Path: Top > Electronics Clipping > BISNIS DAN EKONOMI

Revisi Cetak Biru Perbankan Syariah Segera Se1esai

BISNIS INDONESIA, Senin, 29 Mei 2006, Hal. B3
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 13:46:07
Oleh : Tri D. Pamenan, POLBAN
Dibuat : 2006-05-29, dengan 0 file

Keyword : revisi cetak biru, perbankan syariah

JAKARTA: Bank Indonesia optimistis dapat menyelesaikan revisi cetak biru perbankan syariah pada pertengahan tahun ini. Proses revisi tersebut saat ini telah mendekati tahap akhir dan beberapa proses komputasi masih diupayakan untuk dituntaskan.


Deputi Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Edy Setiadi mengungkapkan secara prinsip penyusunan revisi cetak biru perbankan syariah saat ini telah hampir dirampungkan.


Menurut dia, perbedaan yang mendasar dalam revisi tersebut adalah dilakukannya penyelarasan cetak biru perbankan syariah dengan Arsitektur Perbankan Indonesia.
"Dalam beberapa hal, implementasi API menjadi bersinggungan dengan cetak biru perbankan syariah, seperti mengenai permodalan dan Arsitektur Sistem Keuangan Indonesia," ujar dia belum lama ini.


Edy menjelaskan secara inti terdapat pula hal-hal yang menjadi sorotan dalam merevisi cetak biru tersebut, misalnya mengenai kelangkaan sumber daya manusia dalam industri perbankan syariah.


Dengan adanya tren ekspansi perbankan syariah yang semakin pesat, terutama sejak dibukanya peluang pengembangan melalui skema office channeling, maka pola pengembangan SDM di bidang perbankan syariah perlu diakomodasi di dalam cetak biru.


Hal lain yang menjadi fokus perhatian dalam merevisi cetak biru adalah meningkatkan kemampuan memobilisasi dana umat seperti zakat dan infaq.


Edy menilai perbankan syariah dinilainya masih memiliki potensi yang belum digerakkan secara optimal.


Bank sentral memutuskan merevisi cetak biru perbankan syariah karena dalam perjalanannya terjadi banyak perubahan asumsi dibanding saat blue print tersebut disusun.


Revisi itu secara otomatis mengubah masing-masing fase pengembangan perbankan syariah di Indonesia, sementara jangka waktunya juga diperpanjang sampai 2015.



Perkuat struktur



Dalam cetak biru yang direvisi, penguatan struktur perbankan syariah dipandang perlu diperpanjang lagi, tidak cukup sampai 2008. Selain itu, terbuka juga peluang untuk memperbesar target pangsa pasar perbankan syariah.


Dengan asumsi target pertumbuhan yang lebih pesat, maka pangsa pasar perbankan syariah pada 2008 dapat mencapai 4%. Bila ini tercapai, maka target pangsa pasar sebesar 5% akan tercapai lebih cepat dari target sebelumnya. Konsekuensinya, pangsa pasar perbankan syariah pada 2015 diharapkan lebih besar lagi.


Menurut Edy, sampai akhir tahun ini pangsa pasar perbankan syariah diperkirakan dapat mencapai 1,7%. Pada tahun depan, angka itu diperkirakan akan mencapai 2,5%.


Cetak biru pengembangan perbankan syariah disusun sejak 2001 dan diterbitkan oleh BI pada September 2002. Cetak biru itu memuat rencana pengembangan perbankan syariah dari 2002 hingga 2011.***

Deskripsi Alternatif :

JAKARTA: Bank Indonesia optimistis dapat menyelesaikan revisi cetak biru perbankan syariah pada pertengahan tahun ini. Proses revisi tersebut saat ini telah mendekati tahap akhir dan beberapa proses komputasi masih diupayakan untuk dituntaskan.


Deputi Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Edy Setiadi mengungkapkan secara prinsip penyusunan revisi cetak biru perbankan syariah saat ini telah hampir dirampungkan.


Menurut dia, perbedaan yang mendasar dalam revisi tersebut adalah dilakukannya penyelarasan cetak biru perbankan syariah dengan Arsitektur Perbankan Indonesia.
"Dalam beberapa hal, implementasi API menjadi bersinggungan dengan cetak biru perbankan syariah, seperti mengenai permodalan dan Arsitektur Sistem Keuangan Indonesia," ujar dia belum lama ini.


Edy menjelaskan secara inti terdapat pula hal-hal yang menjadi sorotan dalam merevisi cetak biru tersebut, misalnya mengenai kelangkaan sumber daya manusia dalam industri perbankan syariah.


Dengan adanya tren ekspansi perbankan syariah yang semakin pesat, terutama sejak dibukanya peluang pengembangan melalui skema office channeling, maka pola pengembangan SDM di bidang perbankan syariah perlu diakomodasi di dalam cetak biru.


Hal lain yang menjadi fokus perhatian dalam merevisi cetak biru adalah meningkatkan kemampuan memobilisasi dana umat seperti zakat dan infaq.


Edy menilai perbankan syariah dinilainya masih memiliki potensi yang belum digerakkan secara optimal.


Bank sentral memutuskan merevisi cetak biru perbankan syariah karena dalam perjalanannya terjadi banyak perubahan asumsi dibanding saat blue print tersebut disusun.


Revisi itu secara otomatis mengubah masing-masing fase pengembangan perbankan syariah di Indonesia, sementara jangka waktunya juga diperpanjang sampai 2015.



Perkuat struktur



Dalam cetak biru yang direvisi, penguatan struktur perbankan syariah dipandang perlu diperpanjang lagi, tidak cukup sampai 2008. Selain itu, terbuka juga peluang untuk memperbesar target pangsa pasar perbankan syariah.


Dengan asumsi target pertumbuhan yang lebih pesat, maka pangsa pasar perbankan syariah pada 2008 dapat mencapai 4%. Bila ini tercapai, maka target pangsa pasar sebesar 5% akan tercapai lebih cepat dari target sebelumnya. Konsekuensinya, pangsa pasar perbankan syariah pada 2015 diharapkan lebih besar lagi.


Menurut Edy, sampai akhir tahun ini pangsa pasar perbankan syariah diperkirakan dapat mencapai 1,7%. Pada tahun depan, angka itu diperkirakan akan mencapai 2,5%.


Cetak biru pengembangan perbankan syariah disusun sejak 2001 dan diterbitkan oleh BI pada September 2002. Cetak biru itu memuat rencana pengembangan perbankan syariah dari 2002 hingga 2011.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: