Path: Top > Electronics Clipping > BISNIS DAN EKONOMI

Laba Januari 2006 Tumbuh Signifikan

KOMPAS, Jumat, 17 Maret 2006, Hal.19
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 13:46:07
Oleh : (FAJ) , POLBAN
Dibuat : 2006-03-22, dengan 0 file

Keyword : Bank syariah, marjin, bunga

JAKARTA, KOMPAS - Perbankan syariah menunjukkan kinerja yang semakin baik sekalipun kondisi makro-ekonomi belum stabil. Salah satu indikasinya adalah laba Januari 2006 meningkat signifikan.


Berdasarkan data Bank Indonesia, laba perbankan syariah selama Januari 2006 mencapai Rp 31,34 millar, naik 70,1 persen dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 18,43 millar.


Perbankan syariah terdiri atas tiga bank umum syariah dan 19 unit usaha syariah. Total aset perbankan syariah mencapai Rp 20,58 triliun atau 1,40 persen dibandingkan dengan total aset perbankan di Indonesia yang senilai Rp 1.469,83 triliun.


Kepala Unit Usaha Syariah Bank Permata Ismi Kushartanto, Kamis (16/3) di Jakarta, menjelaskan, ada sejumlah faktor yang memicu peningkatan laba. Pertama, kualitas pinjaman semakin baik, ditandai rendahnya rasio bermasalah (non-performing financing/NPF). Rasio pembiayaan bermasalah perbankan syariah Januari 2006 hanya 3,54 persen.


Kedua, porsi pembiayaan bagi hasil terus naik. Pola ini umumnya memberi keuntungan yang lebih besar kepada bank syariah. Ketiga, biaya dana relatif stabil.


Pembiayaan berpola bagi hasil per Januari 2006 mencapai Rp 4,85 triliun, atau 32,26 persen dari total pembiayaan perbankan syariah senilai Rp 15,04 triliun. Pembiayaan bagi hasil terdiri dari dua pola, yaitu mudarabah dan musyarakah.


Porsi pembiayaan bagi hasil terhadap total pembiayaan memang cenderung naik. Per Maret 2005 mencapai 30,28 persen.


Tiadanya sistem bunga, juga turut memicu pertumbuhan laba perbankan syariah. Melonjaknya suku bunga moneter pada periode akhir tahun 2005 membuat bank konvensional merugi. Pasalnya, bank harus menaikkan suku bunga agar tidak ditinggalkan nasabahnya. Di sisi lain, bank sulit menaikkan bunga kredit mengingat sektor riil tengah lesu. Dampaknya, marjin bunga makin kecil.


Adapun marjin keuntungan bank syariah cenderung stabil. Alasannya, imbal hasil yang diterima bank syariah dari debitor selalu sebanding dengan imbal hasil dari bank syariah kepada nasabah penyimpan.***

Deskripsi Alternatif :

JAKARTA, KOMPAS - Perbankan syariah menunjukkan kinerja yang semakin baik sekalipun kondisi makro-ekonomi belum stabil. Salah satu indikasinya adalah laba Januari 2006 meningkat signifikan.


Berdasarkan data Bank Indonesia, laba perbankan syariah selama Januari 2006 mencapai Rp 31,34 millar, naik 70,1 persen dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 18,43 millar.


Perbankan syariah terdiri atas tiga bank umum syariah dan 19 unit usaha syariah. Total aset perbankan syariah mencapai Rp 20,58 triliun atau 1,40 persen dibandingkan dengan total aset perbankan di Indonesia yang senilai Rp 1.469,83 triliun.


Kepala Unit Usaha Syariah Bank Permata Ismi Kushartanto, Kamis (16/3) di Jakarta, menjelaskan, ada sejumlah faktor yang memicu peningkatan laba. Pertama, kualitas pinjaman semakin baik, ditandai rendahnya rasio bermasalah (non-performing financing/NPF). Rasio pembiayaan bermasalah perbankan syariah Januari 2006 hanya 3,54 persen.


Kedua, porsi pembiayaan bagi hasil terus naik. Pola ini umumnya memberi keuntungan yang lebih besar kepada bank syariah. Ketiga, biaya dana relatif stabil.


Pembiayaan berpola bagi hasil per Januari 2006 mencapai Rp 4,85 triliun, atau 32,26 persen dari total pembiayaan perbankan syariah senilai Rp 15,04 triliun. Pembiayaan bagi hasil terdiri dari dua pola, yaitu mudarabah dan musyarakah.


Porsi pembiayaan bagi hasil terhadap total pembiayaan memang cenderung naik. Per Maret 2005 mencapai 30,28 persen.


Tiadanya sistem bunga, juga turut memicu pertumbuhan laba perbankan syariah. Melonjaknya suku bunga moneter pada periode akhir tahun 2005 membuat bank konvensional merugi. Pasalnya, bank harus menaikkan suku bunga agar tidak ditinggalkan nasabahnya. Di sisi lain, bank sulit menaikkan bunga kredit mengingat sektor riil tengah lesu. Dampaknya, marjin bunga makin kecil.


Adapun marjin keuntungan bank syariah cenderung stabil. Alasannya, imbal hasil yang diterima bank syariah dari debitor selalu sebanding dengan imbal hasil dari bank syariah kepada nasabah penyimpan.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: