumen palsu--agar Rontokbro bisa menginfeksi komputer.



Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: