Path: Top > Tesis Tenaga Pendidik Politeknik Negeri Bandung > Departemen Teknik Sipil

DAMPAK PERUBAHAN GUNA LAHAN TERHADAP KINERJA JARINGAN JALAN, LALU LINTAS, DAN BIAYA PERJALANAN (KASUS : KORIDOR JALAN ACHMAD YANI-JALAN ASIA AFRIKA-JALAN SUDIRMAN, BANDUNG)

Master Theses from JBPTPPOLBAN / 2014-03-12 09:34:11
Oleh : Gunawan Kusuma Hadi, Polban
Dibuat : 1996, dengan 1 file

Keyword : Transportasi, Jalan

ABSTRAK





Kawasan sepanjang sisi Jalan Achmad Yani-Asia Afrika-Sudirman merupakan kawasan dengan pelayanan primer kota hingga regional, dengan pola guna lahan yang beraglomerasi linear, dengan kegiatan yang bercampur antara kegiatan komersial perdagangan dan jasa, perkantoran, dan lembaga. Perubahan guna lahan pada kawasan poros Barat-Timur Kotamadya Bandung ini, terjadi dalam bentuk alih kegiatan dengan disertai atau tanpa perubahan fisik bangunan, dan dengan disertai atau tanpa intensifikasi, dari kegiatan lama oleh kegiatan baru yang lebih produktif, dengan kecenderungan proporsi perkantoran pada ketiga ruas tersebut meningkat tajam. Guna lahan kawasan tersebut membangkitkan lalu lintas lokal dengan proporsi yang tinggi tahun 1995, A.Yani 30,23% dari volume lalu lintas harian 49393 smp., A.Afrika 28,6% dari volume lalu lintas harian 67927 smp., dan Sudirman 34,74% dari volume lalu lintas harian 44945 smp.), dengan kecenderungan meningkat dengan pesat, diperkirakan pada tahun 2000 mendatang akan menjadi berkisar antara 37-47% untuk A.Yani, 31-43% untuk A.Afrika, dan 36-45% untuk Sudirman.





Dengan kondisi prasarana dan sarana yang tidak disesuaikan dengan perkembangan, yaitu tanpa jalan lokal; konsumsi ruang jalan untuk parkir pada seksi Cicadas dan Kosambi, dan sebagian besar ruas Jalan Sudirman; dan konsumsi ruang pedestrian untuk pedagang kaki lima, perubahan guna lahan kawasan studi mengakibatkan:





- menurunnya kinerja lalu lintas, yaitu lalu lintas lokal tercampur dengan lalu lintas menerus, volume lalu lintas yang tinggi dengan variasi jam-jaman yang rendah, dan menurunnya kecepatan atau meningkatnya tundaan waktu perjalanan relatif terhadap waktu perjalanan tahun 1989 akibat interaksi guna lahan sisi jalan yang tinggi.





- menurunnya kinerja jaringan jalan, yaitu menurunnya kapasitas jalan karena parkir pada badan jalan, gangguan sisi jalan, kendaraan yang behenti pada lajur pergerakkan, yang menyebabkan tingkat pelayanan jalan menurun.Dengan demikian perubahan guna lahan menyumbangkan 2 unsur, yaitu kecepatan dan tingkat pelayanan yang tidak memadai, dari beberapa unsur yang menjadi kriteria fungsi jalan arteri sekunder, sehinnga fungsi jalan tak terpenuhi. Ketiga ruas jalan tersebut berdegradasi menjadi jalan kota (HCM,1965:80).





- meningkatnya biaya perjalanan, yang merupakan eksternalita negatif yang diterima pelalu lintas, pada 1995 menjadi mendekati 29,5 juta rupiah/hari pada Jalan. A.Yani, mendekati 7 juta rupiah/hari pada Jalan A.Afrika, dan mendekati 11,5 juta rupiah/hari pada Jalan Sudirman, dengan perkiraan nilai tersebut akan menjadi 2 hingga 4 kali pada tahun 2000 yang akan datang, dengan proporsi beban terbesar pada pengguna sepeda motor, kemudian diikuti oleh sedan kecuali pada Jalan A. Yani diikuti oleh bus.





Perkembangan kawasan studi seperti di atas menunjukkan adanya penyimpangan terhadap arahan kebijaksanaan tata ruang, struktur tata ruang, dan sektor transportasi. Dengan melihat karakteristik permasalahan pada ruas jalan tersebut dan arahan kebijaksanaan yang ada, maka upaya pemulihan yang dapat dilakukan adalah dengan pemenuhan kebutuhan, yaitu mengembalikan fungsi ke fungsi arteri sekunder, dengan menyediakan jalan lokal, lajur perhentian, shelter, menyediakan parkir off street dan meniadakan parkir on street, fasilitas penyeberangan dan pedestrian, dan agar semua upaya tersebut berdaya guna maka diusulkan dibangun simpang tak sebidang pada beberapa interseksi yang padat. Upaya pemenuhan kebutuhan tersebut didukung dengan manajemen pergerakkan dengan kanalisasi, pemasangan rambu, dan mendorong penggunaan kendaraan angkutan massal; dan juga ditunjang dengan penataan kegiatan dengan integrasi fungsional atau aglomerasi non-linear, dan dengan penetapan rasio luas lantai terhadap tanah. Sumber pembiayaan tindakan pemulihan dampak tersebut dapat diperoleh dari pembebanan terhadap pelaku kegiatan, dan atau pungutan parkir yang befungsi sebagai pengendali penggunaan kendaraan pribadi; dengan mengatur rentang waktu pembayaran harian selama 5 tahun hingga 10 tahun.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRAK





Kawasan sepanjang sisi Jalan Achmad Yani-Asia Afrika-Sudirman merupakan kawasan dengan pelayanan primer kota hingga regional, dengan pola guna lahan yang beraglomerasi linear, dengan kegiatan yang bercampur antara kegiatan komersial perdagangan dan jasa, perkantoran, dan lembaga. Perubahan guna lahan pada kawasan poros Barat-Timur Kotamadya Bandung ini, terjadi dalam bentuk alih kegiatan dengan disertai atau tanpa perubahan fisik bangunan, dan dengan disertai atau tanpa intensifikasi, dari kegiatan lama oleh kegiatan baru yang lebih produktif, dengan kecenderungan proporsi perkantoran pada ketiga ruas tersebut meningkat tajam. Guna lahan kawasan tersebut membangkitkan lalu lintas lokal dengan proporsi yang tinggi tahun 1995, A.Yani 30,23% dari volume lalu lintas harian 49393 smp., A.Afrika 28,6% dari volume lalu lintas harian 67927 smp., dan Sudirman 34,74% dari volume lalu lintas harian 44945 smp.), dengan kecenderungan meningkat dengan pesat, diperkirakan pada tahun 2000 mendatang akan menjadi berkisar antara 37-47% untuk A.Yani, 31-43% untuk A.Afrika, dan 36-45% untuk Sudirman.





Dengan kondisi prasarana dan sarana yang tidak disesuaikan dengan perkembangan, yaitu tanpa jalan lokal; konsumsi ruang jalan untuk parkir pada seksi Cicadas dan Kosambi, dan sebagian besar ruas Jalan Sudirman; dan konsumsi ruang pedestrian untuk pedagang kaki lima, perubahan guna lahan kawasan studi mengakibatkan:





- menurunnya kinerja lalu lintas, yaitu lalu lintas lokal tercampur dengan lalu lintas menerus, volume lalu lintas yang tinggi dengan variasi jam-jaman yang rendah, dan menurunnya kecepatan atau meningkatnya tundaan waktu perjalanan relatif terhadap waktu perjalanan tahun 1989 akibat interaksi guna lahan sisi jalan yang tinggi.





- menurunnya kinerja jaringan jalan, yaitu menurunnya kapasitas jalan karena parkir pada badan jalan, gangguan sisi jalan, kendaraan yang behenti pada lajur pergerakkan, yang menyebabkan tingkat pelayanan jalan menurun.Dengan demikian perubahan guna lahan menyumbangkan 2 unsur, yaitu kecepatan dan tingkat pelayanan yang tidak memadai, dari beberapa unsur yang menjadi kriteria fungsi jalan arteri sekunder, sehinnga fungsi jalan tak terpenuhi. Ketiga ruas jalan tersebut berdegradasi menjadi jalan kota (HCM,1965:80).





- meningkatnya biaya perjalanan, yang merupakan eksternalita negatif yang diterima pelalu lintas, pada 1995 menjadi mendekati 29,5 juta rupiah/hari pada Jalan. A.Yani, mendekati 7 juta rupiah/hari pada Jalan A.Afrika, dan mendekati 11,5 juta rupiah/hari pada Jalan Sudirman, dengan perkiraan nilai tersebut akan menjadi 2 hingga 4 kali pada tahun 2000 yang akan datang, dengan proporsi beban terbesar pada pengguna sepeda motor, kemudian diikuti oleh sedan kecuali pada Jalan A. Yani diikuti oleh bus.





Perkembangan kawasan studi seperti di atas menunjukkan adanya penyimpangan terhadap arahan kebijaksanaan tata ruang, struktur tata ruang, dan sektor transportasi. Dengan melihat karakteristik permasalahan pada ruas jalan tersebut dan arahan kebijaksanaan yang ada, maka upaya pemulihan yang dapat dilakukan adalah dengan pemenuhan kebutuhan, yaitu mengembalikan fungsi ke fungsi arteri sekunder, dengan menyediakan jalan lokal, lajur perhentian, shelter, menyediakan parkir off street dan meniadakan parkir on street, fasilitas penyeberangan dan pedestrian, dan agar semua upaya tersebut berdaya guna maka diusulkan dibangun simpang tak sebidang pada beberapa interseksi yang padat. Upaya pemenuhan kebutuhan tersebut didukung dengan manajemen pergerakkan dengan kanalisasi, pemasangan rambu, dan mendorong penggunaan kendaraan angkutan massal; dan juga ditunjang dengan penataan kegiatan dengan integrasi fungsional atau aglomerasi non-linear, dan dengan penetapan rasio luas lantai terhadap tanah. Sumber pembiayaan tindakan pemulihan dampak tersebut dapat diperoleh dari pembebanan terhadap pelaku kegiatan, dan atau pungutan parkir yang befungsi sebagai pengendali penggunaan kendaraan pribadi; dengan mengatur rentang waktu pembayaran harian selama 5 tahun hingga 10 tahun.

Beri Komentar ?#(2) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPolban
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...