Path: Top > Electronics Clipping > PARIWISATA

Visa Kedatangan Akan Diperpanjang

KOMPAS, Selasa, 21 Maret 2006, Hal.18
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2012-02-18 15:07:23
Oleh : (DOT/TAT) , POLBAN
Dibuat : 2006-03-22, dengan 0 file

Keyword : Bali, wisatawan, visa

NUSA DUA, KOMPAS - Pemerintah akan mengupayakan perpanjangan visa kedatangan atau on arrival dari 30 hari menjadi 60-90 hari guna mempercepat pemulihan industri pariwisata di Bali pasca teror bom Bali II Oktober 2005. Perpanjangan masa tinggal itu diikuti dengan usaha membidik pangsa wisatawan asal Timur Tengah.

Janji tersebut disampaikan Wakil Presiden M Jusuf Kalla saat tatap muka dengan masyarakat pelaku wisata di Nusa Dua, Bali, Senin (20/3). Awalnya Kalla mengatakan bahwa berdasarkan data yang ia terima, kondisi industri wisata di Bali sudah mulai pulih. "Dari data yang diberikan kepada saya kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sudah lebih baik. Ada kenaikan sebesar 10 persen dari bulan Januari ke Maret 2006. Bahkan sampai pertengahan Maret 2006 ini rata-rata angka kunjungan wisatawan sudah di atas 2.600 orang per hari. Meskipun dibandingkan September 2005 yang mencapai 5.500 orang per hari, baru sekitar 53 persennya," ujar Kalla.

Namun, para pelaku pariwisata yang hadir justru mengeluh bahwa kondisi belum pulih. Anggota Bali Tourism Board Bagus Sudibyo mengemukakan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali masih minus. "Dibandingkan Januari 2005 minusnya 24 persen, untuk Februari 21 persen, sedangkan Maret 10 persen," kata Bagus.

Angka penurunan itu diperkuat dengan tingkat hunian hotel yang minus 10 persen dari biasanya. Padahal, para pelaku wisata mendengar bahwa tahun 2006 pemerintah menyediakan Rp 67 miliar untuk membantu memulihkan wisata di Bali.

Mendengar keluhan itu, Kalla serta-merta menjanjikan untuk mempermudah pengurusan visa kedatangan sekaligus memperpanjang masa berlakunya. "Percuma juga kalau pengurusan dipermudah kalau masa tinggalnya hanya singkat, sebab lamanya masa tinggal berbanding lurus dengan pengeluaran para turis tersebut. Ya, nanti kita bikin jadi dua atau tiga bulan," kata Kalla.

Pihaknya segera menyampaikan usulan perpanjangan izin tinggal itu kepada Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin. Selain mengusulkan perpanjangan masa tinggal, Kalla juga meminta para pelaku industri wisata di Bali menarik wisatawan dari negara-negara yang masyarakatnya senang berbelanja, seperti negara-negara di Timur Tengah. "Mereka ini berpotensi menggantikan turis dari Amerika dan Eropa," kata Kalla.

Mendengar usulan Wapres, para pelaku usaha mengatakan, mereka kesulitan menarik wisatawan dari Eropa dan Timur Tengah sejak tidak ada lagi dukungan penerbangan langsung maskapai nasional Garuda dari Bali ke negara-negara Eropa. Wayan Kurniase, pelaku wisata dari Kabupaten Tabanan, mengatakan, mempertahankan penerbangan langsung ke Eropa sangat penting karena daerah itu adalah pasar tradisional mereka yang tetap harus dipertahankan.
"Sekarang kita terpaksa bergantung pada maskapai tetangga, seperti Singapore Airlines, dan Malaysia Airlines. Mereka justru membuka rute itu."***

Deskripsi Alternatif :

NUSA DUA, KOMPAS - Pemerintah akan mengupayakan perpanjangan visa kedatangan atau on arrival dari 30 hari menjadi 60-90 hari guna mempercepat pemulihan industri pariwisata di Bali pasca teror bom Bali II Oktober 2005. Perpanjangan masa tinggal itu diikuti dengan usaha membidik pangsa wisatawan asal Timur Tengah.

Janji tersebut disampaikan Wakil Presiden M Jusuf Kalla saat tatap muka dengan masyarakat pelaku wisata di Nusa Dua, Bali, Senin (20/3). Awalnya Kalla mengatakan bahwa berdasarkan data yang ia terima, kondisi industri wisata di Bali sudah mulai pulih. "Dari data yang diberikan kepada saya kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sudah lebih baik. Ada kenaikan sebesar 10 persen dari bulan Januari ke Maret 2006. Bahkan sampai pertengahan Maret 2006 ini rata-rata angka kunjungan wisatawan sudah di atas 2.600 orang per hari. Meskipun dibandingkan September 2005 yang mencapai 5.500 orang per hari, baru sekitar 53 persennya," ujar Kalla.

Namun, para pelaku pariwisata yang hadir justru mengeluh bahwa kondisi belum pulih. Anggota Bali Tourism Board Bagus Sudibyo mengemukakan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali masih minus. "Dibandingkan Januari 2005 minusnya 24 persen, untuk Februari 21 persen, sedangkan Maret 10 persen," kata Bagus.

Angka penurunan itu diperkuat dengan tingkat hunian hotel yang minus 10 persen dari biasanya. Padahal, para pelaku wisata mendengar bahwa tahun 2006 pemerintah menyediakan Rp 67 miliar untuk membantu memulihkan wisata di Bali.

Mendengar keluhan itu, Kalla serta-merta menjanjikan untuk mempermudah pengurusan visa kedatangan sekaligus memperpanjang masa berlakunya. "Percuma juga kalau pengurusan dipermudah kalau masa tinggalnya hanya singkat, sebab lamanya masa tinggal berbanding lurus dengan pengeluaran para turis tersebut. Ya, nanti kita bikin jadi dua atau tiga bulan," kata Kalla.

Pihaknya segera menyampaikan usulan perpanjangan izin tinggal itu kepada Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin. Selain mengusulkan perpanjangan masa tinggal, Kalla juga meminta para pelaku industri wisata di Bali menarik wisatawan dari negara-negara yang masyarakatnya senang berbelanja, seperti negara-negara di Timur Tengah. "Mereka ini berpotensi menggantikan turis dari Amerika dan Eropa," kata Kalla.

Mendengar usulan Wapres, para pelaku usaha mengatakan, mereka kesulitan menarik wisatawan dari Eropa dan Timur Tengah sejak tidak ada lagi dukungan penerbangan langsung maskapai nasional Garuda dari Bali ke negara-negara Eropa. Wayan Kurniase, pelaku wisata dari Kabupaten Tabanan, mengatakan, mempertahankan penerbangan langsung ke Eropa sangat penting karena daerah itu adalah pasar tradisional mereka yang tetap harus dipertahankan.
"Sekarang kita terpaksa bergantung pada maskapai tetangga, seperti Singapore Airlines, dan Malaysia Airlines. Mereka justru membuka rute itu."***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: