Path: Top > Karya Tulis Ilmiah Tenaga Pendidik POLBAN di Terbitan Institusi Lain > Hazma

Partikel Ge dan Be sebagai Kategori Fatis dalam Bahasa Melayu Bangka

Ge and Be Particles as Phatic Category in Bangka Language

KIMLI 2016 Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia 2016 Denpasar, 24-27 Agustus 2016
Proceeding from JBPTPPOLBAN / 2020-07-17 20:16:33
Oleh : Hazma - 196409061989032001 (hazma@polban.ac.id)
Dibuat : 2020-07-17, dengan 1 file

Keyword : partikel be dan ge, kategori fatis, Melayu Bangka

Masyarakat Bangka di selatan Pulau Sumatera menggunakan bahasa Melayu Bangka sebagai bahasa ibunya. Kategori fatis adalah kategori yang bertugas memulai, mempertahankan, atau mengukuhkan komunikasi antara pembicara (penutur) dengan kawan bicara (petutur). Kategori ini lebih sering dijumpai dalam konteks dialog. Kebanyakan kategori fatis ini terdapat dalam ragam lisan yang kalimat-kalimatnya cenderung nonstandar dan banyak mengandung unsur-unsur daerah dan dialek regional. Tulisan ini akan membahas unsur be dan ge yang digunakan sebagai kategori fatis dalam bahasa Melayu Bangka. Dialog bahasa Melayu Bangka yang menggunakan be dan ge dianalisis menggunakan teori kelas kata Kridalaksana dan teori pragmatik Yule. Hasil penelitian menunjukkan dalam percakapan sehari-hari masyarakat Bangka sering dijumpai kata be dan ge. Dalam kalimat pertanyaan, ge berfungsi sebagai pengganti ┬ľkah, sedangkan dalam kalimat deklaratif/pernyataan, ge berfungsi penegas yang bermakna juga atau saja. Sementara itu, partikel be dapat berfungsi sebagai penegas, penekan kata, dan sekaligus dapat berfungsi sebagai penghalus perintah. Oleh karena itu, partikel be dan ge dalam bahasa Melayu Bangka dapat dikategorikan sebagai kategori fatis yang menegaskan, menekankan, dan menghaluskan perintah.

Deskripsi Alternatif :

The Bangka people in the southern island of Sumatra use Bangka Malay as their mother tongue. The phatic category is the category that is tasked with initiating, maintaining, or strengthening communication between the speaker (speaker) and the interlocutor (speaker). This category is more often found in the context of dialogue. Most of these phatic categories are contained in an oral variety whose sentences tend to be non-standard and contain many regional elements and regional dialects. This paper will describe the elements of be and ge which are used as phatic categories in Bangka Malay. Dialogues of the Bangka Malay language using be and ge were analyzed using the Kridalaksana word class theory and Yule's pragmatic theory. The results showed that in everyday conversation the people often encountered the words be and ge. In the question sentence, ge functions as a substitute for, whereas in declarative sentences / statements, ge functions as well or only affirmative. Meanwhile, the be particle can function as a confirmation, word suppressor, and at the same time be able to function as a command refiner. Therefore, be and ge particles in the Malay language of Bangka can be categorized as a phatic category which confirms, emphasizes, and smoothes orders.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
Organisasi
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: Erlin Arvelina

Download...