Path: Top > Article

Alih Fungsi Lahan dan Perubahan Karakteristik Debit DAS Krueng Aceh

WARTA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN, Vol.28, No.1, 2006
Gray literature from JBPTPPOLBAN / 2006-09-07 10:52:55
Oleh : Budi Kartiwa dan Nono Sutrisno, POLBAN (iahri@telkom.net)
Dibuat : 2006-09-07, dengan 1 file

Keyword : Daerah Aliran Sungai, biofisik, Krueng Aceh, citra LandSat

Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi telah melakukan penelitian Alih fungsi lahan dan perubahan karakteristik debit DAS Krueng Aceh bekerja sama dengan PUSDATA LAPAN. Penelitian bertujuan untuk mempelajari laju perubahan penggunaan lahan berdasarkan analisis citra satelit serta dampaknya terhadap karakteristik debit DAS Krueng Aceh.
DAS Krueng Aceh merupakan satu dari 15 DAS di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. DAS ini memiliki luas 207.496 ha, dan berada pada dua wilayah administratif, yaitu Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.
DAS Krueng Aceh didominasi oleh dataran rendah berupa daerah cekungan dan dataran, serta bukit bergelombang, pegunungan, dan perbukitan. Topografi wilayah bervariasi dari datar sampai curam dan terletak pada ketinggian 0-1.710 m dpl. Dataran dengan lereng 0-8% mendominasi daerah tengah memanjang ke hilir, sedangkan perbukitan dan pegunungan mengapitnya di bagian hulu. Bukit bergelombang dengan luas 17 % dari luas wilayah terdapat di pinggir bagian hilir.

Perubahan Penutup Lahan

Untuk mempelajari perubahan penutup lahan DAS Krueng Aceh, telah dilakukan analisis citra Landsat hasil akuisisi tanggal 3 Juli 1994 dan 14 Mei 2002. Berdasarkan citra Landsat tahun 1994, penutup lahan terluas berupa hutan (sekitar 48 % dari luas total). Bersama dengan penutup lahan lain yang juga memiliki kapasitas infiltrasi tinggi, seperti belukar dan kebun campuran, luasnya mencapai 59,5%. Sementara itu hasil interpretasi citra Landsat tahun 2002 menunjukkan penutup lahan terluas masih berupa hutan (sekitar 47,6 % dari luas total). Sebagai kawasan DAS, proporsi ini tergolong baik, tetapi luasnya menurun 0,9% atau 1.837 ha selama 8 tahun, atau rata-rata 229,6 ha/tahun. Laju perubahan ini masih jauh di bawah angka laju perubahan luas hutan secara nasional, baik yang dikeluarkan pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat.
Pengurangan luas terbesar terjadi pada semak/rumput (3.477 ha) dan hutan (1.837 ha), yang umumnya berubah menjadi sawah (2.922 hal, di daerah pinggir Sungai Krueng Aceh, dan belukar (1.340 ha) di perbukitan sebelah timur Kota Banda Aceh. Hutan yang berubah menjadi belukar mencapai 1.417 ha, terutama di daerah dekat Jantho (Tabel 1).
.............................................................

Deskripsi Alternatif :

Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi telah melakukan penelitian Alih fungsi lahan dan perubahan karakteristik debit DAS Krueng Aceh bekerja sama dengan PUSDATA LAPAN. Penelitian bertujuan untuk mempelajari laju perubahan penggunaan lahan berdasarkan analisis citra satelit serta dampaknya terhadap karakteristik debit DAS Krueng Aceh.
DAS Krueng Aceh merupakan satu dari 15 DAS di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. DAS ini memiliki luas 207.496 ha, dan berada pada dua wilayah administratif, yaitu Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.
DAS Krueng Aceh didominasi oleh dataran rendah berupa daerah cekungan dan dataran, serta bukit bergelombang, pegunungan, dan perbukitan. Topografi wilayah bervariasi dari datar sampai curam dan terletak pada ketinggian 0-1.710 m dpl. Dataran dengan lereng 0-8% mendominasi daerah tengah memanjang ke hilir, sedangkan perbukitan dan pegunungan mengapitnya di bagian hulu. Bukit bergelombang dengan luas 17 % dari luas wilayah terdapat di pinggir bagian hilir.

Perubahan Penutup Lahan

Untuk mempelajari perubahan penutup lahan DAS Krueng Aceh, telah dilakukan analisis citra Landsat hasil akuisisi tanggal 3 Juli 1994 dan 14 Mei 2002. Berdasarkan citra Landsat tahun 1994, penutup lahan terluas berupa hutan (sekitar 48 % dari luas total). Bersama dengan penutup lahan lain yang juga memiliki kapasitas infiltrasi tinggi, seperti belukar dan kebun campuran, luasnya mencapai 59,5%. Sementara itu hasil interpretasi citra Landsat tahun 2002 menunjukkan penutup lahan terluas masih berupa hutan (sekitar 47,6 % dari luas total). Sebagai kawasan DAS, proporsi ini tergolong baik, tetapi luasnya menurun 0,9% atau 1.837 ha selama 8 tahun, atau rata-rata 229,6 ha/tahun. Laju perubahan ini masih jauh di bawah angka laju perubahan luas hutan secara nasional, baik yang dikeluarkan pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat.
Pengurangan luas terbesar terjadi pada semak/rumput (3.477 ha) dan hutan (1.837 ha), yang umumnya berubah menjadi sawah (2.922 hal, di daerah pinggir Sungai Krueng Aceh, dan belukar (1.340 ha) di perbukitan sebelah timur Kota Banda Aceh. Hutan yang berubah menjadi belukar mencapai 1.417 ha, terutama di daerah dekat Jantho (Tabel 1).
.............................................................

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor:

Download...