Path: Top > Karya Tulis Ilmiah Tenaga Pendidik POLBAN di Terbitan Institusi Lain > Haryadi

Simulasi Perangkat Lunak Aspen Sistem Torefaksi Gambut Menggunakan Blok RYield dan SSplit sebagai Model Reaktor

The Aspen Software Simulation of a Peat Torrefaction System Using RYield and SSplit Block as Reactor Model

Proceedings of International Symposium on Sustainable Energy and Environmental Protection (ISSEEP) 2009 Yogyakarta, Indonesia, 23-26 Nopember 2009
Journal from JBPTPPOLBAN / 2013-05-28 21:07:20
Oleh : Haryadi ; Toto Hardianto ; Ari D. Pasek ; Aryadi Suwono ; Riza Azhari ; W. Ardiansyah (haryadi.mesin@polban.ac.id)
Dibuat : 2012-08-07, dengan 1 file

Keyword : peat, continuous, torrefaction, simulation

Gambut bisa menjadi sumber energi keempat di Indonesia setelah minyak, batubara, dan gas alam. Dengan 27 juta hektar kawasan sumber daya gambut, Indonesia adalah terbesar ketiga gambut cadangan di dunia, setelah Kanada dan Rusia. Pada tahun-tahun saat ini, pemanfaatan gambut sebagai energi sangat terbatas. Pengembangan pemanfaatan gambut sebagai sumber energi baru ini diharapkan dapat mendukung tujuan Cetak Biru Energi Nasional Manajemen Indonesia. Namun, aspek lingkungan dari hal ini harus diperhatikan. Torefaksi adalah proses termal diaplikasikan pada material organik dioperasikan pada suhu sedang dalam ketiadaan oksigen dan pada waktu tinggal yang relatif lama, biasanya 10 sampai 60 menit. Sifat-sifat, seperti nilai kalor, dan kandungan karbon tertambat, ditingkatkan melalui devolatilisasi terbatas yang terjadi di bawah kondisi ini. Nilai kalor dari gambut produk torefaksi meningkat ke tingkat antara subbituminus C sampai bituminus C zat terbang tinggi klasifikasi batubara ASTM D 388. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak Aspen Plus 11 untuk simulasi sistem torefaksi gambut kontinu skala laboratorium dan menggunakan reaktor RYield dan SSplit sebagai model reaktor. Kapasitas dari sistem ini adalah 16 kg/jam bahan baku. Sistem ini terdiri dari pengering, sebuah reaktor torefaksi, pendingin dan fasilitas pendukung. Pengering dan reaktor torefaksi menggunakan metode unggun terfluidisasi untuk proses tersebut. Bahan baku dari sistem ini adalah gambut alam dengan kadar air 60% basis basah. Pengering menggunakan udara panas untuk mengurangi kadar air gambut dan gambut meningkatkan suhu dari temperatur lingkungan sampai mencapai temperatur proses. Reaktor torefaksi menggunakan uap super panas untuk meningkatkan suhu gambut sampai 300° C. Kondisi inert reaktor torefaksi ini dihasilkan oleh uap dari gambut itu sendiri. Gambut tersebut dipertahankan pada temperatur ini selama sekitar 20 menit. Model ini menunjukkan fleksibilitas yang lebih baik untuk memvariasikan kadar air gambut kering secara lebih luas. Simulasi menunjukkan bahwa konsumsi uap super panas untuk pemanasan reaktor dan efisiensi sistem proses torefaksi sangat bergantung kepada kadar air gambut kering.

Deskripsi Alternatif :

Peat could be fourth energy resources in Indonesia after oil, coal, and natural gas. With 27 million hectares of peat resources area, Indonesia is the third largest peat reserve in the world, after Canada and Russia. In the current years, peat utilization as energy is very limited. The development of peat utilization as new energy resources is expected to support the objective of the Indonesian National Energy Management Blueprint. However, the environmental aspect of this matter should be emphasized. Torrefaction is a thermal process applied to organic materials operated at medium temperature in absence of oxygen and at relatively long residence times, typically 10 to 60 minutes. The properties, such as heating value and fix char content, are improved through limited devolatilization that occurs under these conditions. The heating value of the torrefied peat improved to the level between subbituminous C to bituminous high volatile C of ASTM D 388 coal classification. This research used Aspen Plus 11 software for simulation of a laboratory scale continuous peat torrefaction reactor system and Using RYield and SSplit as reactor model. The capacity of this system is 16 kg/h of raw material. The system consists of a dryer, a torrefaction reactor, a cooler and supporting facilities. The dryer and the torrefaction reactor employ fluidized bed method for the process. The raw material of the system is natural peat with 60% moisture content wet base. The dryer uses hot drying air to reduce peat moisture content and increase peat temperature from ambient temperature to process temperature. The torrefaction reactor uses superheated steam to increase peat temperature to 300°C. The torrecation reactor inert atmosphere is provided by the steam release from the peat it self. The peat is held at this temperature for about 20 minutes. The model shows better flexibility to vary wider range of dry peat moisture content. The simulation showed that the superheated steam consumption for the reactor heating and the system torrefaction process efficiency greatly depend on moisture content of dry peat.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
Organisasi
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: Idayu Gemalia

Download...