Path: Top > Electronics Clipping > BISNIS DAN EKONOMI

"Bancassurance", Layanan Satu Atap yang Menggiurkan

KOMPAS, Selasa, 14 Maret 2006, Hal.36
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 13:46:07
Oleh : Tiur Santioktavia, POLBAN
Dibuat : 2006-03-17, dengan 0 file

Keyword : bancassurance, asuransi

Di tengah berbagai kesibukan yang mengimpit, sering kali masyarakat tidak punya waktu berlama-lama dalam mengurus berbagai keperluan keuangannya. Namun, tidak bisa disangkal, kebutuhan untuk investasi serta perlindungan berupa asuransi menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan.


Jika bisa melakukan berbagai urusan keuangan dalam sekali langkah, kenapa harus bersusah-susah melakukannya secara terpisah. Bank sebagai lembaga keuangan ternyata bisa menjadi satu tempat yang memberikan layanan keuangan maupun layanan penjualan asuransi.


Bentuk kerja sama bank dan perusahaan asuransi dalam memasarkan produk asuransi, atau gabungan produk asuransi dan bank kepada nasabah, biasa dikenal dengan sebutan bancassurance.


Dalam sejarahnya, perkembangan bancassurance dipelopori dari Eropa. Di benua asalnya tersebut, bancassurance tumbuh dengan pesat dalam hal jumlah premi yang dijual melalui bank. Menurut data tahun 2000, jumlah premi baru yang diperoleh melalui bancassurance di Perancis dan Portugis besarnya 70 persen dari total premi baru. Di Belgia 62 persen, Swedia 30 persen, dan Australia 50 persen.


Sementara di Asia, perkembangannya tidak kalah menarik. Pada tahun 2000, di Malaysia kanal ini telah menghasilkan premi bisnis baru asuransi jiwa sebesar 6,6 miliar ringgit Malaysia. Jumlah tersebut merupakan 48 persen dari total premi bisnis baru. Sementara di Singapura berkisar antara 20-30 persen dan China sebesar 28 persen dari total premi bisnis baru.


Di Indonesia, bancassurance mulai diperkenalkan pada pertengahan tahun 1990-an oleh Bank Lippo dengan LippoLife yang dikenal dengan nama Produk Warisan. Produk Warisan dinilai sukses, kemudian diikuti produk-produk lain, seperti Tabungan Pendidikan Bank Niaga-Cigna, dan juga berbagai produk asuransi kesehatan, seperti dilakukan Bank Danamon dan bank-bank besar lainnya.


Meskipun agen asuransi tetap menjadi kanal distribusi yang dominan dalam memasarkan produk asuransi jiwa di Indonesia, perkembangan kanal distribusi bancassurance sangat menggembirakan karena telah menyumbangkan sedikitnya 10 persen pendapatan premi bisnis baru atau berkisar Rp 1 triliun.


Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Eddy Berutu, kerja sama antar bank dan perusahaan asuransi dalam bancassurance bervariasi. Namun, secara umum ada tiga kelompok, yakni perjanjian pemasaran (distribution agreement) yaitu kerja sama yang paling umum dilakukan, termasuk di Indonesia.


Pola kerja sama yang lebih kompleks adalah perjanjian aliansi strategis (strategic alliance agreement) dan kelompok jasa keuangan (financial services group). Dua bentuk kerja sama yang terakhir ini biasanya mengintegrasikan operasi antara bank di depan dan asuransi di belakang (front and back-end operations) dalam rangka menawarkan produk asuransi kepada nasabah bank.


Biasanya, dalam pertumbuhan premi baru, pola kerja sama ini ditandai dengan penyatuan merek (integrated branding) antara bank daa asuransi. Dalam banyak kesempatan, kerja sama seperti ini tercermin dalam kepemilikan silang antara perusahaan asuransi dan perbankan.


Selama ini kerja sama bank dan asuransi lebih banyak meliputi asuransi jiwa termasuk kecelakaan, asuransi kesehatan, asuransi kerugian seperti kendaraan, kebakaran, dan unit link.


....................................................................


....................................................................

Deskripsi Alternatif :

Di tengah berbagai kesibukan yang mengimpit, sering kali masyarakat tidak punya waktu berlama-lama dalam mengurus berbagai keperluan keuangannya. Namun, tidak bisa disangkal, kebutuhan untuk investasi serta perlindungan berupa asuransi menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan.


Jika bisa melakukan berbagai urusan keuangan dalam sekali langkah, kenapa harus bersusah-susah melakukannya secara terpisah. Bank sebagai lembaga keuangan ternyata bisa menjadi satu tempat yang memberikan layanan keuangan maupun layanan penjualan asuransi.


Bentuk kerja sama bank dan perusahaan asuransi dalam memasarkan produk asuransi, atau gabungan produk asuransi dan bank kepada nasabah, biasa dikenal dengan sebutan bancassurance.


Dalam sejarahnya, perkembangan bancassurance dipelopori dari Eropa. Di benua asalnya tersebut, bancassurance tumbuh dengan pesat dalam hal jumlah premi yang dijual melalui bank. Menurut data tahun 2000, jumlah premi baru yang diperoleh melalui bancassurance di Perancis dan Portugis besarnya 70 persen dari total premi baru. Di Belgia 62 persen, Swedia 30 persen, dan Australia 50 persen.


Sementara di Asia, perkembangannya tidak kalah menarik. Pada tahun 2000, di Malaysia kanal ini telah menghasilkan premi bisnis baru asuransi jiwa sebesar 6,6 miliar ringgit Malaysia. Jumlah tersebut merupakan 48 persen dari total premi bisnis baru. Sementara di Singapura berkisar antara 20-30 persen dan China sebesar 28 persen dari total premi bisnis baru.


Di Indonesia, bancassurance mulai diperkenalkan pada pertengahan tahun 1990-an oleh Bank Lippo dengan LippoLife yang dikenal dengan nama Produk Warisan. Produk Warisan dinilai sukses, kemudian diikuti produk-produk lain, seperti Tabungan Pendidikan Bank Niaga-Cigna, dan juga berbagai produk asuransi kesehatan, seperti dilakukan Bank Danamon dan bank-bank besar lainnya.


Meskipun agen asuransi tetap menjadi kanal distribusi yang dominan dalam memasarkan produk asuransi jiwa di Indonesia, perkembangan kanal distribusi bancassurance sangat menggembirakan karena telah menyumbangkan sedikitnya 10 persen pendapatan premi bisnis baru atau berkisar Rp 1 triliun.


Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Eddy Berutu, kerja sama antar bank dan perusahaan asuransi dalam bancassurance bervariasi. Namun, secara umum ada tiga kelompok, yakni perjanjian pemasaran (distribution agreement) yaitu kerja sama yang paling umum dilakukan, termasuk di Indonesia.


Pola kerja sama yang lebih kompleks adalah perjanjian aliansi strategis (strategic alliance agreement) dan kelompok jasa keuangan (financial services group). Dua bentuk kerja sama yang terakhir ini biasanya mengintegrasikan operasi antara bank di depan dan asuransi di belakang (front and back-end operations) dalam rangka menawarkan produk asuransi kepada nasabah bank.


Biasanya, dalam pertumbuhan premi baru, pola kerja sama ini ditandai dengan penyatuan merek (integrated branding) antara bank daa asuransi. Dalam banyak kesempatan, kerja sama seperti ini tercermin dalam kepemilikan silang antara perusahaan asuransi dan perbankan.


Selama ini kerja sama bank dan asuransi lebih banyak meliputi asuransi jiwa termasuk kecelakaan, asuransi kesehatan, asuransi kerugian seperti kendaraan, kebakaran, dan unit link.


....................................................................


....................................................................

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakErlin Arvelina
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorerlin.arvelina@polban.ac.id
E-mail CKOerlin.arvelina@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: