Path: Top > Tugas Akhir - D3 > Jurusan Teknik Konversi Energi > Program Studi Teknik Konversi Energi > 2013

Pembuatan dan Pengujian Alat Pengering Tipe Rak Bertingkat dengan Ventilator menggunakan Dua Kolekstor Surya

The Construction and Testing of Layered Shelf Type Dryer with Ventilator

Tugas Akhir, 034 / 2013 / TEN
Undergraduate Theses from JBPTPPOLBAN / 2017-04-13 14:44:51
Oleh : Fakhri Rijal Munjir Gifari - 101711046 (rizalfakhri48@yahoo.com)
Dibuat : 2017-04-13, dengan 4 file

Keyword : Kolektor Surya, Ventilator, Pengering, Efisiensi kolektor
Subjek : Solar Collector, Ventilator, Dryer, Efficiency Collector

Pengeringan merupakan proses berkurangnya kadar air bahan sampai mencapai kadar air tertentu sehingga menghambat laju kerusakan bahan akibat aktivitas biologis dan kimia. Pengeringan bertujuan untuk memperpanjang umur simpan dengan cara mengurangi kadar air untuk mencegah tidak ditumbuhi oleh mikroorganisme dan pembusukan. Dalam proses pengeringan dilakukan pengaturan terhadap suhu, kelembaban, dan aliran udara. Perubahan kadar air dalam bahan pangan disebabkan oleh perubahan energi dan sistem, alasan yang mendukung proses pengeringan dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme adalah untuk mempertahankan mutu produk terhadap perubahan fisik dan kimiawi yang ditentukan oleh perubahan kadar air, mengurangi biaya penyimpanan, pengemasan dan transportasi, untuk mempersiapkan produk kering yang akan dilakukan pada tahap berikutnya, menghilangkan kadar air yang ditambahkan akibat selama proses sebelumnya, memperpanjang umur simpan dan memperbaiki kegagalan produk, produk kering dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam produk baru. Pengeringan secara konvensional memiliki kelemahan diantaranya memerlukan lahan terbuka yang cukup luas, memerlukan waktu yang lama, dapat terkontaminasi mikroorganisme, dan dapat dengan mudah diganggu oleh binatang. Sedangkan dengan menggunakan bahan bakar fosil ataupun listrik bergantung pada ketersediaan bahan bakar atau energi listrik dalam penggunaanya. Penggunaan kolektor surya pada alat ini menggunakan dua kolektor surya sehingga sumber panas yang masuk ke dalam box pengering lebih banyak, sehingga proses pengeringan akan lebih cepat. Hal tersebut untuk membandingkan proses pengeringan yang menggunakan alat pengering dan juga secara konvensional. Dari hasil pengujian pengeringan dengan menggunakan alat pengering tipe rak bertingkat dengan ventilator menggunakan dua kolektor surya, dari hasil perhitungan didapatkan efisiensi kolektor 34,47 %, pada proses pengeringan menggunakan alat pengering tipe rak bertingkat massa kerupuk basah 1,5 kg dan massa kerupuk kering 0,87 kg. Energi input alat pengering tipe rak bertingkat 1,227 kWh, dan energi losses alat pengering tipe rak bertingkat yaitu 0,804 kWh. Pada proses pengeringan menggunakan alat konvensional massa kerupuk basah sebsar 1,5kg dan massa kerupuk kering setelah proses pengeringan sebesar 1,07 kg, energi input pada alat pengering konvensional adalah 1,829 kWh, energi losses 1,54 kWh, dan efisiensi proses pengeringan konvensional yaitu 16,15 %. Kata kunci: Kolektor Surya, Ventilator, Pengering, Efisiensi kolektor.

Deskripsi Alternatif :

Drying is a process of reduction in the moisture content of materials to achieve a certain moisture content thereby inhibiting the rate of deterioration of materials due to biological and chemical activity. Drying aims to extend the shelf life by reducing the moisture content to prevent not overgrown by microorganisms and degradation. In the drying process is done setting the temperature, humidity, and air flow. Changes in the water content in food and energy changes caused by the system, reasons for the drying process can inhibit the growth of microorganisms is to maintain the quality of products to the physical and chemical changes are determined by changes in moisture content, reduce storage costs, packaging and transportation, to prepare products dry to be performed at a later stage, eliminating the added water content due during the previous process, extend shelf life and improve product failures, dried product can be used as an ingredient in new products. Conventional drying has disadvantages such as requiring a wide open area, take a long time, can be contaminated with microorganisms, and can easily be disturbed by animals. While the use of fossil fuels or electricity depending on the availability of fuel or electrical energy in its use. In this tool uses two solar collectors so that the heat source that goes into the box dryer have more heat, so the drying process will be faster. This is to compare the drying process using a dryer and also conventional. From the test results using dryers drying rack type two storey with ventilator use solar collectors, from the results of calculations obtained 34.47 % collector efficiency, the drying process using a dryer rack type multilevel bash crackers mass 1.5 kg and the mass of dry crackers 0.87 kg. Energy input drier rack type multilevel 1.227 kWh, and energy losses rise rack type dryer is 0.804 kWh. In the drying process using a conventional wet crackers mass 1.5 kg and the mass of dry crackers after the drying of 1.07 kg, the energy input in conventional dryers is 1.829 kWh, 1.54 kWh of energy losses, and the efficiency of the conventional drying process at 16.15%. Key Words: Solar Collector, Ventilator, Dryer, Efficiency Collector.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
Organisasi
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Ir. Wahyu Budi Mursanto, M.Eng., Editor: Erlin Arvelina

Download...