Path: Top > Electronics Clipping > PARIWISATA

50 % Hotel Rusak Berat Akibat Gempa, Pariwisata DIY Ditargetkan Pulih Agustus

BISNIS INDONESIA, Selasa, 30 Mei 2006, Hal.5
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2012-02-18 15:07:26
Oleh : Sylviana Pravita RKN , POLBAN
Dibuat : 2006-05-31, dengan 0 file

Keyword : gempa, hotel berbintang, infrastruktur

YOGYAKARTA: Sedikitnya 50% dari 110 hotel di DI Yogyakarta mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa, sementara sektor pariwisata di provinsi itu ditargetkan pulih paling lambat Agustus 2006.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yanti .Sukamdani Hardjoprakoso meugungkapkan dari 12 hotel berbintang di DIY, kini hanya tujuh hotel yang beroperasi a.l. Hotel Sahid Jaya, Inna Garuda, Mercure, Saphir, Hyatt, Yogya Plaza dan Puri Artha.
"Banyak hotel berbintang yang masih tutup karena harus membenahi aliran listrik, air, atau merenovasi bangunan. Total hotel di DIY sebanyak 110 unit, 50%-nya rusak berat," kata dia seusai penyerahan bantuan Sahid Group Regional Jateng-DIY di Yogyakarta, kemarin.

Menurut dia, banyak biro perjalanan yang diketahui membatalkan reservasi hotel untuk masa liburan Juni-Juli. "Sebenarnya Juni-Juli ini adalah peak season. Sebelum gempa, reservasi sudah mencapai 70% dan biasanya 100% masuk. Tapi karena gempa mereka membatalkannya."

Meski demikian, Yanti tetap optimistis turis mancanegera maupun domestik akan kembali ke mengunjungi DIY karena merupakan tujuan utama pariwisata setelah Bali yang menyedot satu juta wisatawan mancanegara tiap tahun.

Selain itu, DIY juga merupakan kota wisata budaya, sejarah, belanja, makanan, sekaligus kota wisata pendidikan. "Yogyakarta harus diselamatkan, paling lambat Agustus pariwisata di daerah ini harus sudah pulih," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pimpinan Daerah PHRI DI Yogyakarta Istidjab M. Danunagoro mengatakan pelaku industri pariwisata membentuk Java Media Tourism Crisis Center pada 28 Mei untuk memperkuat kembali sektor pariwisata DIY.
"Untuk Jangka pendek kami akan memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar dan jangka panjang kami akan pulihkan pariwisata Yogyakarta," ujarnya.

Sementara Bupati Sleman, Ibnu Subiyanto mengatakan pihaknya turut optimistis sektor pariwisata kembali menguat di Yogyakarta terutama wisata Merapi di Sleman. "Turis biasanya justru mau melihat kondisi setelah bencana, saya yakin mereka juga datang," katanya.

Ibnu menambahkan pihaknya telah membuka kawasan wisata Kaliurang dengan potensi wisata Merapi Watch, supaya para turis dapat melihat aliran lahar dari ketinggian kawasan Kaliurang.


Sarana transportasi


Sementara itu, Dephub mengungkapkan kebutuhan dana untuk rekonstruksi infrastruktur transportasi yang rusak akibat gempa terutama subsektor perhubungan udara dan perkeretaapian mencapai Rp25 miliar.

Sekjen Dephub Wendy Aritenang Yasid mengatakan dana tersebut akan diprioritaskan untuk merekonstruksi bangunan Bandara Adisucipto, beberapa stasiun kereta api, jembatan dan perbaikan rel.
"Total kebutuhan Rp25 millar, untuk perbaikan bandara Rp15 miliar dan prasarana kereta api Rp10 miliar," katanya seusai rapat konsultasi terkait dengan bencana gempa bumi di DIY dengan Komisi V DPR, kemarin.

Menurut dia, porsi kebutuhan dana terbesar dialokasikan untuk rehabilitasi prasarana Bandara Adisucipto yang rusak berat. Kerusakan terparah menimpa terminal, khususnya ruang tunggu penerbangan domestik yang runtuh, sehingga terpaksa diisolasi selama perbaikan yang membutuhkan waktu tiga sampai empat bulan.
"Diperkirakan rehabilitasi untuk keseluruhan prasarana bandara sampai enam bulan sejak kejadian," kata Wendy.

Khusus prasarana KA, ungkapnya, kerusakan terparah terjadi di lintasan rel antara Stasiun Brambanan-Stasiun Srowot, Stasiun Wates-Stasiun Sentolo yang membutuhkan dana sampai Rp4 miliar.

Selain itu, rehabilitasi Stasiun Prambanan dan beberapa stasiun lain antara DIY-Solo diperkirakan menelan dana Rp2 millar. "Sementara sisanya digunakan untuk merehabilitasi instalasi sintelis, sinyal, dan telekomunikasi KA, merehabilitasi Balai Yasa Yogyakarta dan lain-lain."

Akibat kerusakan bandara Adisucipto, PT Angkasa Pura I kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp 151 juta per hari dari layanan penerbangan.

Corporate Secretary PT AP I Markus Tries Tuwo mengatakan sejak ditutupnya bandara itu pada Sabtu pagi hingga dibuka kembali kemarin, sedikitnya 80 pergerakan pesawat komersial tidak bisa dilayani di bandara Adisucipto.

Penerbangan komersial dimulai kembali pada pukul 09.50 setelah sebelumnya hanya diperbolehkan untuk penerbangan kemanusiaan untuk bantuan korban gempa.
"Satu hari kita kehilangan pendapatan sekitar Rp151 juta dengan pergerakan pesawat sekitar 40 penerbangan per hari,'" katanya kepada Bisnis kemarin.

Dia mengatakan bandara itu beroperasi setiap hari rata-rata selama 14 jam, namun slot time penerbangan yang padat adalah pada pagi hari menjelang siang.

Sejak beroperasi komersial, sempat terjadi insiden kecil ketika pesawat Garuda GA212 yang sedianya melandas pk. 18.10, terpaksa harus berputar-putar di udara selama 30 menit. Hal itu terjadi karena, kata pilot yang bertugas saat itu, "Ada beberapa kendaraan yang harus dievakuasi di landasan yang akan didarati pesawat tersebut."

Penerbangan Garuda dari Jakarta itu merupakan pesawat komersial pertama yang mendarat di bandara tersebut setelah ditutup 60 jam, menyusul gempa Sabtu lalu.

Situasi di bandara relatif sepi tak banyak kegiatan komersial. Begitu pula kota Yogya yang seakan tertidur lelap kendati waktu baru menunjukkan pk. 20.00.***

Deskripsi Alternatif :

YOGYAKARTA: Sedikitnya 50% dari 110 hotel di DI Yogyakarta mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa, sementara sektor pariwisata di provinsi itu ditargetkan pulih paling lambat Agustus 2006.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yanti .Sukamdani Hardjoprakoso meugungkapkan dari 12 hotel berbintang di DIY, kini hanya tujuh hotel yang beroperasi a.l. Hotel Sahid Jaya, Inna Garuda, Mercure, Saphir, Hyatt, Yogya Plaza dan Puri Artha.
"Banyak hotel berbintang yang masih tutup karena harus membenahi aliran listrik, air, atau merenovasi bangunan. Total hotel di DIY sebanyak 110 unit, 50%-nya rusak berat," kata dia seusai penyerahan bantuan Sahid Group Regional Jateng-DIY di Yogyakarta, kemarin.

Menurut dia, banyak biro perjalanan yang diketahui membatalkan reservasi hotel untuk masa liburan Juni-Juli. "Sebenarnya Juni-Juli ini adalah peak season. Sebelum gempa, reservasi sudah mencapai 70% dan biasanya 100% masuk. Tapi karena gempa mereka membatalkannya."

Meski demikian, Yanti tetap optimistis turis mancanegera maupun domestik akan kembali ke mengunjungi DIY karena merupakan tujuan utama pariwisata setelah Bali yang menyedot satu juta wisatawan mancanegara tiap tahun.

Selain itu, DIY juga merupakan kota wisata budaya, sejarah, belanja, makanan, sekaligus kota wisata pendidikan. "Yogyakarta harus diselamatkan, paling lambat Agustus pariwisata di daerah ini harus sudah pulih," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pimpinan Daerah PHRI DI Yogyakarta Istidjab M. Danunagoro mengatakan pelaku industri pariwisata membentuk Java Media Tourism Crisis Center pada 28 Mei untuk memperkuat kembali sektor pariwisata DIY.
"Untuk Jangka pendek kami akan memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar dan jangka panjang kami akan pulihkan pariwisata Yogyakarta," ujarnya.

Sementara Bupati Sleman, Ibnu Subiyanto mengatakan pihaknya turut optimistis sektor pariwisata kembali menguat di Yogyakarta terutama wisata Merapi di Sleman. "Turis biasanya justru mau melihat kondisi setelah bencana, saya yakin mereka juga datang," katanya.

Ibnu menambahkan pihaknya telah membuka kawasan wisata Kaliurang dengan potensi wisata Merapi Watch, supaya para turis dapat melihat aliran lahar dari ketinggian kawasan Kaliurang.


Sarana transportasi


Sementara itu, Dephub mengungkapkan kebutuhan dana untuk rekonstruksi infrastruktur transportasi yang rusak akibat gempa terutama subsektor perhubungan udara dan perkeretaapian mencapai Rp25 miliar.

Sekjen Dephub Wendy Aritenang Yasid mengatakan dana tersebut akan diprioritaskan untuk merekonstruksi bangunan Bandara Adisucipto, beberapa stasiun kereta api, jembatan dan perbaikan rel.
"Total kebutuhan Rp25 millar, untuk perbaikan bandara Rp15 miliar dan prasarana kereta api Rp10 miliar," katanya seusai rapat konsultasi terkait dengan bencana gempa bumi di DIY dengan Komisi V DPR, kemarin.

Menurut dia, porsi kebutuhan dana terbesar dialokasikan untuk rehabilitasi prasarana Bandara Adisucipto yang rusak berat. Kerusakan terparah menimpa terminal, khususnya ruang tunggu penerbangan domestik yang runtuh, sehingga terpaksa diisolasi selama perbaikan yang membutuhkan waktu tiga sampai empat bulan.
"Diperkirakan rehabilitasi untuk keseluruhan prasarana bandara sampai enam bulan sejak kejadian," kata Wendy.

Khusus prasarana KA, ungkapnya, kerusakan terparah terjadi di lintasan rel antara Stasiun Brambanan-Stasiun Srowot, Stasiun Wates-Stasiun Sentolo yang membutuhkan dana sampai Rp4 miliar.

Selain itu, rehabilitasi Stasiun Prambanan dan beberapa stasiun lain antara DIY-Solo diperkirakan menelan dana Rp2 millar. "Sementara sisanya digunakan untuk merehabilitasi instalasi sintelis, sinyal, dan telekomunikasi KA, merehabilitasi Balai Yasa Yogyakarta dan lain-lain."

Akibat kerusakan bandara Adisucipto, PT Angkasa Pura I kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp 151 juta per hari dari layanan penerbangan.

Corporate Secretary PT AP I Markus Tries Tuwo mengatakan sejak ditutupnya bandara itu pada Sabtu pagi hingga dibuka kembali kemarin, sedikitnya 80 pergerakan pesawat komersial tidak bisa dilayani di bandara Adisucipto.

Penerbangan komersial dimulai kembali pada pukul 09.50 setelah sebelumnya hanya diperbolehkan untuk penerbangan kemanusiaan untuk bantuan korban gempa.
"Satu hari kita kehilangan pendapatan sekitar Rp151 juta dengan pergerakan pesawat sekitar 40 penerbangan per hari,'" katanya kepada Bisnis kemarin.

Dia mengatakan bandara itu beroperasi setiap hari rata-rata selama 14 jam, namun slot time penerbangan yang padat adalah pada pagi hari menjelang siang.

Sejak beroperasi komersial, sempat terjadi insiden kecil ketika pesawat Garuda GA212 yang sedianya melandas pk. 18.10, terpaksa harus berputar-putar di udara selama 30 menit. Hal itu terjadi karena, kata pilot yang bertugas saat itu, "Ada beberapa kendaraan yang harus dievakuasi di landasan yang akan didarati pesawat tersebut."

Penerbangan Garuda dari Jakarta itu merupakan pesawat komersial pertama yang mendarat di bandara tersebut setelah ditutup 60 jam, menyusul gempa Sabtu lalu.

Situasi di bandara relatif sepi tak banyak kegiatan komersial. Begitu pula kota Yogya yang seakan tertidur lelap kendati waktu baru menunjukkan pk. 20.00.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: