Path: Top > Electronics Clipping > ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI > AERONAUTIKA

Adam Air Akui Langgar Prosedur

BISNIS INDONESI, Rabu, 15 Februari 2006, Hal.5
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 13:45:54
Oleh : John A. Oktaveri , POLBAN
Dibuat : 2006-02-16, dengan 0 file

Keyword : Navigasi, pesawat, Adam Air

JAKARTA: Adam Air mengakui terjadi kesalahan prosedur penerbangan dari Bandara Tambulaka, Nusa Tenggara Timur, ke Bandara Hasanuddin, Makassar, saat mengevakuasi penumpang sehari setelah pesawat mengalami kegagalan navigasi ketika terbang dari Jakarta ke Makassar pekan lalu.


Vice President Communication PT Adam SkyConnection Dave Laksono mengatakan penerbangan yang dilakukan oleh direktur operasi maskapai itu merupakan tindakan darurat untuk mengamankan penumpang dan pesawat.
"Kami menerima segala bentuk teguran dari pihak regulator atas kekhilafan itu. Tindakan tersebut merupakan langkah darurat untuk mengamankan personil kami serta penumpang dan aset Adam Air," kata Dave kepada pers kemarin.


Namun dia tidak bersedia berkomentar soal kesa1ahan prosedur itu secara detail karena saat ini penyelidikan oleh tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang bekerja.


Menurut Dave, pihaknya belum bisa mengungkapkan siapa yang memberikan izin penerbangan (flight approval-FA) pesawat dengan nomor penerbangan DHI782 tersebut.


Sesuai peraturan penerbangan, setiap pilot yang akan menerbangkan pesawat wajib terlebih dahulu mendapatkan FA dari pihak berwenang, yakni Ditjen Perhubungan Udara Dephub.
"Saya belum bisa berkomentar soal itu," katanya ketika ditanya apakah pilot Adam Air sudah mengantongi FA untuk terbang dari Tambulaka ke Makassar. Dave juga tidak menjawab siapa pejabat yang menandatangani FA itu kalau memang sudah diperoleh pada penerbangan 12 Februari.


Dia membantah jika penerbangan itu disengaja untuk menghilangkan barang bukti penyelidikan KNKT. Penerbangan itu, kata Dave, dilakukan sebelum tim KNKT sampai di Tambulaka karena telah terjadi kesalahan komunikasi di mana seharusnya tim investigasi itu datang bersama pesawat Adam Air pengganti (Boeing 737-200) dari Denpasar ke Tambulaka.



Sanksi tegas



Sementara itu, Menhub M. Hatta Rajasa menyatakan akan memberikan sanksi tegas kepada pejabat Ditjen Perhubungan Udara yang mengeluarkan FA kepada pesawat Adam Air tersebut.
"Irjen Dephub sedang memeriksa yang bersangkutan. Ke dalam [Dephub], akan ada sanksi yang jelas, karena saya ingin menegakkan hal-hal yang menyangkut aturan dan prosedur menyangkut penerbangan. Kalau tidak repot," ujarnya.


Menhub menyatakan telah menginstruksikan Inspektur Jenderal Dephub Budhi Muliawan Suyitno untuk mengeluarkan surat pemeriksaan kepada salah seorang pejabat eselon dua di Ditjen Perhubungan Udara.
"Harus ada aturan tegas supaya kami bisa mengelola penerbangan dengan aman dan baik," tandasnya.


Menurut Hatta, pesawat B737-300 yang sebelumnnya mendarat darurat di Bandara Tambolaka diterbangkan oleh pilot Adam Air setelah memperoleh FA dari Ditjen Perhubungan Udara. Namun, Menhub tidak bersedia menyebutkan nama pejabat yang mengeluarkan FA itu.


Dia menyatakan insiden pendaratan darurat tanpa sistem navigasi dan alat komunikasi di bandara Tambolaka termasuk peristiwa baru di ruang udara Indonesia.
"Ini baru pertama kali terjadi, suatu peristiwa yang langka, aneh tapi nyata," kata Hatta.


Ketua KNKT Setio Rahardjo menyatakan saat ini tim investigasi KNKT masih berada di Makassar untuk menyelidiki insiden penerbangan tanpa arah sampai pendaratan darurat di bandara Tambolaka, Sumba NTT.
"Tim KNKT masih berada di Makassar untuk memeriksa pesawat Boeing 737-300 itu," katanya.


KNKT, ungkapnya, tidak akan turut campur menyelidiki pemindahan pesawat dari Tambolaka ke Makassar yang dianggap melanggar aturan kelaikan penerbangan.

Deskripsi Alternatif :

JAKARTA: Adam Air mengakui terjadi kesalahan prosedur penerbangan dari Bandara Tambulaka, Nusa Tenggara Timur, ke Bandara Hasanuddin, Makassar, saat mengevakuasi penumpang sehari setelah pesawat mengalami kegagalan navigasi ketika terbang dari Jakarta ke Makassar pekan lalu.


Vice President Communication PT Adam SkyConnection Dave Laksono mengatakan penerbangan yang dilakukan oleh direktur operasi maskapai itu merupakan tindakan darurat untuk mengamankan penumpang dan pesawat.
"Kami menerima segala bentuk teguran dari pihak regulator atas kekhilafan itu. Tindakan tersebut merupakan langkah darurat untuk mengamankan personil kami serta penumpang dan aset Adam Air," kata Dave kepada pers kemarin.


Namun dia tidak bersedia berkomentar soal kesa1ahan prosedur itu secara detail karena saat ini penyelidikan oleh tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang bekerja.


Menurut Dave, pihaknya belum bisa mengungkapkan siapa yang memberikan izin penerbangan (flight approval-FA) pesawat dengan nomor penerbangan DHI782 tersebut.


Sesuai peraturan penerbangan, setiap pilot yang akan menerbangkan pesawat wajib terlebih dahulu mendapatkan FA dari pihak berwenang, yakni Ditjen Perhubungan Udara Dephub.
"Saya belum bisa berkomentar soal itu," katanya ketika ditanya apakah pilot Adam Air sudah mengantongi FA untuk terbang dari Tambulaka ke Makassar. Dave juga tidak menjawab siapa pejabat yang menandatangani FA itu kalau memang sudah diperoleh pada penerbangan 12 Februari.


Dia membantah jika penerbangan itu disengaja untuk menghilangkan barang bukti penyelidikan KNKT. Penerbangan itu, kata Dave, dilakukan sebelum tim KNKT sampai di Tambulaka karena telah terjadi kesalahan komunikasi di mana seharusnya tim investigasi itu datang bersama pesawat Adam Air pengganti (Boeing 737-200) dari Denpasar ke Tambulaka.



Sanksi tegas



Sementara itu, Menhub M. Hatta Rajasa menyatakan akan memberikan sanksi tegas kepada pejabat Ditjen Perhubungan Udara yang mengeluarkan FA kepada pesawat Adam Air tersebut.
"Irjen Dephub sedang memeriksa yang bersangkutan. Ke dalam [Dephub], akan ada sanksi yang jelas, karena saya ingin menegakkan hal-hal yang menyangkut aturan dan prosedur menyangkut penerbangan. Kalau tidak repot," ujarnya.


Menhub menyatakan telah menginstruksikan Inspektur Jenderal Dephub Budhi Muliawan Suyitno untuk mengeluarkan surat pemeriksaan kepada salah seorang pejabat eselon dua di Ditjen Perhubungan Udara.
"Harus ada aturan tegas supaya kami bisa mengelola penerbangan dengan aman dan baik," tandasnya.


Menurut Hatta, pesawat B737-300 yang sebelumnnya mendarat darurat di Bandara Tambolaka diterbangkan oleh pilot Adam Air setelah memperoleh FA dari Ditjen Perhubungan Udara. Namun, Menhub tidak bersedia menyebutkan nama pejabat yang mengeluarkan FA itu.


Dia menyatakan insiden pendaratan darurat tanpa sistem navigasi dan alat komunikasi di bandara Tambolaka termasuk peristiwa baru di ruang udara Indonesia.
"Ini baru pertama kali terjadi, suatu peristiwa yang langka, aneh tapi nyata," kata Hatta.


Ketua KNKT Setio Rahardjo menyatakan saat ini tim investigasi KNKT masih berada di Makassar untuk menyelidiki insiden penerbangan tanpa arah sampai pendaratan darurat di bandara Tambolaka, Sumba NTT.
"Tim KNKT masih berada di Makassar untuk memeriksa pesawat Boeing 737-300 itu," katanya.


KNKT, ungkapnya, tidak akan turut campur menyelidiki pemindahan pesawat dari Tambolaka ke Makassar yang dianggap melanggar aturan kelaikan penerbangan.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: