Path: Top > Electronics Clipping > ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI > KIMIA, LINGKUNGAN & ENERGI

Minyak Jarak untuk Desa;




Warga Diminta Menanam untuk Pemakaian Sendiri

KOMPAS, Senin, 6 Februari 2006, Hal.18
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 14:03:02
Oleh : OIN/BOY, POLBAN
Dibuat : 2006-02-07, dengan 0 file

Keyword : Minyak jarak, nelayan

Pemerintah menargetkan penggunaan minyak jarak sebanyak 150 liter per hari di pedesaan yang warganya terpaksa membeli minyak tanah dengan harga di atas Rp 5.000 per liter. Pedesaan itu terutama berada di wilayah Selatan Pulau Jawa dan Kawasan Indonesia Timur.



Pemerintah menargetkan, minyak jarak akan menjadi produk utama. Bahan Bakar Nabati (BBN) yang akan menutupi lima persen dari kebutuhan bahan bakar di Indonesia tahun 2025.
"Pola yang akan digunakan adalah seperti yang dilakukan Departemen Pertanian di Cilacap. Mereka bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk menanam pohon jarak dan menggunakan minyak jarak untuk keperluan nelayan," kata Staf Ahli Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Pertanian Bayu Krisna Mukti seusai memimpin rapat gabungan tentang Pengembangan Minyak Jarak Sebagai Energi Alternatif di Departemen Keuangan, Jakarta, Jumat (3/2).



Bayu mengatakan, untuk mencapai tujuan, tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 dan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2006 tertanggal 25 Januari 2006 tentang kebijakan energi. Dalam kedua peraturan itu, Presiden menginstruksikan 13 menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu dan seluruh gubernur untuk mengembangkan minyak jarak.



...................................................................................



...................................................................................



Rendemen ekstraksi minyak jarak kurang lebih 42 persen dan minyak hasil ekstraksi dapat dikonversikan menjadi biodiesel melalui proses trans-esterifikasi dengan menggunakan metanol atau etanol dengan proses yang sederhana. Proses konversi tersebut mempunyai rendemen kurang lebih 98 persen dan menghasilkan produk samping yang bernilai tinggi, seperti gliserol.



Dengan asumsi produktivitas biji jarak lima ton per hektar dan rendemen 42 persen, maka biaya produksi untuk biodiesel diperkirakan Rp 1.224 per liter. Perhitungan didasarkan pada nilai investasi pabrik dengan kapasitas 3.000 ton biodiesel per tahun yang diperkirakan bernilai Rp 3,271 juta.



Minyak jarak juga berpotensi memberikan pendapatan kepada warga di pedesaan sebesar Rp 376 per liter biodiesel. Selain itu, kegiatan ini berpeluang menyerap tenaga kerja sebanyak 277 orang untuk perkebunan dan pabrik biodiesel.

Deskripsi Alternatif :

Pemerintah menargetkan penggunaan minyak jarak sebanyak 150 liter per hari di pedesaan yang warganya terpaksa membeli minyak tanah dengan harga di atas Rp 5.000 per liter. Pedesaan itu terutama berada di wilayah Selatan Pulau Jawa dan Kawasan Indonesia Timur.



Pemerintah menargetkan, minyak jarak akan menjadi produk utama. Bahan Bakar Nabati (BBN) yang akan menutupi lima persen dari kebutuhan bahan bakar di Indonesia tahun 2025.
"Pola yang akan digunakan adalah seperti yang dilakukan Departemen Pertanian di Cilacap. Mereka bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk menanam pohon jarak dan menggunakan minyak jarak untuk keperluan nelayan," kata Staf Ahli Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Pertanian Bayu Krisna Mukti seusai memimpin rapat gabungan tentang Pengembangan Minyak Jarak Sebagai Energi Alternatif di Departemen Keuangan, Jakarta, Jumat (3/2).



Bayu mengatakan, untuk mencapai tujuan, tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 dan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2006 tertanggal 25 Januari 2006 tentang kebijakan energi. Dalam kedua peraturan itu, Presiden menginstruksikan 13 menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu dan seluruh gubernur untuk mengembangkan minyak jarak.



...................................................................................



...................................................................................



Rendemen ekstraksi minyak jarak kurang lebih 42 persen dan minyak hasil ekstraksi dapat dikonversikan menjadi biodiesel melalui proses trans-esterifikasi dengan menggunakan metanol atau etanol dengan proses yang sederhana. Proses konversi tersebut mempunyai rendemen kurang lebih 98 persen dan menghasilkan produk samping yang bernilai tinggi, seperti gliserol.



Dengan asumsi produktivitas biji jarak lima ton per hektar dan rendemen 42 persen, maka biaya produksi untuk biodiesel diperkirakan Rp 1.224 per liter. Perhitungan didasarkan pada nilai investasi pabrik dengan kapasitas 3.000 ton biodiesel per tahun yang diperkirakan bernilai Rp 3,271 juta.



Minyak jarak juga berpotensi memberikan pendapatan kepada warga di pedesaan sebesar Rp 376 per liter biodiesel. Selain itu, kegiatan ini berpeluang menyerap tenaga kerja sebanyak 277 orang untuk perkebunan dan pabrik biodiesel.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: