Path: Top > Electronics Clipping > ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI > KIMIA, LINGKUNGAN & ENERGI

Polusi Udara dalam Rumah Mematikan

KOMPAS, Selasa, 14 Februari 2006, Hal.13
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 14:03:02
Oleh : Nasru Alam Aziz, POLBAN
Dibuat : 2006-02-15, dengan 0 file

Keyword : Polusi udara

DUBAI, KOMPAS - Polusi udara yang terjadi akibat penggunaan kayu bakar di dalam rumah, secara global menempati 10 besar penyebab kematian, di samping seks bebas, tekanan darah tinggi, dan malaria. Polusi udara dalam rumah diperkirakan jadi penyebab 2,4 juta kasus kematian prematur per tahun.



Antara 10-20 persen bahan bakar biomassa yang digunakan di rumah-rumah tangga tidak terbakar secara sempurna. Hal itu memicu penyebaran polusi ke udara yang sangat membahayakan kesehatan, sebagaimana dipaparkan dalam Global Environment Outlook Year Book 2006.



GEO Year Book 2006 diluncurkan oleh Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) pekan lalu dan dipresentasikan pada pertemuan Dewan Pemerintahan Forum Kementerian Lingkungan Hidup Global (GCIGMEF), yang berlangsung 7-9 Februari 2006 di Dubai, Uni Emirat Arab.



Menurut GEO Book Year 2006, pasokan dua pertiga kebutuhan energi pada masa depan akan mengandalkan negara-negara berkembang, yang paling sedikit 1,6 miliar penduduknya belum memiliki akses terhadap listrik. Lebih dari separuh penduduk negara sedang berkembang masih bergantung pada bahan bakar biologis termasuk kayu, limbah peternakan dan pertanian untuk memasak dan keperluan lainnya. Sebagian besar pembakaran di dalam rumah.



Proses pembakaran di dalam maupun di luar rumah melepas partikel-partikel halus yang mengganggu pernapasan dan dapat menyebabkan serangan jantung. Pembakaran biomassa di dalam rumah menghasilkan partikel 300 - 3.000 mikrogramper meter kubik.



Survei di Asia menunjukkan bahwa 18 kota di kawasan itu kadar rata-rata partikelnya melebihi ambang batas Uni Eropa. Polusi akibat industri dan kendaraan menjadi pemicu sekitar 800.000 kematian prematur per tahun, 65 persen terjadi di negara berkembang Asia.




Keuntungan ekonomi




GEO Year Book 2006 juga menggarisbawahi bahwa negara-negara atau kota-kota yang mengarahkan kebijakannya pada pengurangan polusi udara akan mendapatkan keuntungan ekonomi yang signifikan. Keuntungan termasuk menekan angka kematian prematur, anggaran kesehatan menjadi lebih rendah, karena berbagai gangguan kesehatan akibat polusi menurun.



Diungkapkan bahwa penggunaan dan pembangkitan energi merupakan sumber utama polusi udara. Secara umum, keuntungan ekonomi yang dapat diraih dengan menekan polusi udara, bisa melebihi enam kali lipat besarnya biaya yang dikeluarkan untuk langkah pengendalian polusi di pabrik-pabrik, pembangkit listrik, dan kendaraan bermotor. Hal itu telah dibuktikan Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (EPA) Amerika Serikat dan pengalaman Kota Meksiko dan Santiago.

Deskripsi Alternatif :

DUBAI, KOMPAS - Polusi udara yang terjadi akibat penggunaan kayu bakar di dalam rumah, secara global menempati 10 besar penyebab kematian, di samping seks bebas, tekanan darah tinggi, dan malaria. Polusi udara dalam rumah diperkirakan jadi penyebab 2,4 juta kasus kematian prematur per tahun.



Antara 10-20 persen bahan bakar biomassa yang digunakan di rumah-rumah tangga tidak terbakar secara sempurna. Hal itu memicu penyebaran polusi ke udara yang sangat membahayakan kesehatan, sebagaimana dipaparkan dalam Global Environment Outlook Year Book 2006.



GEO Year Book 2006 diluncurkan oleh Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) pekan lalu dan dipresentasikan pada pertemuan Dewan Pemerintahan Forum Kementerian Lingkungan Hidup Global (GCIGMEF), yang berlangsung 7-9 Februari 2006 di Dubai, Uni Emirat Arab.



Menurut GEO Book Year 2006, pasokan dua pertiga kebutuhan energi pada masa depan akan mengandalkan negara-negara berkembang, yang paling sedikit 1,6 miliar penduduknya belum memiliki akses terhadap listrik. Lebih dari separuh penduduk negara sedang berkembang masih bergantung pada bahan bakar biologis termasuk kayu, limbah peternakan dan pertanian untuk memasak dan keperluan lainnya. Sebagian besar pembakaran di dalam rumah.



Proses pembakaran di dalam maupun di luar rumah melepas partikel-partikel halus yang mengganggu pernapasan dan dapat menyebabkan serangan jantung. Pembakaran biomassa di dalam rumah menghasilkan partikel 300 - 3.000 mikrogramper meter kubik.



Survei di Asia menunjukkan bahwa 18 kota di kawasan itu kadar rata-rata partikelnya melebihi ambang batas Uni Eropa. Polusi akibat industri dan kendaraan menjadi pemicu sekitar 800.000 kematian prematur per tahun, 65 persen terjadi di negara berkembang Asia.




Keuntungan ekonomi




GEO Year Book 2006 juga menggarisbawahi bahwa negara-negara atau kota-kota yang mengarahkan kebijakannya pada pengurangan polusi udara akan mendapatkan keuntungan ekonomi yang signifikan. Keuntungan termasuk menekan angka kematian prematur, anggaran kesehatan menjadi lebih rendah, karena berbagai gangguan kesehatan akibat polusi menurun.



Diungkapkan bahwa penggunaan dan pembangkitan energi merupakan sumber utama polusi udara. Secara umum, keuntungan ekonomi yang dapat diraih dengan menekan polusi udara, bisa melebihi enam kali lipat besarnya biaya yang dikeluarkan untuk langkah pengendalian polusi di pabrik-pabrik, pembangkit listrik, dan kendaraan bermotor. Hal itu telah dibuktikan Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (EPA) Amerika Serikat dan pengalaman Kota Meksiko dan Santiago.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: