Path: Top > Tugas Akhir - D3 > Jurusan Teknik Kimia > Program Studi Teknik Kimia > 2012

Studi Pengaruh Kinerja Alat Pre Dryer 236KJ terhadap Moisture Prill Amonium Nitrat di PT. Multi Nitrotama Kimia

A Study of the Effect of Performance Pre Dryer 236KJ on Moisture of Ammonium Nitrate Prill in PT Multi Nitrotama Kimia

Tugas Akhir, 009 / 2012 / TKI
Undergraduate Theses from JBPTPPOLBAN / 2015-11-18 09:21:23
Oleh : Gita Nur Sajida - 091411078 & Mentari Kusmawardhani - 091411082
Dibuat : 2012-09-04, dengan 4 file

Keyword : amonium nitrat, prill, moisture, pengeringan, Pre Dryer, %Rh, udara, rotary dryer
Subjek : Ammonium Nitrat, Prill, Moisture, Drying, Pre Dryer, %Rh, Air, rotary dryer

Pengeringan awal prill amonium nitrat di PT Multi Nitrotama Kimia menggunakan alat Pre Dryer 236KJ dengan jenis direct heat rotary dryer. Proses pengeringan ini merupakan jenis pengeringan konvektif yang menggunakan aliran udara hangat sebagai udara pengering secara co-current. Target kandungan air yang terdapat pada prill keluaran 236KJ adalah 0,2% yang akhir-akhir ini mengalami penurunan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja alat yang berkaitan dengan terjadinya penurunan kualitas moisture prill amonium nitrat keluaran Pre Dryer 236KJ yang melebihi 0,2%. Kinerja alat ditinjau berdasarkan laju udara pengering, kondisi udara pengering dan waktu tinggal. Laju udara rata-rata yang diperlukan untuk mencapai target 0,2% adalah 19,73 kg/s, sedangkan laju udara rata-rata yang masuk berdasarkan kondisi lapangan adalah 18,09 kg/s sehingga kebutuhan udara kurang dan mengakibatkan moisture prill keluaran rata-rata 0,42%. Selain laju udara, kondisi udara pengering juga mempengaruhi moisture prill keluaran 236KJ. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh waktu pengambilan data. Berdasarkan ketiga waktu pengukuran, diperoleh hasil yang signifikan pada pukul 16.00 dimana selisih %Rh dan selisih kandungan air dalam udara (y) paling rendah terjadi pada waktu tersebut. Aksi yang dapat dilakukan untuk mencapai target 0,2% sesuai kondisi yang terjadi adalah dengan membuka damper blower 245RB/2 sebesar 88%. Selain itu, waktu tinggal prill di Pre Dryer 236KJ juga mempengaruhi moisture prill keluar 236KJ. Kebutuhan waktu tinggal secara teoritis adalah 105,69 menit sementara waktu tinggal berdasarkan kondisi operasi lapangan adalah 41,38 menit. Kurangnya waktu tinggal pada kondisi nyata menyebabkan moisture prill yang keluar melebihi 0,20 % yaitu rata-rata 0,57 %. Pada pengeringan prill amonium nitrat terjadi perpindahan massa dan perpindahan panas. Panas yang dibutuhkan untuk menurunkan moisture prill dari 2,94% menjadi 0,2% adalah 81,85 kJ/jam. Kata kunci: amonium nitrat, prill, moisture, pengeringan, Pre Dryer, %Rh, udara, rotary dryer

Deskripsi Alternatif :

The pre drying of ammonium nitrate prills in PT Multi Nitrotama Kimia is carried out by using direct heat rotary dryer equipment, called Pre Dryer 236KJ. This drying process is a type of convective drying in which hot air stream as the drying stream is applied co-currently. The targeted moisture content of prilled product 236KJ is 0.2 per cent, which recently reduces in quality. The study aims to analyse performance of the drying equipment related to the reducing moisture quality of the ammonium nitrate prills from Pre Dryer 236KJ which is found to exceed 0.2 per cent. Performance of dryer is reviewed from the rate of drying air, condition of drying air and residence time. The average rate of drying air that is needed to reach the target of 0.2 per cent is 19.73 kg/s, while in the actual process, the average rate of air is 18.09 kg/s. As a result, this lower average rate of air produced prills at 0.42 per cent moisture in average. In addition, condition of the dry air influences moisture of prill out 236KJ. This condition was also affected by the measurement time. Based on the three part of measurements, significant result was obtained at 4 pm which gave the lowest difference of %Rh and moisture content in air. The improvement that can be done to reach the 0.2 per cent moisture target is opening the damper of 245RB/2 blower up to 88%. Another variable that influences to achieve the target of 0.2% moisture is the residence time of the prills in the Pre Dryer 236KJ. Theoretically, the time needed was 105.69 minutes, while the actual time was 41.38 minutes. The short actual residence time resulted in the moisture content of prilled product exceeding 0.2 per cent, which is 0.57 per cent in average. In the drying process of ammonium nitrate, the transition of mass and heat occurs. The heat needed to reduce prill moisture from 2.94 per cent to 0.2 per cent was 81.85 kJ/hour. Keywords: Ammonium Nitrat, Prill, Moisture, Drying, Pre Dryer, %Rh, Air, rotary dryer

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
Organisasi
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1: Ir. Tri Hariyadi


    Pembimbing Lapangan 1: Ita Rahita


    Pembimbing Lapangan 2: Asep Sasmita , Editor: Erlin Arvelina

Download...