Path: Top > Tugas Akhir - D3 > Jurusan Administrasi Niaga > Program Studi Administrasi Bisnis > 2006

ANALISIS KEPUASAN KERJA KARYAWAN: STUDI PADA DIREKTORAT SUMBER DAYA MANUSIA PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk BANDUNG

13 / 2006 / AB
Undergraduate Theses from JBPTPPOLBAN / 2015-11-18 09:21:37
Oleh : Rianti Dwi Putri Lestari (03701057), Polban
Dibuat : 2006-09-26, dengan 1 file

Keyword : Manajemen SDM, Kepuasan Kerja

ABSTRAK




Perhatian yang sungguh-sungguh terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) dalam suatu organisasi semakin meningkat karena produktivitas suatu organisasi banyak ditentukan oleh kinerja SDMnya. SDM merupakan aset utama suatu organisasi baik organisasi bisnis maupun organisasi sosial. Dalam fungsi-fungsi operasional Manajemen Sumber Daya Manusia, fungsi operasional yang paling penting, sulit, dan kompleks untuk merealisasikannya yaitu fungsi pengintegrasian. Salah satu output dari proses integrasi adalah kepuasan kerja. Kepuasan kerja dipandang sebagai suatu hal yang harus dicapai sebaik-baiknya agar dedikasi, kecintaan dan kedisplinan karyawan terhadap organisasi meningkat yang akan membantu terhadap pencapaian tujuan organisasi. Dalam menghadapi persaingan yang semakin global, Telkom tidak hanya dituntut untuk lehih meningkatkan kualitas pelayanan tetapi juga bagaimana mempertahankan karyawannya agar tetap menjadi bagian dari suatu organisasi. Salah satu upaya yang harus dilakukan oleh PT Telkom dalam mempertahankan karyawannya adalah menghasilkan tingkat kepuasan kerja yang tinggi bagi karyawannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan kerja karyawan Direktorat SDM PT Telkom. Selain itu juga untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kepuasan kerja yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, usia, jenjang pendidikan, dan masa kerja karyawan. Kepuasan kerja disini terdiri dari enam dimensi yaitu dimensi pekerjaan itu sendiri (Work it self), rekan sekerja, atasan, promosi, lingkungan kerja, dan gaji. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis uji beda yang terdiri dari independent sample t-test dan ANOVA. Independent sample west digunakan untuk mengetahui perbedaan kepuasan kerja berdasarkan jenis kelamin, sedangkan ANOVA digunakan untuk mengetahui perbedaan kepuasan kerjaa berdasarkan usia, jenjang pendidikan, dan masa kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan, secara umum para karyawan di Direktorat SDM PT Telkom merasa puas terhadap pekerjaannya. Kepuasan yang dirasakan oleh karyawan adalah kepuasan terhadap dimensi pekerjaan itu sendiri (Work it self), rekan sekerja, atasan, lingkungan kerja, dan gaji, sedangkan pada dimensi promosi karyawan bersikap netral. Berdasarkan jenis kelamin, usia, dan lama kerja tidak terdapat perbedaan kepuasan kerja yang signifkan. Berdasarkan masa kerja, perbedaan yang signifikan terjadi pada dimensi atasan, sedangkan pada dimensi lainnya tidak juga ditemukan adanya perbedaan kepuasan kerja yang signifikan. Berdasarkan hasil deskriptif analisis, maka akan lebih baik jika pihak manajemen dapat melakukan perbaikan-perbaikan dalam kebijakannya yang bisa meningkatkan kepuasan kerja karyawan agar mereka bisa merasakan kepuasan yang lebih tinggi terhadap pekerjaannya. Terutama dimensi promosi, sebaiknya pihak manajemen harus memperhatikan kebijakannya dengan sungguh-sungguh. Konsistensi pihak manajemen dalam menjalankan kebijakan harus benar-benar diperhatikan oleh para pelaku sistem pengembangan karir seperti memberikan kesempatan yang sama terhadap karyawan untuk mendapatkan promosi, dan adanya keterbukaan terhadap para karyawan mengenai sistem kenaikan jabatan.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRAK




Perhatian yang sungguh-sungguh terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) dalam suatu organisasi semakin meningkat karena produktivitas suatu organisasi banyak ditentukan oleh kinerja SDMnya. SDM merupakan aset utama suatu organisasi baik organisasi bisnis maupun organisasi sosial. Dalam fungsi-fungsi operasional Manajemen Sumber Daya Manusia, fungsi operasional yang paling penting, sulit, dan kompleks untuk merealisasikannya yaitu fungsi pengintegrasian. Salah satu output dari proses integrasi adalah kepuasan kerja. Kepuasan kerja dipandang sebagai suatu hal yang harus dicapai sebaik-baiknya agar dedikasi, kecintaan dan kedisplinan karyawan terhadap organisasi meningkat yang akan membantu terhadap pencapaian tujuan organisasi. Dalam menghadapi persaingan yang semakin global, Telkom tidak hanya dituntut untuk lehih meningkatkan kualitas pelayanan tetapi juga bagaimana mempertahankan karyawannya agar tetap menjadi bagian dari suatu organisasi. Salah satu upaya yang harus dilakukan oleh PT Telkom dalam mempertahankan karyawannya adalah menghasilkan tingkat kepuasan kerja yang tinggi bagi karyawannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan kerja karyawan Direktorat SDM PT Telkom. Selain itu juga untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kepuasan kerja yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, usia, jenjang pendidikan, dan masa kerja karyawan. Kepuasan kerja disini terdiri dari enam dimensi yaitu dimensi pekerjaan itu sendiri (Work it self), rekan sekerja, atasan, promosi, lingkungan kerja, dan gaji. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis uji beda yang terdiri dari independent sample t-test dan ANOVA. Independent sample west digunakan untuk mengetahui perbedaan kepuasan kerja berdasarkan jenis kelamin, sedangkan ANOVA digunakan untuk mengetahui perbedaan kepuasan kerjaa berdasarkan usia, jenjang pendidikan, dan masa kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan, secara umum para karyawan di Direktorat SDM PT Telkom merasa puas terhadap pekerjaannya. Kepuasan yang dirasakan oleh karyawan adalah kepuasan terhadap dimensi pekerjaan itu sendiri (Work it self), rekan sekerja, atasan, lingkungan kerja, dan gaji, sedangkan pada dimensi promosi karyawan bersikap netral. Berdasarkan jenis kelamin, usia, dan lama kerja tidak terdapat perbedaan kepuasan kerja yang signifkan. Berdasarkan masa kerja, perbedaan yang signifikan terjadi pada dimensi atasan, sedangkan pada dimensi lainnya tidak juga ditemukan adanya perbedaan kepuasan kerja yang signifikan. Berdasarkan hasil deskriptif analisis, maka akan lebih baik jika pihak manajemen dapat melakukan perbaikan-perbaikan dalam kebijakannya yang bisa meningkatkan kepuasan kerja karyawan agar mereka bisa merasakan kepuasan yang lebih tinggi terhadap pekerjaannya. Terutama dimensi promosi, sebaiknya pihak manajemen harus memperhatikan kebijakannya dengan sungguh-sungguh. Konsistensi pihak manajemen dalam menjalankan kebijakan harus benar-benar diperhatikan oleh para pelaku sistem pengembangan karir seperti memberikan kesempatan yang sama terhadap karyawan untuk mendapatkan promosi, dan adanya keterbukaan terhadap para karyawan mengenai sistem kenaikan jabatan.

Beri Komentar ?#(14) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPolban
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Marwansyah, M.Si, Editor:

Download...