Print ...

Kontributor...

  • Editor:

Path: Top > Electronics Clipping > BISNIS DAN EKONOMI

"Single presence policy" Tak Hambat Bank Syariah

BISNIS INDONESIA, Selasa, 2 Mei 2006, Hal B3
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 13:46:07
Oleh : Tri D Pamenan , POLBAN
Dibuat : 2006-05-03, dengan 0 file

Keyword : perbankan syariah, single presence policy

JAKARTA: Bank Indonesia meminta masyarakat perbankan syariah tidak terburu-buru melakukan penafsiran mengenai rencana pemberlakuan kebijakan kepemilikan tunggal (single presence policy) pada perbankan nasional.


Secara prinsip, bank sentral menjamin rencana penerapan aturan tersebut tidak akan menghambat pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia.


Deputi Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Edy Setiadi mengingatkan saat ini kebijakan single presence policy masih dalam tahap pembahasan di bank sentral.
"Masyarakat tentu paham kalau BI merupakan salah satu lembaga yang sangat bersemangat mendorong pertumbuhan perbankan syariah," ujar dia akhir pekan lalu.


Apalagi pangsa pasar perbankan syariah saat ini baru sebesar 1,42%. Dengan kondisi itu, dia optimistis setiap kebijakan yang dikeluarkan BI pada prinsipnya tidak akan menghambat pertumbuhan perbankan syariah.


Dewan Syariah Nasional telah meminta kepada Bank Indonesia agar aturan kepemilikan tunggal [single presence policy] tidak diberlakukan pada perbankan syariah.


Ketua Dewan Syariah Nasional Ma'ruf Amin mengatakan pengecualian penerapan aturan single presence policy pada perbankan syariah perlu dilakukan karena industri tersebut masih baru dalam tahap membangun.
"Kalau aturan ini [single presence policy] diterapkan saat ini tentu pertumbuhannya bisa terganggu," ujar dia.


Jika aturan single presence diterapkan pada perbankan syariah, maka bank-bank syariah yang menjadi anak perusahaan bank umum harus digabungkan dengan perusahaan induknya.


Saat ini beroperasi tiga bank syariah di Indonesia, yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, dan Bank Syariah Mega Indonesia.


Bank Syariah Mandiri merupakan anak perusahaan Bank. Mandiri, sedangkan Bank Syariah Mega Indonesia juga menginduk pada Bank Mega.


Penerapan aturan kepemilikan tunggal itu. bahkan dikhawatirkan juga berpotensi menghambat rencana sejumlah bank umum untuk memisahkan (spin off) unit usaha syariahnya.


Menurut Ma'ruf, jika aturan single presence diterapkan pada perbankan syariah, maka akan terjadi penyatuan-penyatuan pada sejumlah bank. Pada akhirnya hal itu akan menghambat pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia.


Dia meminta kepada regulator agar membiarkan dulu bank syariah tumbuh sebelum menerapkan single presence policy, sampai batas waktu tertentu.


Aturan tersebut idealnya baru diterapkan jika pangsa pasar perbankan syariah dinilai sudah cukup signifikan.***

Deskripsi Alternatif :

JAKARTA: Bank Indonesia meminta masyarakat perbankan syariah tidak terburu-buru melakukan penafsiran mengenai rencana pemberlakuan kebijakan kepemilikan tunggal (single presence policy) pada perbankan nasional.


Secara prinsip, bank sentral menjamin rencana penerapan aturan tersebut tidak akan menghambat pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia.


Deputi Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Edy Setiadi mengingatkan saat ini kebijakan single presence policy masih dalam tahap pembahasan di bank sentral.
"Masyarakat tentu paham kalau BI merupakan salah satu lembaga yang sangat bersemangat mendorong pertumbuhan perbankan syariah," ujar dia akhir pekan lalu.


Apalagi pangsa pasar perbankan syariah saat ini baru sebesar 1,42%. Dengan kondisi itu, dia optimistis setiap kebijakan yang dikeluarkan BI pada prinsipnya tidak akan menghambat pertumbuhan perbankan syariah.


Dewan Syariah Nasional telah meminta kepada Bank Indonesia agar aturan kepemilikan tunggal [single presence policy] tidak diberlakukan pada perbankan syariah.


Ketua Dewan Syariah Nasional Ma'ruf Amin mengatakan pengecualian penerapan aturan single presence policy pada perbankan syariah perlu dilakukan karena industri tersebut masih baru dalam tahap membangun.
"Kalau aturan ini [single presence policy] diterapkan saat ini tentu pertumbuhannya bisa terganggu," ujar dia.


Jika aturan single presence diterapkan pada perbankan syariah, maka bank-bank syariah yang menjadi anak perusahaan bank umum harus digabungkan dengan perusahaan induknya.


Saat ini beroperasi tiga bank syariah di Indonesia, yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, dan Bank Syariah Mega Indonesia.


Bank Syariah Mandiri merupakan anak perusahaan Bank. Mandiri, sedangkan Bank Syariah Mega Indonesia juga menginduk pada Bank Mega.


Penerapan aturan kepemilikan tunggal itu. bahkan dikhawatirkan juga berpotensi menghambat rencana sejumlah bank umum untuk memisahkan (spin off) unit usaha syariahnya.


Menurut Ma'ruf, jika aturan single presence diterapkan pada perbankan syariah, maka akan terjadi penyatuan-penyatuan pada sejumlah bank. Pada akhirnya hal itu akan menghambat pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia.


Dia meminta kepada regulator agar membiarkan dulu bank syariah tumbuh sebelum menerapkan single presence policy, sampai batas waktu tertentu.


Aturan tersebut idealnya baru diterapkan jika pangsa pasar perbankan syariah dinilai sudah cukup signifikan.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id