Path: Top > Electronics Clipping > BISNIS DAN EKONOMI

Lima Bank Syariah Bentuk Sindikasi Pembiayaan

BISNIS INDONESIA, Rabu 3 Mei 2006, Hal.B1
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 13:46:07
Oleh : Tri D. Pamenan, POLBAN
Dibuat : 2006-05-04, dengan 0 file

Keyword : sindikasi, debitor, bank syariah

JAKARTA: Lima bank syariah membentuk sindikasi guna memperkuat kapasitas pembiayaan syariah terhadap proyek-proyek dalam negeri berskala besar.


Kesepakatan tersebut ditandatangani Bank Muamalat Indonesia (BMI), Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Syariah Mega Indonesia (BSMI), Danamon Syariah, dan Bukopin Syariah di sela-sela pembukaan Indonesia Syariah Expo 2006, kemarin.
"Saat ini yang akan digarap ada dua proyek, atau dua debitor. Mungkin nilai [pembiayaan]-nya Rp150 miliar sampai Rp200 miliar," ungkap Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM) Yuslam Fauzi.


Dia menolak menyebutkan dua calon debitor tersebut. Namun, kata dia, proses finalisasi itu tengah berjalan dan diperkirakan dapat selesai satu bulan ke depan.


Yuslam menjelaskan kelima bank yang membentuk sindikasi itu sepakat bekerja sama melakukan analisa dan pengendalian risiko pembiayaan yang dikucurkan. Mereka akan bersama-sama membiayai proyek yang bernilai Rp10 miliar ke atas. "Bentuk kerjasamanya nanti bisa sindikasi atau club deal," ujarnya.


Tahun lalu, jelas dia, portofolio pembiayaan syariah melalui sindikasi hanya Rp30 miliar. Pada 2006 ini diperkirakan bisa meningkat mencapai kisaran Rp 100 millar, di semua sektor.


Sementara itu, Dirut BSMI Budi Wisakseno mengatakan sindikasi itu hanya memperkuat kerja sama yang selama ini terjalin di kalangan bank-bank dan unit syariah. Karena itu, kata dia, unit usaha syariah lain pun nantinya bisa bergabung.



Kerja sama BEI



Dalam kesempatan terpisah Bank Ekspor Indonesia (BEI) juga mulai memperkuat layanan perbankan syariah dengan menggandeng Bank Syariah Mandiri dalam sebuah kerja sama operasi.


Kedua perusahaan itu kemarin menyepakati kerja sama operasi dalam bentuk pembiayaan bersama, kerja sama pemasaran dan layanan konsultasi.


Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan antara Direktur Utama BEI Arifin Indra dan Direktur Utama BSM Yuslam Fauzi.


Menurut Arifin, kerja sama dengan BSM merupakan salah satu langkah persiapan yang dilakukan BEI sebelum berubah bentuk menjadi Lembaga Pembiayaan Ekspor (LPE).
"Jika badan hukumnya sudah berubah menjadi LPE, otomatis tuntutan variasi bentuk pembiayaan menjadi semakin besar," ujar dia.


Dengan status hukum baru, institusi itu nantinya harus siap menyediakan skema pembiayaan ekspor untuk pengusaha skala kecil, menengah, dan besar.***

Deskripsi Alternatif :

JAKARTA: Lima bank syariah membentuk sindikasi guna memperkuat kapasitas pembiayaan syariah terhadap proyek-proyek dalam negeri berskala besar.


Kesepakatan tersebut ditandatangani Bank Muamalat Indonesia (BMI), Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Syariah Mega Indonesia (BSMI), Danamon Syariah, dan Bukopin Syariah di sela-sela pembukaan Indonesia Syariah Expo 2006, kemarin.
"Saat ini yang akan digarap ada dua proyek, atau dua debitor. Mungkin nilai [pembiayaan]-nya Rp150 miliar sampai Rp200 miliar," ungkap Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM) Yuslam Fauzi.


Dia menolak menyebutkan dua calon debitor tersebut. Namun, kata dia, proses finalisasi itu tengah berjalan dan diperkirakan dapat selesai satu bulan ke depan.


Yuslam menjelaskan kelima bank yang membentuk sindikasi itu sepakat bekerja sama melakukan analisa dan pengendalian risiko pembiayaan yang dikucurkan. Mereka akan bersama-sama membiayai proyek yang bernilai Rp10 miliar ke atas. "Bentuk kerjasamanya nanti bisa sindikasi atau club deal," ujarnya.


Tahun lalu, jelas dia, portofolio pembiayaan syariah melalui sindikasi hanya Rp30 miliar. Pada 2006 ini diperkirakan bisa meningkat mencapai kisaran Rp 100 millar, di semua sektor.


Sementara itu, Dirut BSMI Budi Wisakseno mengatakan sindikasi itu hanya memperkuat kerja sama yang selama ini terjalin di kalangan bank-bank dan unit syariah. Karena itu, kata dia, unit usaha syariah lain pun nantinya bisa bergabung.



Kerja sama BEI



Dalam kesempatan terpisah Bank Ekspor Indonesia (BEI) juga mulai memperkuat layanan perbankan syariah dengan menggandeng Bank Syariah Mandiri dalam sebuah kerja sama operasi.


Kedua perusahaan itu kemarin menyepakati kerja sama operasi dalam bentuk pembiayaan bersama, kerja sama pemasaran dan layanan konsultasi.


Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan antara Direktur Utama BEI Arifin Indra dan Direktur Utama BSM Yuslam Fauzi.


Menurut Arifin, kerja sama dengan BSM merupakan salah satu langkah persiapan yang dilakukan BEI sebelum berubah bentuk menjadi Lembaga Pembiayaan Ekspor (LPE).
"Jika badan hukumnya sudah berubah menjadi LPE, otomatis tuntutan variasi bentuk pembiayaan menjadi semakin besar," ujar dia.


Dengan status hukum baru, institusi itu nantinya harus siap menyediakan skema pembiayaan ekspor untuk pengusaha skala kecil, menengah, dan besar.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: