Path: Top > Electronics Clipping > ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI > KIMIA, LINGKUNGAN & ENERGI

Komitmen Pemda untuk Tanam Jarak

KOMPAS, Selasa, 7 Februari 2006, hal.18
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 14:03:02
Oleh : (OSA), POLBAN
Dibuat : 2006-02-08, dengan 0 file

Keyword : Minyak jarak

JAKARTA, KOMPAS - Komitmen pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar masyarakat, terutama di pedesaan dan kawasan pesisir pantai, tergerak untuk menanami jarak pagar atau Jatropha curcas. Tanpa komitmen, dikhawatirkan biji jarak itu dijadikan komoditas yang menyebabkan harga jual minyak jarak jauh lebih tinggi dari solar.



Direktur Pusat Riset Teknologi Kelautan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Farid Ma'ruf mengungkapkan hal itu di Jakarta, Senin (6/2).



Farid menjelaskan, komitmen pemda diwujudkan, antara lain tidak mempersulit perizinan pendirian pabrik minyak jarak. Sebab, untuk menghasilkan bahan bakar alternatif itu, pengusaha harus memiliki modal berupa mesin produksi seharga Rp 50 juta-Rp 800 juta per unit.



Sebagai proyek percontohan, DKP sudah memulai di perkampungan nelayan di Cilacap, Jawa Tengah. Dukungan pemerintah diharapkan memudahkan terlaksananya program desa energi mandiri ini.
"Jangan sampai biji jarak itu malah dijadikan komoditas untuk diperdagangkan, seperti beras dan gula." kata Farid.



Karena itulah, tutur Farid, komitmen pemda dapat diwujudkan dengan membuat peraturan daerah sehingga biji jarak itu tidak diperdagangkan ke luar daerah itu. Artinya, biji jarak itu ditanam, diolah dan produksinya berupa minyak jarak sepenuhnya dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan masyarakat.



Dia menilai, jika biji jarak disalahgunakan sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan antar daerah, tujuan pelaksanaan program desa energi mandiri dipastikan gagal. Sebab, permainan harga akan terjadi kembali.



Berdasarkan penghitungan DKP, biji jarak sebanyak 300 kilogram yang diolah 6-8 jam dapat menghasilkan 100 liter minyak jarak. Setelah mengalkulasi harga bahan baku dan biaya produksi, minyak jarak itu dapat dijual kembali ke masyarakat pedesaan itu seharga Rp 3.500 per liter.



Kepala Subbidang Program dan Anggaran Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) Minhadi Nursamsu mengatakan, harga minyak jarak itu lebih murah dibandingkan harga solar Rp 4.300 per liter.

Deskripsi Alternatif :

JAKARTA, KOMPAS - Komitmen pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar masyarakat, terutama di pedesaan dan kawasan pesisir pantai, tergerak untuk menanami jarak pagar atau Jatropha curcas. Tanpa komitmen, dikhawatirkan biji jarak itu dijadikan komoditas yang menyebabkan harga jual minyak jarak jauh lebih tinggi dari solar.



Direktur Pusat Riset Teknologi Kelautan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Farid Ma'ruf mengungkapkan hal itu di Jakarta, Senin (6/2).



Farid menjelaskan, komitmen pemda diwujudkan, antara lain tidak mempersulit perizinan pendirian pabrik minyak jarak. Sebab, untuk menghasilkan bahan bakar alternatif itu, pengusaha harus memiliki modal berupa mesin produksi seharga Rp 50 juta-Rp 800 juta per unit.



Sebagai proyek percontohan, DKP sudah memulai di perkampungan nelayan di Cilacap, Jawa Tengah. Dukungan pemerintah diharapkan memudahkan terlaksananya program desa energi mandiri ini.
"Jangan sampai biji jarak itu malah dijadikan komoditas untuk diperdagangkan, seperti beras dan gula." kata Farid.



Karena itulah, tutur Farid, komitmen pemda dapat diwujudkan dengan membuat peraturan daerah sehingga biji jarak itu tidak diperdagangkan ke luar daerah itu. Artinya, biji jarak itu ditanam, diolah dan produksinya berupa minyak jarak sepenuhnya dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan masyarakat.



Dia menilai, jika biji jarak disalahgunakan sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan antar daerah, tujuan pelaksanaan program desa energi mandiri dipastikan gagal. Sebab, permainan harga akan terjadi kembali.



Berdasarkan penghitungan DKP, biji jarak sebanyak 300 kilogram yang diolah 6-8 jam dapat menghasilkan 100 liter minyak jarak. Setelah mengalkulasi harga bahan baku dan biaya produksi, minyak jarak itu dapat dijual kembali ke masyarakat pedesaan itu seharga Rp 3.500 per liter.



Kepala Subbidang Program dan Anggaran Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) Minhadi Nursamsu mengatakan, harga minyak jarak itu lebih murah dibandingkan harga solar Rp 4.300 per liter.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: