Path: Top > Terbitan/Publikasi Institusi Lain > Majalah Ilmiah Terakreditasi LIPI > Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) > Forum Fungsional Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS) > Material Komponen dan Konstruksi > Volume 10 Nomor 2 Desember 2010

Analisis Cacat Retak Produksi Mur Baja Superalloy A286

Publication from JBPTPPOLBAN / 2013-06-24 17:54:23
Oleh : Hendri Sukma ; Djoko W. Karmiadji
Dibuat : 2012-04-23, dengan file

Keyword : material superalloy, cacat retak, forging, perlakuan panas, pengujian tidak merusak (NDT), pengujian merusak (kekerasan)

Mur bermaterial baja superalloy A286 ini, digunakan pada konstruksi rig lepas pantai. Permasalahan yang terjadi adalah adanya cacat retak pada mur sebelum mur tersebut digunakan sehingga baik mur yang sudah maupun yang belum terpasang ditarik kembali untuk dilakukan pemeriksaan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui penyebab cacat retak pada mur tersebut. Metodologi yang dilakukan adalah dengan cara pengamatan visual, analisis komposisi kimia, pengujia metalografi, mapping unsur metode Back Scattering Electron (BSE) menggunakan Electron PRobe Micro Analyser (EPMA), dan pengujin kekerasan menggunakan merode vickers. DAta hasil pengujian kemudian dianalisis dengan membandingkan dengan standar literatur yang ada. Dari hasil analisis data didapat bahwa retak pada mur terjadi pada daerah batas butir. Retak tersebut terjadi pada saat proses pembentukan mur (forging) dan pada saat heat treatment. Peningkatan kekerasan material akibat jumlah karbida chrom yang berlebih menyebabkan kemampuan bentuk dari material juga berkurang, sehingga diperkirakan pada saat proses pembentukan nut (forging), retak sudah mulai timbul pada daerah batas butir karena karbida chrom menumpuk pada batas butir. Pada proses heat treatment penggunaan media quenching air tidak sesuai dengan standar yang ada yaitu menggunakan oli sebagai media quenching. Penggunaan air sebagai media quenching menyebabkan tegangan dalam pada metarial menjadi tinggi sehingga memicu terjadinya retak. Penyebab selanjutnya adalah holdong time yang terlalu lama pada proses tempering menyebabkan jumlah persipitasi karbida chrom pada batas butir berlebih, hal tersebut membuat daerah batas butir rawan akan timbulnya retak karena sifat karbida chrom yang keras dan getas.

Deskripsi Alternatif :

.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
Organisasi
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: Idayu Gemalia