Print ...

Kontributor...

  • Editor:

Path: Top > Electronics Clipping > BISNIS DAN EKONOMI

Pemakaian Kartu "Chip" Tidak Akan Beratkan Bank

KOMPAS, Sabtu, 1 April 2006, Hal.19
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 13:46:07
Oleh : (FAJ), POLBAN
Dibuat : 2006-04-05, dengan 0 file

Keyword : sistem pembayaran, teknologi chip

JAKARTA, KOMPAS - Direktur Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia atau BI Edi Siswanto mengatakan, apa pun keputusan yang akan diambil BI mengenai penggunaan teknologi chip pada kartu pembayaran dijamin tidak akan memberatkan perbankan.
"Kini kami sedang mempelajari usulan dari bank mengenai penggunaan chip pada kartu. Pokoknya, keputusannya tidak akan memberatkan perbankan," kata Edi kepada wartawan Jumat (31/3) di Jakarta


Seperti diberitakan, sejumlah bankir meminta BI menunda implementasi penggunaan teknologi chip pada kartu kredit, kartu debet, dan kartu ATM, yang, berdasarkan Surat Edaran BI 7/60 berlaku mulai tanggal 1 September 2006.


Alasannya, ongkos yang harus dikeluarkan untuk mengimplementasi aturan tersebut dinilai sangat memberatkan bank.


Menurut Ketua Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) Sigit Pramono, untuk mengimplementasi aturan ini bank harus memasang chip pada jutaan kartu. Bank juga harus mengganti puluhan ribu anjungan tunai mandiri (ATM) dan ratusan ribu EDC (electronic data capture) yang dipasang di merchant-merchant. Belum lagi ongkos modifikasi informasi teknologi yang ada di bank.


Menurut hitungan kasar, total biaya yang harus dikeluarkan seluruh bank untuk mengganti semua kartu dan mesin yang ada saat ini mencapai Rp 4 triliun.


Karena itu, kata Sigit, Himbara akan mengusulkan penundaan jadwal dan tahapan implementasinya.


Menurut Edi, usulan penundaan implementasi chip baru dilayangkan beberapa bank saja. "Jadi, bukan seluruh bank. Bahkan ada bank yang mendukung penggunaan chip," kata dia.


Agar mendapatkan masukan yang lebih lengkap dan rinci mengenai masalah ini, BI akan mengundang asosiasi-asosiasi perbankan. Menurut dia, permasalahan ini harus diselesaikan sesegera mungkin karena jadwal implementasinya tidak lama lagi.


Berdasarkan Surat Edaran BI No 7/60 yang merupakan tindak Ian jut dari Peraturan Bank Indonesia No 7/52/2005 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu, BI mewajibkan penggunaan teknologi chip pada kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit yang diterbitkan mulai tanggal 1 September 2006, baik untuk pemegang kartu baru ataupun untuk penggantian kartu lama (renewal). Adapun penggantian kartu lama wajib dilakukan paling lambat 31 Desember 2008. Tujuannya, untuk meningkatkan keamanan kartu.***

Deskripsi Alternatif :

JAKARTA, KOMPAS - Direktur Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia atau BI Edi Siswanto mengatakan, apa pun keputusan yang akan diambil BI mengenai penggunaan teknologi chip pada kartu pembayaran dijamin tidak akan memberatkan perbankan.
"Kini kami sedang mempelajari usulan dari bank mengenai penggunaan chip pada kartu. Pokoknya, keputusannya tidak akan memberatkan perbankan," kata Edi kepada wartawan Jumat (31/3) di Jakarta


Seperti diberitakan, sejumlah bankir meminta BI menunda implementasi penggunaan teknologi chip pada kartu kredit, kartu debet, dan kartu ATM, yang, berdasarkan Surat Edaran BI 7/60 berlaku mulai tanggal 1 September 2006.


Alasannya, ongkos yang harus dikeluarkan untuk mengimplementasi aturan tersebut dinilai sangat memberatkan bank.


Menurut Ketua Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) Sigit Pramono, untuk mengimplementasi aturan ini bank harus memasang chip pada jutaan kartu. Bank juga harus mengganti puluhan ribu anjungan tunai mandiri (ATM) dan ratusan ribu EDC (electronic data capture) yang dipasang di merchant-merchant. Belum lagi ongkos modifikasi informasi teknologi yang ada di bank.


Menurut hitungan kasar, total biaya yang harus dikeluarkan seluruh bank untuk mengganti semua kartu dan mesin yang ada saat ini mencapai Rp 4 triliun.


Karena itu, kata Sigit, Himbara akan mengusulkan penundaan jadwal dan tahapan implementasinya.


Menurut Edi, usulan penundaan implementasi chip baru dilayangkan beberapa bank saja. "Jadi, bukan seluruh bank. Bahkan ada bank yang mendukung penggunaan chip," kata dia.


Agar mendapatkan masukan yang lebih lengkap dan rinci mengenai masalah ini, BI akan mengundang asosiasi-asosiasi perbankan. Menurut dia, permasalahan ini harus diselesaikan sesegera mungkin karena jadwal implementasinya tidak lama lagi.


Berdasarkan Surat Edaran BI No 7/60 yang merupakan tindak Ian jut dari Peraturan Bank Indonesia No 7/52/2005 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu, BI mewajibkan penggunaan teknologi chip pada kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit yang diterbitkan mulai tanggal 1 September 2006, baik untuk pemegang kartu baru ataupun untuk penggantian kartu lama (renewal). Adapun penggantian kartu lama wajib dilakukan paling lambat 31 Desember 2008. Tujuannya, untuk meningkatkan keamanan kartu.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakErlin Arvelina
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorerlin.arvelina@polban.ac.id
E-mail CKOerlin.arvelina@polban.ac.id