Path: Top > Tugas Akhir - D3 > Jurusan Akuntansi > Program Studi Akuntansi > 2004

PERANAN ANALISIS SELISIH BIAYA OVERHEAD PABRIK DALAM MENGENDALIKAN BIAYA OVERHEAD PABRIK PRODUK MULTI PURPOSE CHAIR PADA PT. CHITOSE INDONESIA MANUFACTURING

Tugas Akhir, 21 / 2004 / AK
Undergraduate Theses from JBPTPPOLBAN / 2015-11-18 09:21:24
Oleh : Amidea Wisata (01601025), Polban
Dibuat : 2004, dengan 1 file

Keyword : Biaya Overhead Pabrik, Biaya

ABSTRAK





Pertumbuhan teknologi mempunyai pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi perusahaan. Setiap perusahaan meliputi perusahaan manufaktur dituntut untuk meningkatkan kualitas produk untuk memperoleh pangsa pasar yang diharapkan.





Salah satu tujuan perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang maksimal. Laba maksimal bisa diperoleh dengan memaksimalkan produktivitas dari faktor-faktor produksi dan meminimalkan biaya yang dikeluarkan untuk faktor-faktor produksi yang digunakan. Di dalam perusahaan manufaktur terdapat biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.





Dalam rangka pengendalian biaya overhead pabrik, pada awal periode akuntansi biasanya perusahaan akan menyusun anggaran biaya overhead pabrik. Pada saat proses produksi atau saat periode sudah berakhir, biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi akan dikumpulkan untuk dibandingkan dengan biaya overhead pabrik yang dianggarkan. Akan tetapi, sering terjadi penyimpangan antara biaya overhead pabrik yang dianggarkan dengan overhead pabrik yang sesungguhnya. Selisih yang terjadi antara biaya overhead pabrik yang dianggarkan dengan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi merupakan biaya overhead pabrik yang lebih atau kurang dibebankan (over or under applied factory overhead cost).





PT. Chitose Indonesia Manufacturing adalah salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi kursi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di PT. Chitose Indonesia Manufacturing, perusahaan belum melakukan analisis selisih biaya overhead pabrik.





PT. Chitose Indonesia Manufacturing menggunakan sistem biaya aktual sehingga dalam pembebanan biaya overhead-nya tidak menggunakan tarif tertentu sebagai pedoman pengendalian. Dengan demikian perusahaan tidak menyelenggarakan analisis selisih biaya karena dalam sistem biaya aktual yang digunakan perusahaan hanya dapat menunjukkan apa yang sudah terjadi, bukan apa yang seharusnya terjadi, sehingga tidak ada basis kinerja yang dapat diandalkan sebagai dasar pedoman dalam pengendalian biaya overhead pabrik.





Sebaiknya perusahaan melakukan analisis selisih biaya, khususnya biaya overhead. Dengan adanya analisis ini akan diperoleh informasi mengenai elemen biaya apa, pada seksi mana dan tanggung jawab siapa selisih biaya overhead tersebut, yang pada akhirnya dapat diindikasikan kegagalan atau keberhasilan (prestasi) setiap seksi atau perusahaan secara keseluruhan dalam menjalankan operasinya. Hasil analisis ini-pun dapat dijadikan dasar dalam pengendalian biaya dan evaluasi kinerja perusahaan demi perbaikan di periode yang akan datang.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRAK





Pertumbuhan teknologi mempunyai pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi perusahaan. Setiap perusahaan meliputi perusahaan manufaktur dituntut untuk meningkatkan kualitas produk untuk memperoleh pangsa pasar yang diharapkan.





Salah satu tujuan perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang maksimal. Laba maksimal bisa diperoleh dengan memaksimalkan produktivitas dari faktor-faktor produksi dan meminimalkan biaya yang dikeluarkan untuk faktor-faktor produksi yang digunakan. Di dalam perusahaan manufaktur terdapat biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.





Dalam rangka pengendalian biaya overhead pabrik, pada awal periode akuntansi biasanya perusahaan akan menyusun anggaran biaya overhead pabrik. Pada saat proses produksi atau saat periode sudah berakhir, biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi akan dikumpulkan untuk dibandingkan dengan biaya overhead pabrik yang dianggarkan. Akan tetapi, sering terjadi penyimpangan antara biaya overhead pabrik yang dianggarkan dengan overhead pabrik yang sesungguhnya. Selisih yang terjadi antara biaya overhead pabrik yang dianggarkan dengan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi merupakan biaya overhead pabrik yang lebih atau kurang dibebankan (over or under applied factory overhead cost).





PT. Chitose Indonesia Manufacturing adalah salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi kursi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di PT. Chitose Indonesia Manufacturing, perusahaan belum melakukan analisis selisih biaya overhead pabrik.





PT. Chitose Indonesia Manufacturing menggunakan sistem biaya aktual sehingga dalam pembebanan biaya overhead-nya tidak menggunakan tarif tertentu sebagai pedoman pengendalian. Dengan demikian perusahaan tidak menyelenggarakan analisis selisih biaya karena dalam sistem biaya aktual yang digunakan perusahaan hanya dapat menunjukkan apa yang sudah terjadi, bukan apa yang seharusnya terjadi, sehingga tidak ada basis kinerja yang dapat diandalkan sebagai dasar pedoman dalam pengendalian biaya overhead pabrik.





Sebaiknya perusahaan melakukan analisis selisih biaya, khususnya biaya overhead. Dengan adanya analisis ini akan diperoleh informasi mengenai elemen biaya apa, pada seksi mana dan tanggung jawab siapa selisih biaya overhead tersebut, yang pada akhirnya dapat diindikasikan kegagalan atau keberhasilan (prestasi) setiap seksi atau perusahaan secara keseluruhan dalam menjalankan operasinya. Hasil analisis ini-pun dapat dijadikan dasar dalam pengendalian biaya dan evaluasi kinerja perusahaan demi perbaikan di periode yang akan datang.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiP
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Neneng Dahtiah, SE.Ak, Editor:

Download...