Path: Top > Tugas Akhir - D3 > 2017 > Jurusan Teknik Sipil > Program Studi Teknik Konstruksi Sipil > 2020

Pemetaan Banjir Tiga Dimensi Akibat Luapan Sungai Cilember di Kota Cimahi Menggunakan Citra Spot 7 Dan DEMNAS

Three Dimensional Flood Mapping Caused Cilember River Overflow in Cimahi City Using Citra SPOT 7 and DEMNAS

Tugas Akhir, 021 / 2020 / KSI
Undergraduate Theses from JBPTPPOLBAN / 2021-01-13 14:15:19
Oleh : Farhan Arradzumar Gustaman - 171121040 & Novia Soraya - 171121056 (novia.soraya.tksi17@polban.ac.id)
Dibuat : 2021-01-13, dengan 4 file

Keyword : Flood, Three-Dimensional Flood Map, SPOT 7, DEMNAS, Global Mapper, HEC-RAS
Subjek : Banjir, Peta Banjir Tiga Dimensi, SPOT 7, DEMNAS, Global Mapper, HEC-RAS

Kota Cimahi bagian selatan merupakan wilayah yang secara geografis berada pada lembah cekungan sehingga pada musim hujan akan mendapat kiriman air dari Kota Cimahi dan Kota Bandung melalui Sungai Cilember. Selain itu sungai tersebut tidak dapat menampung kelebihan air sehingga air meluap kedaerah permukiman. Hal tersebut menyebabkan Kelurahan Melong Asih, Kecamatan Cimahi Selatan menjadi kawasan yang paling parah terendam banjir karena berada pada posisi cekungan dan dilintasi oleh Sungai Cilember. Penyampaian informasi berbentuk simulasi satu dimensi dan dua dimensi memberikan kemudahan penyampaian informasi tetapi kurang mampu memberikan informasi secara akurat sesuai kondisi di lapangan. Informasi yang mendetail dan akurat akan dari sebuah data spasial maka dikembangkan menjadi peta tiga dimensi akan memberikan penyampaian informasi yang lebih mudah untuk dipahami masyarakat umum. Pembuatan peta banjir tiga dimensi dilakukan dengan menggabungkan Citra Satelit SPOT 7 resolusi 1,5 m tahun 2017 dan DEMNAS 8 m menggunakan perangkat lunak Global Mapper. Peta banjir dibuat berdasarkan kondisi eksisiting dengan kedalaman berdasarkan data riwayat banjir pada tahun 2017 yaitu 0,5 m. Selain itu dilakukan analisis hidrolika menggunakan curah hujan tahun 2005-2016 dengan menggunakan debit banjir rencana 2 tahun diolah menggunakan perangkat lunak HEC-RAS.Peta banjir tiga dimensi kedalaman 0.5 m menggunakan perangkat lunak Global Mapper menghasilkan luas luapan banjir 567.420,825 m2 dan volume 1.388.270,502 m3. Sedangkan peta banjir tiga dimensi kedalaman 0.3 – 0.7 m menggunakan perangkat lunak HEC-RAS menghasilkan luas luapan banjir 307.306,444 m2 dan volume 613.519,923 m3. Peta banjir tiga dimensi kondisi eksisting kedalaman 0,5 m hasil proses pengolahan data Global Mapper maupun hasil peta banjir tiga dimensi pengolahan data HEC-RAS tidak sepenuhnya sesuai/mewakili kondisi banjir di lapangan. Hal tersebut disebabkan Resolusi DEMNAS 8 m dan Citra Satelit SPOT 7 resolusi 1,5 m menyebabkan perhitungan luas dan volume banjir pada simulasi melebihi fakta kondisi banjir terjadi di lapangan.

Deskripsi Alternatif :

The southern part of Cimahi City is an area that geoographically is located in a valley basin that is why during the rainy season this area will receive water from Cimahi City and Bandung City via the Cilember River. Other than that, , the river cannot accommodate excess water so the water overflows in residential areas. This made Melong Asih Village, Cimahi Selatan Subdistrict, become the most severely flooded because this area is in a hollow position and crossed by the Cilember River. Delivery of information in the form of one-dimensional and two-dimensional simulations makes it easy to convey information but is not really provide the information accurately according to conditions in the field or real life. The need of accurate and detailed information from spatial data is then developed into a three-dimensional map that will provide information delivery that is easier for the general public to understand. Making a three-dimensional flood map is done by combining SPOT 7 Satellite Imagery with 1.5 m resolution in 2017 and DEMNAS 8 m using Global Mapper software. The flood map is made based on existing conditions with a depth based on flood history data in 2017, it is 0.5 m. In addition, a hydraulic analysis was carried out using 2005-2016 rainfall using a 2-year planned flood discharge processed using HEC-RAS software. Three-dimensional flood maps with a depth of 0.5 m using Global Mapper software resulted in a flood overflow area of 567,420.825 m2 and a volume of 1,388.270,502 m3. Meanwhile, the three-dimensional flood map with a depth of 0.3 - 0.7 m using HEC-RAS software produces a flood overflow area of 307.306,444 m2 and a volume of 613.519,923 m3. The three-dimensional flood map of the existing conditions of 0.5 m depth as a result of the Global Mapper data processing and the results of the three-dimensional flood map from the HEC-RAS data processing are not fully appropriate/representative of flood conditions in the field. This is because the DEMNAS resolution of 8 m and the SPOT 7 satellite image with a resolution of 1.5 m causes the calculation of the area and volume of flooding in the simulation to exceed the fact that the flood conditions occurred in the field.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
Organisasi
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1: Dr. Yackob Astor, S.T., M.T.


    Pembimbing 2: Dr. Ir. Bambang Setio Budianto, M.Sc., Editor: Muhammad Abdillah Islamy, S.Pd

Download...