Path: Top > Electronics Clipping > PENDIDIKAN

Terpaksa Pulang karena Bahasa lnggris

KOMPAS, Kamis, 2 Maret 2006, Hal.G
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2012-02-18 15:07:21
Oleh : (YNT/DU), POLBAN
Dibuat : 2006-03-08, dengan 0 file

Keyword : Bahasa Inggris, TOEFL

Tidak semua orang yang melanjutkan pendidikan di luar negeri mampu pulang membawa ijazah dari sekolah bermutu. Banyak juga yang terpaksa pulang lantaran kemampuan bahasa Inggris ilmiahnya yang rendah. Tak jarang kejadian ini menimpa orang-orang pintar.

Kelemahan berbahasa Inggris ini tidak terdeteksi di tanah air. Banyak mahasiswa dipulangkan ke Indonesia oleh perguruan tinggi, walaupun memiliki nilai tes TOEFL tinggi.

Seorang penerima beasiswa luar negeri yang pada 1997 menjadi manajer Indonesian Student Foundation di Inggris, Dwiharini, Selasa (28/2) menuturkan, kemampuan bahasa Inggris aktif mahasiswa Indonesia di luar negeri masih kurang. "Mereka lemah terutama pada kemampuan menulis tugas dan presentasi dalam bahasa Inggris," kata Dwiharini.

Menurut dia, sekitar 20 persen mahasiswa dipulangkan dari total penerima beasiswa asal Indonesia. Kemampuan mendengarkan, bertutur, dan menulis menjadi kendala utama mahasiswa.
"Seharusnya, mahasiswa penerima beasiswa mengetahui sistem belajar di luar negeri. Biasanya, perkuliahan di luar negeri menerapkan sistem tutorial. Jadi membuat ikhtisar materi dosen seusai kuliah dengan jumlah kata yang ditentukan," tutur Dwiharini. Sesi presentasi menuntut mahasiswa bisa menyampaikan gagasan, berdiskusi, dan berdebat mempertahankan argumentasi.


Kelas khusus


Hal yang sama dituturkan oleh Andrea Hirata, penulis buku "Laskar Pelangi" yang kuliah di Sheffield Hallam University, Inggris pada 2001- 2003. Sebelum masa kuliah, mahasiswa asing biasanya belajar bahasa Inggris di kelas khusus yang terpisah dari program kuliah. Kelas ini bertujuan mempersiapkan mahasiswa agar bisa memakai bahasa Inggris ilmiah dalam presentasi dan tugasnya. Tidak seluruh mahasiswa asing mengikuti kelas khusus. Jika kemampuan bahasa Inggris sangat baik, ia tidak perlu mengikutinya. Kelas khusus ini biasanya tiga bulan untuk mahasiswa asal Indonesia, China, India, dan orang-orang yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Setelah lulus kelas khusus bahasa Inggris, mahasiswa asing mengikuti tes. Jika lulus tes, baru bisa mengikuti kuliah. Pada awal kuliah biasanya mahasiswa diharuskan membentuk kelompok. "Problem kelemahan bahasa Inggris secara ilmiah biasanya terdeteksi pada saat orang yang pintar dalam bidangnya, tidak bisa menuturkan argumentasi dalam bahasa Inggris akademik yang baik ketika berdebat," kata Andrea. Menurut Andrea, ada beberapa temannya yang menulis dalam bahasa Inggris jauh lebih baik dari orang Inggris. Ketika diminta mempertahankan teori yang digunakannya, ia tidak mampu menyampaikan isi pikirannya dengan efektif. Biasanya, mereka yang tidak mampu mempresentasikan karyanya dikembalikan ke kelas untuk memperbaiki kemampuan bahasa Inggrisnya. Hal yang sama dituturkan oleh Shendy Rhiza Achmadi, manajer Cabang IDP Education Australia di Bandung. Ketidakmampuan berbahasa Inggris biasanya menimpa orang-orang Indonesia yang belajar dengan biaya sendiri karena tidak ada seleksi di Indonesia, katanya.***

Deskripsi Alternatif :

Tidak semua orang yang melanjutkan pendidikan di luar negeri mampu pulang membawa ijazah dari sekolah bermutu. Banyak juga yang terpaksa pulang lantaran kemampuan bahasa Inggris ilmiahnya yang rendah. Tak jarang kejadian ini menimpa orang-orang pintar.

Kelemahan berbahasa Inggris ini tidak terdeteksi di tanah air. Banyak mahasiswa dipulangkan ke Indonesia oleh perguruan tinggi, walaupun memiliki nilai tes TOEFL tinggi.

Seorang penerima beasiswa luar negeri yang pada 1997 menjadi manajer Indonesian Student Foundation di Inggris, Dwiharini, Selasa (28/2) menuturkan, kemampuan bahasa Inggris aktif mahasiswa Indonesia di luar negeri masih kurang. "Mereka lemah terutama pada kemampuan menulis tugas dan presentasi dalam bahasa Inggris," kata Dwiharini.

Menurut dia, sekitar 20 persen mahasiswa dipulangkan dari total penerima beasiswa asal Indonesia. Kemampuan mendengarkan, bertutur, dan menulis menjadi kendala utama mahasiswa.
"Seharusnya, mahasiswa penerima beasiswa mengetahui sistem belajar di luar negeri. Biasanya, perkuliahan di luar negeri menerapkan sistem tutorial. Jadi membuat ikhtisar materi dosen seusai kuliah dengan jumlah kata yang ditentukan," tutur Dwiharini. Sesi presentasi menuntut mahasiswa bisa menyampaikan gagasan, berdiskusi, dan berdebat mempertahankan argumentasi.


Kelas khusus


Hal yang sama dituturkan oleh Andrea Hirata, penulis buku "Laskar Pelangi" yang kuliah di Sheffield Hallam University, Inggris pada 2001- 2003. Sebelum masa kuliah, mahasiswa asing biasanya belajar bahasa Inggris di kelas khusus yang terpisah dari program kuliah. Kelas ini bertujuan mempersiapkan mahasiswa agar bisa memakai bahasa Inggris ilmiah dalam presentasi dan tugasnya. Tidak seluruh mahasiswa asing mengikuti kelas khusus. Jika kemampuan bahasa Inggris sangat baik, ia tidak perlu mengikutinya. Kelas khusus ini biasanya tiga bulan untuk mahasiswa asal Indonesia, China, India, dan orang-orang yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Setelah lulus kelas khusus bahasa Inggris, mahasiswa asing mengikuti tes. Jika lulus tes, baru bisa mengikuti kuliah. Pada awal kuliah biasanya mahasiswa diharuskan membentuk kelompok. "Problem kelemahan bahasa Inggris secara ilmiah biasanya terdeteksi pada saat orang yang pintar dalam bidangnya, tidak bisa menuturkan argumentasi dalam bahasa Inggris akademik yang baik ketika berdebat," kata Andrea. Menurut Andrea, ada beberapa temannya yang menulis dalam bahasa Inggris jauh lebih baik dari orang Inggris. Ketika diminta mempertahankan teori yang digunakannya, ia tidak mampu menyampaikan isi pikirannya dengan efektif. Biasanya, mereka yang tidak mampu mempresentasikan karyanya dikembalikan ke kelas untuk memperbaiki kemampuan bahasa Inggrisnya. Hal yang sama dituturkan oleh Shendy Rhiza Achmadi, manajer Cabang IDP Education Australia di Bandung. Ketidakmampuan berbahasa Inggris biasanya menimpa orang-orang Indonesia yang belajar dengan biaya sendiri karena tidak ada seleksi di Indonesia, katanya.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: