Path: Top > Tugas Akhir - D3 > 2017 > Jurusan Teknik Elektro > Program Studi Teknik Telekomunikasi > 2019

Realisasi Sistem Deteksi dan Monitoring Detak Jantung Menggunakan Photoplethysmograph dan Analisis Heart Rate Variability

Realization of Heart Rate Detection and Monitoring System Using Photoplethysmograph and Heart Rate Variability Analysis

Tugas Akhir, 051 / 2019 / TTE
Undergraduate Theses from JBPTPPOLBAN / 2020-04-06 11:17:45
Oleh : Shafiyah Nurtaqy - 161331061 (shafiyah.nurtaqy.tcom16@polban.ac.id)
Dibuat : 2020-04-06, dengan 4 file

Keyword : PPG, Heart-Rate Variability, STFT.
Subjek : PPG,Heart-Rate Variability,STFT

Heart Rate Variability digunakan para peneliti sebagai sebagai salah satu parameter untuk mengidentifikasi kondisi psikofisik seseorang. Salah satu cara pendeteksiannya yang sedang populer adalah menggunakan PPG (Photoplethysmograph), sebuah sensor detak jantung yang menggunakan indikator LED. Namun PPG memiliki kekurangan yaitu sangat sensitif terhadap noise, sehingga dapat menurunkan akurasi data yang diambil saat melakukan pengukuran. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan analisis dari domain waktu ke domain frekuensi. FFT (Fast Fourier Transform) adalah cara umum untuk pengubahan domain waktu-frekuensi. Namun FFT digunakan untuk menganalisa gelombang stasioner, ketika diberi masukan gelombang detak jantung yang non-stasioner hasil analisisnya menjadi tidak akurat. Penelitian ini menggunakan metoda Short Time Fourier Transform (STFT) sebagai pengembangan FFT dalam analisa domain waktu-frekuensi pada gelombang non-stasioner. Nilai Heart Rate yang didapat dari transformasi STFT ini akan diamati variabilitasnya pada satuan waktu tertentu kemudian divisualisasikan pada sebuah aplikasi sehingga dapat memudahkan dokter atau para ahli untuk mendiagnosa kondisi tubuh seseorang. Penelitian ini menghasilkan variabel HRV hasil analisa domain frekuensi dengan error rate sebesar ±6 %.

Deskripsi Alternatif :

Heart Rate variability was used by researchers as a parameter to identify a person's psychophysical condition. One popular way of detection is to use PPG (Photoplethysmograph), a heart rate sensor that uses an LED indicator. PPG is popular because its low price and small form so that it is easily developed into a wearable device. But PPG has a weakness that it is very sensitive to noise, so it can reduce the accuracy of the data taken when making measurements. To overcome this, an analysis from the time domain to the frequency domain is carried out. FFT (Fast Fourier Transform) is a common way to change the frequency domain of time. But FFT is used to analyze stationary waves, when given a non-stationary heart wave input, the analysis results will not be accurate. In this research the Short Time Fourier Transform (STFT) method used as the development of FFT in frequency-time domain analysis on non-stationary waves. HR values obtained from STFT transformations will be plotted in units of time and visualized on a PC so that it can facilitate doctors or experts to diagnose a person's body condition. This study produced HRV variables as a result of frequency domain analysis with an error rate of ±6 %

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
Organisasi
Nama KontakHelmi Purwanti
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorhelmi.purwanti@polban.ac.id
E-mail CKOhelmi.purwanti@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1: Ridwan Solihin, DUT., S.ST., M.T., Editor: Muhammad Abdillah Islamy, S.Pd

Download...