Path: Top > Electronics Clipping > PARIWISATA

Pengembangan Krakatau Belum Maksimal

KOMPAS, Senin, 22 Mei 2006, Hal.23
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2012-02-18 15:07:26
Oleh : (HLN/NAL), POLBAN
Dibuat : 2006-05-24, dengan 0 file

Keyword : Kepulauan Krakatau, daerah tujuan wisata

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS : Pengelolaan kawasan cagar alam Kepulauan Krakatau sebagai kawasan wisata minat khusus dinilai belum optimal sehingga banyak wisatawan yang bisa masuk tanpa izin.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Lampung Agus Harianta, Jumat (19/5), menjelaskan kekhawatirannya karena kawasan cagar alam tersebut meliputi Gunung Anak Krakatau yang sekarang sedang aktif dan dalam status waspada.

Para wisatawan tersebut umumnya datang dari Provinsi Banten yang lebih dekat jaraknya ke kawasan Krakatau. Padahal, pos pengamatan kawasan Krakatau berada di Pulau Sertung.

Pulau Gunung Anak Krakatau berada di antara Banten dan Pulau Sertung. Para wisatawan tersebut praktis tidak melapor kepada petugas pengawasan. Jumlah petugas pun tidak memadai untuk melakukan pemantauan yang maksimal.
"Kalau gunung sedang bereaksi, kemungkinan mereka tidak tahu karena pemimpin rombongan biasanya tidak mengetahui status gunung. Selain itu, karena tidak ada pengawasan petugas, bisa saja rombongan merusak kawasan hutan yang merupakan suksesi alami di Gunung Anak Krakatau," katanya.

Kawasan itu memiliki daya tarik kuat karena secara historis letusan Krakatau pada 27 Agustus 1883 tercatat sebagai letusan terbesar abad itu, menewaskan 36.417 jiwa serta menimbulkan tsunami setinggi 30 meter.

Kini Balai Konservasi Sumber Daya Alam Lampung menyiapkan konsep pengembangan Krakatau sebagai tujuan wisata minat khusus dan akan menambah petugas patroli dan pendamping untuk menjelaskan kejadian suksesi alam ataupun sejarah geologis Gunung Anak Krakatau.

Di Padang, kawasan wisata Pantai Aia Manih dengan Batu Malinkundang dan kawasan wisata Gunung Padang dengan makam dan taman Siti Nurbaya tahun ini diprioritaskan pengembangannya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Erizon mengatakan, Kota Padang akan dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata utama karena selama ini hanya menjadi pintu gerbang pariwisata Indonesia bagian barat.

Karena jumlah wisatawan mengalami kenaikan, maka di Padang kini dibuka lagi satu hotel bintang tiga, The Ambacang Hotel.***

Deskripsi Alternatif :

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS : Pengelolaan kawasan cagar alam Kepulauan Krakatau sebagai kawasan wisata minat khusus dinilai belum optimal sehingga banyak wisatawan yang bisa masuk tanpa izin.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Lampung Agus Harianta, Jumat (19/5), menjelaskan kekhawatirannya karena kawasan cagar alam tersebut meliputi Gunung Anak Krakatau yang sekarang sedang aktif dan dalam status waspada.

Para wisatawan tersebut umumnya datang dari Provinsi Banten yang lebih dekat jaraknya ke kawasan Krakatau. Padahal, pos pengamatan kawasan Krakatau berada di Pulau Sertung.

Pulau Gunung Anak Krakatau berada di antara Banten dan Pulau Sertung. Para wisatawan tersebut praktis tidak melapor kepada petugas pengawasan. Jumlah petugas pun tidak memadai untuk melakukan pemantauan yang maksimal.
"Kalau gunung sedang bereaksi, kemungkinan mereka tidak tahu karena pemimpin rombongan biasanya tidak mengetahui status gunung. Selain itu, karena tidak ada pengawasan petugas, bisa saja rombongan merusak kawasan hutan yang merupakan suksesi alami di Gunung Anak Krakatau," katanya.

Kawasan itu memiliki daya tarik kuat karena secara historis letusan Krakatau pada 27 Agustus 1883 tercatat sebagai letusan terbesar abad itu, menewaskan 36.417 jiwa serta menimbulkan tsunami setinggi 30 meter.

Kini Balai Konservasi Sumber Daya Alam Lampung menyiapkan konsep pengembangan Krakatau sebagai tujuan wisata minat khusus dan akan menambah petugas patroli dan pendamping untuk menjelaskan kejadian suksesi alam ataupun sejarah geologis Gunung Anak Krakatau.

Di Padang, kawasan wisata Pantai Aia Manih dengan Batu Malinkundang dan kawasan wisata Gunung Padang dengan makam dan taman Siti Nurbaya tahun ini diprioritaskan pengembangannya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Erizon mengatakan, Kota Padang akan dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata utama karena selama ini hanya menjadi pintu gerbang pariwisata Indonesia bagian barat.

Karena jumlah wisatawan mengalami kenaikan, maka di Padang kini dibuka lagi satu hotel bintang tiga, The Ambacang Hotel.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: