Path: Top > Tugas Akhir - D3 > Jurusan Administrasi Niaga > Program Studi Administrasi Bisnis > 2004

PENANGANAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR PADA DIVISI SEKRETARIAT PUSAT DAN SISTEM INFORMASI (SEKPUS & SISFO) TELKOM TRAINING CENTRE BANDUNG

Tugas Akhir, 3 / 2004 / AB
Undergraduate Theses from JBPTPPOLBAN / 2015-11-18 09:21:25
Oleh : Tike Marianty (01701018), Polban
Dibuat : 2004, dengan 1 file

Keyword : Surat

ABSTRAK





Surat (Atmosudirdjo, Surono, Nurwastuti, Darso, Sedarmayanti) adalah alat komunikasi tertulis berasal dari satu pihak yang disampaikan kepada pihak lain, yang ditulis baik atas nama pribadi atau kedudukannya dalam organisasi atau kantor untuk menyampaikan warta.





Salah satu pekerjaan yang penting yaitu penanganan surat masuk dan surat keluar. Penanganan surat-surat yang masuk dan keluar diterima oleh Divisi Sekpus dan Sisfo sebagai sentral. Prosedur penanganan surat masuk di Divisi Sekpus & Sisfo sebagai berikut : penerimaan surat, pesortiran surat, pembukaan surat, pencatatan, dan pendistribusian. Sementara penanganan surat keluar sebagai berikut : pembuatan konsep, penyetujuan konsep, pemberian nomor, pengetikan konsep surat, penandatanganan surat oleh manager masing-masing Divisi atau Kapus TTC, pencatatan surat, pendistribusian menggunakan buku ekspedisi ekstern sedangkan untuk surat keluar ekstern menggunakan daftar pengiriman surat (DPS). Dalam penanganan surat pada Divisi Sekpus & Sisfo ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Pertama pada kegiatan pensortiran surat, sebaiknya staf Divisi Sekpus & Sisfo menyediakan kotak / box sortir yang diberi nama sesuai dengan jenis suratnya (surat dinas, biasa, rahasia/pribadi) untuk memudahkan dalam kegiatan pensortiran. Kedua, penulisan nama pada kolom buku agenda surat masuk dan surat keluar ekstern sebaiknya diperbaiki agar memudahkan staf lain bila mereka ingin mengetahui isi dari buku agenda. Ketiga, pemakaian istilah nama baju surat sebaiknya diganti atau diubah namanya menjadi lembar disposisi karena bila menggunakan istilah baju surat dapat diartikan bahawa surat yang akan didistribusikan dimasukan dalam sebuah map/kantong untuk melindungi surat agar tidak tercecer. Sedangkan dalam hal ini baju surat merupakan lembaran untuk mendelegasikan perintah dari pejabat atau atasan kepada bawahannya. Keempat, setiap surat keluar baik itu surat keluar intern dan ekstern yang telah ditandatangani oleh pejabat yang bertanggung jawab atas surat yang dibuat sebaiknya dibubuhi cap atau stempel perusahaan sebagai tanda bukti bahwa surat tersebut asli.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRAK





Surat (Atmosudirdjo, Surono, Nurwastuti, Darso, Sedarmayanti) adalah alat komunikasi tertulis berasal dari satu pihak yang disampaikan kepada pihak lain, yang ditulis baik atas nama pribadi atau kedudukannya dalam organisasi atau kantor untuk menyampaikan warta.





Salah satu pekerjaan yang penting yaitu penanganan surat masuk dan surat keluar. Penanganan surat-surat yang masuk dan keluar diterima oleh Divisi Sekpus dan Sisfo sebagai sentral. Prosedur penanganan surat masuk di Divisi Sekpus & Sisfo sebagai berikut : penerimaan surat, pesortiran surat, pembukaan surat, pencatatan, dan pendistribusian. Sementara penanganan surat keluar sebagai berikut : pembuatan konsep, penyetujuan konsep, pemberian nomor, pengetikan konsep surat, penandatanganan surat oleh manager masing-masing Divisi atau Kapus TTC, pencatatan surat, pendistribusian menggunakan buku ekspedisi ekstern sedangkan untuk surat keluar ekstern menggunakan daftar pengiriman surat (DPS). Dalam penanganan surat pada Divisi Sekpus & Sisfo ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Pertama pada kegiatan pensortiran surat, sebaiknya staf Divisi Sekpus & Sisfo menyediakan kotak / box sortir yang diberi nama sesuai dengan jenis suratnya (surat dinas, biasa, rahasia/pribadi) untuk memudahkan dalam kegiatan pensortiran. Kedua, penulisan nama pada kolom buku agenda surat masuk dan surat keluar ekstern sebaiknya diperbaiki agar memudahkan staf lain bila mereka ingin mengetahui isi dari buku agenda. Ketiga, pemakaian istilah nama baju surat sebaiknya diganti atau diubah namanya menjadi lembar disposisi karena bila menggunakan istilah baju surat dapat diartikan bahawa surat yang akan didistribusikan dimasukan dalam sebuah map/kantong untuk melindungi surat agar tidak tercecer. Sedangkan dalam hal ini baju surat merupakan lembaran untuk mendelegasikan perintah dari pejabat atau atasan kepada bawahannya. Keempat, setiap surat keluar baik itu surat keluar intern dan ekstern yang telah ditandatangani oleh pejabat yang bertanggung jawab atas surat yang dibuat sebaiknya dibubuhi cap atau stempel perusahaan sebagai tanda bukti bahwa surat tersebut asli.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiP
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Maya Setiawardani, MPd, Editor:

Download...