Path: Top > Electronics Clipping > HUKUM

Belasan Ribu Buruh Demo Tolak Revisi UU, DPRD dan Plt Gubernur Banten Keluarkan Pernyataan Sikap

KOMPAS, Jumat, 31 Maret 2006, Hal.28
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2012-02-18 15:07:24
Oleh : (NTA/KSP) , POLBAN
Dibuat : 2006-04-04, dengan 0 file

Keyword : Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, tenaga kerja

SERANG, KOMPAS - Sekitar 12.000 buruh dari ratusan perusahaan di Banten, Rabu (29/3), berunjuk rasa menolak revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Mereka mendesak Ketua DPRD Banten Ady Surya Dharma dan Pelaksana Tugas Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah turut menolaknya.

Unjuk rasa diawali dengan konvoi kendaraan dari kawasan industri Cikande, Tangerang, dan Cilegon menuju gedung DPRD di Jalan Jenderal Sudirman, Serang. Belasan ribu buruh langsung mengepung gedung DPRD sehingga mengganggu arus lalu lintas di jalan tersebut. Pihak kepolisian terpaksa menutup ruas Jalan Jenderal Sudirman dan mengalihkan kendaraan yang akan melintas ke jalan tersebut.

Selain berorasi, para buruh membawa berbagai kertas karton bertuliskan kecaman kepada pemerintah pusat yang akan merevisi UU No.13/2003. Mereka juga membawa keranda sebagai simbol matinya hak-hak buruh.


Keluarkan pernyataan sikap


Sejumlah perwakilan buruh menemui para anggota DPRD Banten. Beberapa saat setelah pertemuan, Ketua DPRD Ady Surya langsung menemui buruh dan membacakan pernyataan sikap. DPRD menyatakan turut menolak revisi UU dan berjanji akan meminta DPR membatalkan revisi UU Ketenagakerjaan.

Para buruh menilai, banyak pasal revisi yang merugikan kepentingan buruh. Salah satunya adalah aturan mengenai pemberian uang pesangon.

Seusai bertemu dengan DPRD, belasan ribu buruh kembali berkonvoi ke Kantor Gubernur Banten di Jalan Veteran. Konvoi buruh itu mengakibatkan arus lalu lintas di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Ahmad Yani, Veteran, Ki Mas Jong, dan Diponegoro terganggu.

Tidak seperti biasanya, Ratu Atut Chosiyah bersedia menemui para buruh yang sedang berunjuk rasa itu. Di depan belasan ribu buruh, ia membacakan pernyataan sikap. Sama seperti DPRD, Pemerintah Provinsi Banten juga menyatakan mendukung buruh, menolak rencana pemerintah pusat merevisi UU No.13/2003.


Buruh Sanyo mogok


Di tempat terpisah, sedikitnya 4.000 buruh PT Sanyo Jaya Components Indonesia (SJCI) hari Rabu mogok kerja di kawasan pabrik di Jalan Raya Bogor Km 35, Cimanggis, Depok. Mereka menuntut manajemen menyelesaikan perjanjian kerja bersama (PKB) ihwal penyesuaian dan kenaikan upah yang seharusnya diberlakukan 1 Januari lalu.

Ketua Serikat Pekerja PT SJCI Iswan Abdullah mengungkapkan, hal paling krusial yang menyebabkan pekerja mogok adalah adanya pelanggaran PKB oleh PT SJCI karena manajemen belum mau memenuhi Pasal 46 dalam PKB soal penyesuaian dan kenaikan upah.

Ike Farida, kuasa hukum PT SJCI, dalam keterangan persnya kepada Kompas semalam mengatakan, selama tahun 2005, situasi keuangan kliennya dalam keadaan tidak normal.

Ia menilai mogok yang dilakukan buruh PT SJCI ilegal. Mereka bisa kehilangan pekerjaan akibat aksi ilegal itu.***

Deskripsi Alternatif :

SERANG, KOMPAS - Sekitar 12.000 buruh dari ratusan perusahaan di Banten, Rabu (29/3), berunjuk rasa menolak revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Mereka mendesak Ketua DPRD Banten Ady Surya Dharma dan Pelaksana Tugas Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah turut menolaknya.

Unjuk rasa diawali dengan konvoi kendaraan dari kawasan industri Cikande, Tangerang, dan Cilegon menuju gedung DPRD di Jalan Jenderal Sudirman, Serang. Belasan ribu buruh langsung mengepung gedung DPRD sehingga mengganggu arus lalu lintas di jalan tersebut. Pihak kepolisian terpaksa menutup ruas Jalan Jenderal Sudirman dan mengalihkan kendaraan yang akan melintas ke jalan tersebut.

Selain berorasi, para buruh membawa berbagai kertas karton bertuliskan kecaman kepada pemerintah pusat yang akan merevisi UU No.13/2003. Mereka juga membawa keranda sebagai simbol matinya hak-hak buruh.


Keluarkan pernyataan sikap


Sejumlah perwakilan buruh menemui para anggota DPRD Banten. Beberapa saat setelah pertemuan, Ketua DPRD Ady Surya langsung menemui buruh dan membacakan pernyataan sikap. DPRD menyatakan turut menolak revisi UU dan berjanji akan meminta DPR membatalkan revisi UU Ketenagakerjaan.

Para buruh menilai, banyak pasal revisi yang merugikan kepentingan buruh. Salah satunya adalah aturan mengenai pemberian uang pesangon.

Seusai bertemu dengan DPRD, belasan ribu buruh kembali berkonvoi ke Kantor Gubernur Banten di Jalan Veteran. Konvoi buruh itu mengakibatkan arus lalu lintas di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Ahmad Yani, Veteran, Ki Mas Jong, dan Diponegoro terganggu.

Tidak seperti biasanya, Ratu Atut Chosiyah bersedia menemui para buruh yang sedang berunjuk rasa itu. Di depan belasan ribu buruh, ia membacakan pernyataan sikap. Sama seperti DPRD, Pemerintah Provinsi Banten juga menyatakan mendukung buruh, menolak rencana pemerintah pusat merevisi UU No.13/2003.


Buruh Sanyo mogok


Di tempat terpisah, sedikitnya 4.000 buruh PT Sanyo Jaya Components Indonesia (SJCI) hari Rabu mogok kerja di kawasan pabrik di Jalan Raya Bogor Km 35, Cimanggis, Depok. Mereka menuntut manajemen menyelesaikan perjanjian kerja bersama (PKB) ihwal penyesuaian dan kenaikan upah yang seharusnya diberlakukan 1 Januari lalu.

Ketua Serikat Pekerja PT SJCI Iswan Abdullah mengungkapkan, hal paling krusial yang menyebabkan pekerja mogok adalah adanya pelanggaran PKB oleh PT SJCI karena manajemen belum mau memenuhi Pasal 46 dalam PKB soal penyesuaian dan kenaikan upah.

Ike Farida, kuasa hukum PT SJCI, dalam keterangan persnya kepada Kompas semalam mengatakan, selama tahun 2005, situasi keuangan kliennya dalam keadaan tidak normal.

Ia menilai mogok yang dilakukan buruh PT SJCI ilegal. Mereka bisa kehilangan pekerjaan akibat aksi ilegal itu.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: