Path: Top > Tugas Akhir - D3 > 2017 > Jurusan Teknik Konversi Energi > Program Studi Teknik Konversi Energi > 2018

Pembuatan Electric Chafing Dish Dengan Menggunakan Coil Heater Untuk Pemanas Makanan

Construction Of Electric Chafing Dish Using Coil Heater For Heating Food

Tugas Akhir, 050 / 2018 / TEN
Undergraduate Theses from JBPTPPOLBAN / 2019-02-26 09:49:04
Oleh : Dwiki Satria Wibawa - 151711039 (dwikkisatriaw@gmail.com)
Dibuat : 2019-02-26, dengan 4 file

Keyword : Electric chafing dish, Elemen Pemanas, Energi Listrik, Stainless Steel, Suhu makanan
Subjek : Electric chafing dish, Electric Energy, Food temperature, Heating Element, Stainless Steel

Electric chafing dish digunakan untuk memanaskan kembali makanan sisa yang sebelumnya tidak habis agar makanan dapat dikonsumsi dalam kondisi hangat dan terhindar dari bakteri. Electric chafing dish tersebut didesain secara khusus menggunakan energi listrik sebagai sumber panas dibantu oleh pengendali mikro untuk menjaga suhu diatas Danger Zone, untuk mengkonversi energi listrik menjadi sumber panas digunakan elemen pemanas berupa coil heater. Menurut M.R. Adams dan M.O. Moss dalam bukunya Food Microbiology 2nd Edition menyatakan bahwa suhu panas yang dibutuhkaan pada makanan sebesar ±60⁰C. Material yang digunakan berupa plat yang terbuat dari Stainless Steel sebagai media penghantar panas dan tanah liat sebagai insolator pada elemen pemanas chafing dish tersebut, sedangkan elemen pemanas menggunakan coil heater berbahan dasar nikelin berdiameter 4mm. Panas dari coil heater dimanfaatkan untuk memanaskan air pada panci air secara konduksi tak steady, uap dari air yang dipanaskan dimanfaatkan untuk memanaskan makanan pada panci makanan secara konveksi alamiah. Energi listrik yang dimanfaatkan untuk elemen pemanas sebesar 400 W, sedangkan kalor maksimum yang dapat diserap oleh air sebesar 12809,77J dan kalor yang diserap oleh nasi sebesar 3869,73J. Suhu makanan yang dihasilkan selama 55 menit pemanasan mencapai 52,6⁰C. Kata kunci: Electric chafing dish, Elemen Pemanas, Energi Listrik, Stainless Steel, Suhu makanan.

Deskripsi Alternatif :

Electric chafing dish is used to reheat leftovers so that food can be consumed in warm conditions and avoid bacteria. Electric chafing dish is specifically designed to use electrical energy as a heat source assisted by micro controllers to maintain temperatures above Danger Zone, to convert electrical energy into heat sources used coil heater. According to M.R. Adams and M.O. Moss in his book Food Microbiology 2nd Edition states that the heat temperature needed for food is ±60⁰C. The material used is a plate made of Stainless Steel as heat transfer media and clay as an insulator on the chafing dish heating element, while the heating element uses a coil heater made from nickelin diameter 4mm. Heat from the coil heater is used to heat water in a pan of water in a non-steady conduction, steam from heated water is used to heat food in a food pan by natural convection. The electrical energy used for heating elements is 400 W, while the maximum heat that can be absorbed by water is 12809,77J and the heat absorbed by rice is 3869,73J. The temperature of food produced during 55 minutes of heating reaches 52.6⁰C. Keywords: Electric chafing dish, Electric Energy, Food temperature, Heating Element, Stainless Steel.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
Organisasi
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Ir. Sri Wuryanti, M.Si., Editor: Erlin Arvelina

Download...