Path: Top > Tugas Akhir - D4 > Jurusan Teknik Kimia > Prodi T. Kimia Produksi Bersih > 2013 > REGULER

Pembuatan Bioetanol dari Molase dengan Kapasitas 136.000 ton/tahun

Production of Bioethanol from Molasses with a Capacity of 136.000 Tons/Year

Tugas Akhir, 005 / 2013 / KPB
Undergraduate Theses from JBPTPPOLBAN / 2017-02-23 07:55:03
Oleh : Ima Rismalawati - 091424015 & Raden Khoirun Nissa - 091424023 (imarismalawati@yahoo.com; r.k.nissa@gmail.com)
Dibuat : 2017-02-23, dengan 1 file

Keyword : bioetanol, molase, Zymomonas mobilis, analisis ekonomi
Subjek : bioethanol, Molasses, Zymomonas mobilis, economic analysis

Bioetanol (C2H5OH) merupakan salah satu senyawa alkohol yang diperoleh dari proses fermentasi komponen gula yang terkandung dalam biomassa seperti molase. Pabrik bioetanol 96 % dari molase dirancang dengan kapasitas 136.000 ton/tahun untuk menutupi kebutuhan etanol di Indonesia. Pabrik direncanakan dibangun pada tahun 2013, beroperasi secara kontinyu 24 jam perhari dan bekerja selama 365 hari pertahun. Pabrik akan didirikan di Palimanan Cirebon Jawa Barat dekat dengan bahan baku molase yang merupakan hasil samping dari pabrik gula, selain itu juga karena dengan dengan pasar. Proses utama yang digunakan adalah penyaringan molase, pengenceran molase dari 50% - 12 %, sterilisasi, fermentasi dan pemurnian etanol dengan distilasi. Bahan baku molase 15525,11 kg/jam akan disaring abu dan komponen padat lainnya dengan alat screening (S-101), selanjutnya kadar molase 50 % akan diencerkan menjadi 10-12% dan sukrosa dengan bantuan asam H2SO4 akan berubah menjadi glukosa dan fruktosa di reaktor (R-101). Produk reaktor (R-101) akan disterilisasi pada suhu 75oC untuk mencegah adanya kontaminan yang hidup selama proses fermentasi, selanjutnya pada fermentor (R-102) dengan suhu 30oC Zymomonas mobilis mampu menkonversi 70 % gula pada molase menjadi etanol 12%. Etanol 96% diperoleh pada proses pemurnian dengan distilasi (Dc-101) sebanyak 16749,42 kg/jam. Peralatan pembuatan bioetanol memiliki dimensi alat masing-masing, seperti reaktor pengenceran yang memiliki diameter 8,03 m, tinggi total 12,71 m, sementara untuk fermentor memiliki diameter 3,19 m, tinggi total 20,19 m, dan untuk kolom distilasi tahap satu memiliki diameter 9,316 m, tinggi 12 m, kemudian kolom distilasi tahap dua memiliki diameter 2,745 m dan tinggi kolom 12 m. Berdasarkan analisis ekonomi menunjukkan Break Event Point (BEP) sebesar 47 %, Pay Back Period (PBP) sebesar 3,74 tahun dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 12,188 %. Kunci: bioetanol, molase, Zymomonas mobilis, analisis ekonomi.

Deskripsi Alternatif :

Bio-ethanol (C2H5OH) is one of the alcohols obtained from the fermentation of sugar components contained in biomass such as molasses. Bioethanol plant 96% of the molasses is designed with a capacity 136,000 tons / year to cover the needs of ethanol in Indonesia. Plant to be built in 2013, operates continuously 24 hours a day and work for 365 days a year. The plant will be established in palimanan Cirebon West Java close to the raw material molasses which is a byproduct of the sugar mills, but it is also due to the market. The main processes used are filtering molasses, molasses dilution of 50% - 12%, sterilization, fermentation and purification of ethanol by distillation. Raw material molasses 15525.11 kg / hour will be filtered ash and other solid components with screening tools (S-101), the next level will be diluted molasses 50%, 10-12% and sucrose with the aid of acid H2SO4 will turn into glucose and fructose in reactor (R-101). Product reactor (R-101) will be sterilized at a temperature of 75oC to prevent any contaminants that lived during the fermentation process, then the fermentor (R-102) with a temperature of 30oC Zymomonas mobilis is able to convert 70% of the sugar in the molasses into ethanol 12%. Ethanol 96% was obtained in the process of purification by distillation (Dc-101) 16749.42 kg / hour. Bioethanol production equipment has dimensions of each tool, such as the dilution reactor has a diameter of 8.03 m, the total height of 12.71 m, while for the fermenter has a diameter of 3.19 m, the total height of 20.19 m, and for stage distillation column one has a diameter of 9,316 m, height 12 m, then two-stage distillation column has a diameter of 2,745 m and 12 m high column. Based on the economic analysis suggests Break Even Point (BEP) of 47%, Pay Back Period (PBP) of 3.74 years and the Internal Rate of Return (IRR) of 12.188%. Keywords: bioethanol, Molasses, Zymomonas mobilis, economic analysis.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
Organisasi
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1: Dr. Ir. Bintang Iwhan Moehady, M.Sc.

    Pembimbing 2: Dianty Rosirda Dewi K., S.T., M.T., Editor: Erlin Arvelina

Download...