Path: Top > Karya Tulis Ilmiah Tenaga Pendidik POLBAN di Terbitan Institusi Lain > Enceng Sulaeman

Desain dan Implementasi Duplekser dengan Metoda Pseudo-Interdigital untuk Uplink dan Downlink LTE

Design and Implementation of Duplexer with Pseudo-Interdigital Method for LTE Uplink and Downlink

Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 13 No. 2 Desember 2013.
Journal from JBPTPPOLBAN / 2014-03-13 10:46:56
Oleh : Enceng Sulaeman (enceng_s@yahoo.com)
Dibuat : 2014-03-13, dengan 1 file

Keyword : duplekser, FDD (frequency division duplex), uplink, downlink, LTE (long term evolution), pseudo-interdigital

Duplekser merupakan perangkat yang dapat mengisolasi receiver dari transmitter saat keduanya saling berbagi antena yang sama, digunakan agar komunikasi bisa beerjalan secara full duplex. Ada dua metode transmisi duplex yaitu frequency division duplex (FDD) dan time division duplex (TDD). FDD merupakan teknik duplex yang menggunakan dua frekuensi yang berbeda untuk melakukan komunikasi dalam dua arah, sedangkan TDD menggunakan frekuensi tunggal dan frekuensi tersebut digunakan oleh semua kanal untuk melakukan pengiriman dan penerimaan data. Gabungan dua bandpass filter dengan metoda pseudo-interdigital digunakan untuk aplikasi LTE (long term evolution). Metode ini lebih unggul dibandingkan duplekser dengan metoda hybrid. Duplekser bekerja pada FDD LTE band ke-7 yaitu frekuensi uplink 2500 – 2570 MHz dan downlink 2620 – 2690 MHz. dari hasil pengukuran diperoleh sebagai berikut: nilai frekuensi center pada uplink 2539 MHz dan pada downlink 2659 MHz, insertion loss pada frekuensi center uplink adalah 1,561 dB dan pada frekuensi center downlink 1,74 dB, bandwidth ± 70 MHz, isolasi 23,03 dB, dan return loss 23,5 dB pada frekuensi center uplink dan 23,45 dB pada frekuensi center downlink.

Deskripsi Alternatif :

Duplexer is a device that can isolate the receiver from the transmitter while both share the same antenna, it is used so that communication can be run in full duplex. There are two methods of transmitting duplex, i.e. frequency division duplex (FDD) and time division duplex (TDD). Duplex FDD is a technique that uses two different frequencies for communication in both directions, while TDD uses single frequency and the frequency is used by all channel for sending and receiving data. A combination of two bandpass filters with the method Pseudo-interdigital for LTE (long term evolution) application is used. This method is superior to the hybrid duplexer method. FDD duplexer work on the 7th band LTE with uplink frequency 2500 – 2570 MHz dan 2520 – 2690 MHz for downlink. From measurement result it is obtained as follows: the value of uplink center frequency is 2539 MHz and 2659 MHz for downlink, insertion loss at center frekuensi is 1.561 dB for uplink and 1.74 dB for downlink, ± 70 MHz bandwith, 23.03 dB, and return loss of 23.5 dB and 23.45 dB for uplink and downlink center frequency respectively.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
Organisasi
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: Idayu Gemalia

Download...