Path: Top > Journal Politeknik Negeri Bandung > UP. MKU > SIGMA-MU > Volume 2 Nomor 2 September 2010

Pemanfaatan Kitin dari Cangkang Rajungan Sebagai Bahan Pembuatan Kitosan Sulfonat untuk Membran

Utilization Chitin In Shell Of Crab Is Used For Producing Chitosan Sulfonate For Membrane

Journal from JBPTPPOLBAN / 2012-03-14 09:38:44
By : Riniati
Created : 2012-03-14, with 1 files

Keyword : Kitin, Kitosan, Kitosan sulfonat, kapasitas penukar ion

Kitin merupakan suatu polimer alam yang banyak terdapat pada cangkang rajungan. Proses deasetilasi kitin dari cangkang rajungan dilakukan untuk menghasilkan kitosan. Terhadap kitosan dilakukan proses sulfonasi dengan menggunakan pereaksi asam klorosulfonat dalam pelarut diklorometan menghasilkan kitosan sulfonat. Transformasi kitin menjadi kitosan melalui proses deasetilasi memperoleh rendemen 38% dan derajat deasetilasi 72 %. Proses sulfonasi pada transformasi kitosan menjadi kitosan sulfonat menunjukkan adanya gugus fungsi sulfonat yang menempel pada molekul kitosan. Adanya gugus fungsi ini ditandai oleh munculnya puncak spektrum inframerah dengan bilangan gelombang 1060 – 1024 cm-! sebagai karakter penyerapan gugus S-O. Terikatnya gugus sulfonat ke dalam kitosan menyebabkan peningkatan nilai kapasitas penukar ion. Kitosan sulfonat ini dapat diaplikasikan sebagai resin penukar kation atau sebagai polimer polielektrolit pada pembutan membran. Secara kuantitatif, karakterisasi kitosan sulfonat dilakukan dengan mengukur kapasitas penukar ion menggunakan metoda titrasi. Hasil pengukuran tersebut menunjukkan nilai kapasitas penukar ion sebesar 0,97mmol / gr. Nilai ini sangat mendekati kapasitas penukar ion Nafion® 112 sebagai pembanding sebesar 0,99 mmol/gr.

Description Alternative :

Chitin is a natural polymer found abundantly in the shell of crab. The process of deacetylation of chitin from the shell is used for producing chitosan. Sulfonation process on the chitosan by using chlorosulfonate acid agent in the dichlomethane solvent produces chitosan sulfonate. The transformation of chitin to chitosan in the deacetylation process obtains rendemen of 38% and deacetylation degree of 72%. The sulfonation process on the chitosan transformation to chitosan sulfonate indicates functional group of sulfonate that is bounded on the chitosan molecule. The availability of the functional group is identified by the appearance of infra-red spectrum peaks of 1060 - 1024 cm-! wave numbers as a characteristic absorption of S-O group. The sulfonate group bounded on the chitosan increases the value of ion exchange capacity. The chitosan sulfonate can be applied as cation exchange resin or as polymer of polyelectrolite in a membrane production. Quantitatively, characterization of the chitosan sulfonate to be done by measuring ion exchange capacity using titration method. The measurement obtains the value of ion exchange capacity is 0.97mmol / gr. The value is close to ion exchange capacity value of Nafion® 112 that is 0.99 mmol / gr.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTPPOLBAN
Organization
Contact NameHelmi Purwanti
AddressJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
CityBandung
RegionJawa Barat
CountryIndonesia
Phone022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
Administrator E-mailhelmi.purwanti@polban.ac.id
CKO E-mailhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Contributor...

  • , Editor: Erlin Arvelina

Downnload...