Path: Top > Tugas Akhir - D3 > 2017 > Jurusan Teknik Mesin > Program Studi Teknik Mesin > 2019

Analisis Computational Fluid Dynamics (CFD) Pada Ejektor Gas Removal System (Grs) untuk Menentukan Nilai Kevakuman Pada Sisi Suction terhadap Kenaikan Non Condensable Gas (NCG)

Numerical Analysis (CFD) On The Effect Increase of Non Condensable Gas (NCG) to Vacuum Values On The Suction Side Ejector of Gas Removal System (GRS)

Tugas Akhir, 056 / 2019 / TME
Undergraduate Theses from JBPTPPOLBAN / 2020-06-25 10:31:42
Oleh : Raesyafu Al Mizan Tuakia = 151211057 (raesyafu@gmail.com )
Dibuat : 2020-06-25, dengan 4 file

Keyword : Steam ejector, Gas Removal System, Computational Fluid Dynamis
Subjek : Steam ejector, Gas Removal System, Computational Fluid Dynamic

Steam ejector adalah salah satu komponen terpenting pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), yang mana komponen ini merupakan unit dari Gas Removal System (GRS) yang berfungsi untuk menjaga kevakuman di dalam kondensor. Uap yang mengandung Non-Condensable Gas (NCG) akan mengakibatkan akumulasi tekanan pada kondensor sehingga kevakumannya akan berkurang. Non-Condensable Gas (NCG) sangat mempengaruhi tekanan suction pada ejektor,sehingga ejektor hanya bekerja pada kondisi inlet nozzle tertentu. Kondisi tekanan suction pada ejektor yang tidak diketahui merupakan salah satu alasan diperlukannya pengkajian secara komputasional. Untuk memprediksi serta mendapatkan sifat aliran di dalam ejektor tersebut dilakukan simulasi secara komputasional terhadap ejektor dengan menggunakan software Computational Fluid Dynamics (CFD) yaitu dengan ANSYS FLUENT 14.0 sedangkan untuk pembuatan geometri menggunakan AutoCAD 2016 yang kemudian dilakukan meshing dengan menggunakan GAMBIT 2.2.30. Simulasi dilakukan dengan melakukan beberapa variasi pada konsentrasi NCG yaitu dengan kenaikan setiap 1% sehingga didapatkan nilai tekanan rata-rata pada sisi suction steam ejector. Pada kondisi operasi normal dengan konsentrasi NCG 77,30 % pada inlet suction didapatkan tekanan suction sebesar 6,899 Pa. Namun setelah dilakukan 5 variasi dengan kenaikan NCG 1% didapatkan nilai tekanan suction yaitu 6,717; 6,698; 6,678; 6,659; 6511 dalam Pa. Hal ini bertolak belakang dengan kondisi seharusnya yang mana NCG yang mengakibatkan akumulasi tekanan pada kondensor akan mengakibatkan daya hisap pada ejektor berkurang, sedangkan hasil yang didapatkan yaitu kevakuman ejektor semakin meningkat seiring bertambahnya konsentrasi NCG. Tentunya hal ini dapat terjadi dikarenakan beberapa faktor, yaitu salah satunya diakibatkan perubahan model solver dari multiphase menjadi singlephase. Kata Kunci :

Deskripsi Alternatif :

Steam ejectors are one of the most important components of the geothermal power Plant (PLTP) system, which is a unit of Gas Removal System (GRS) that serves to keep the vaccine inside the condenser. Steam containing Non-Condensable Gas (NCG) will result in accumulation of pressure on the condenser so that the vaccine will be reduced. Non-Condensable Gas (NCG) strongly affects the suction pressure on the ejector, so the ejector only works on certain conditions of the inlet nozzle. The condition of suction pressure on the unknown ejectors is one of the reasons for computational analysis to be required. To predict and obtain the nature of the flow within the ejector it is computationally simulated against the ejectors using the Computational Fluid Dynamics (CFD) software, which is with the ANSYS FLUENT 14.0 and for Geometry creation using Auto CAD 2016 is then done meshing by using GAMBIT 2.2.30. The simulation is done by doing some variation on the concentration of NCG that is with a increment every 1% so that the average pressure value is obtained on the suction side of the steam ejector. Under normal operating conditions with the concentration of NCG 77.30% in suction inlet is obtained a suction pressure of 6.899 Pa. But, after 5 variations with NCG increase of 1% obtained suction pressure value of 6.717; 6.698; 6.678; 6.659; 6511 in Pa. This is in contrast to the supposed condition where the NCG resulting in the accumulation of pressure on the condenser will cause the power of the ejector to decrease, while the result of the disbursement of ejectors increases as the concentration of NCG. Obviously, this can happen due to several factors, one of which is due to the change of the solver model from multiphase to singlephase.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
Organisasi
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1: Ir. Mokhamad Munir Fahmi, M.T.


    Pembimbing 2: Sugianto, S.T., M.Eng., Editor: Muhammad Abdillah Islamy, S.Pd

Download...