Path: Top > Electronics Clipping > BISNIS DAN EKONOMI

Merger Bumi & Energi Lewat Share Swap

BISNIS INDONESIA, Rabu, 22 Maret 2006, Hal.1
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 13:46:07
Oleh : M. Sarwani & M. Munir Haikal, POLBAN
Dibuat : 2006-03-24, dengan 0 file

Keyword : share swap, saham

JAKARTA: PT Bumi Resources Tbk. dan PT Energi Mega Jersada Tbk berencana melakukan merger dengan mekanisme penukaran saham (share swap) pada bulan Juli ini.


Bumi juga berencana mempercepat pembayaran utang US$600 juta yang dananya didapatkan dari penjualan tiga anak perusahaannya kepada PT Borneo Lumbung Energi.


CEO Bumi Resources Ari S. Hudaya mengatakan pola share swap digunakan, sehingga tidak mengeluarkan dana dalam proses merger ini. Hal itu diharapkan tidak dikategorikan sebagai sebuah aksi korporasi.


Ketika ditanyakan mengenai kemungkinan penolakan dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), dia mengatakan akan melihat rencana ini secara proporsional.
"Merger ini tidak menyebabkan dilusi ataupun penerbitan saham baru dan mudah-mudahan bisa dipahami," ujarnya kemarin.


Direktur Bumi Kenneth P. Farrel menegaskan hal yang sama. Bumi akan merger dengan Energi Mega, bukan akuisisi sehingga. tidak diperlukan dana tunai.


Mengenai nilai transaksi dari pertukaran saham tersebut, menurut dia, masih menunggu penghitungan pihak independen.


Ari S. Hudaya dan Kenneth P. Farrel berbicara pada paparan publik perusahaan tersebut. Hadir pada kesempatan itu Direktur Keuangan Bumi Eddie J. Soebari, Komisaris Zuhdi Pane, dan Vice President Business Development Andrew Beckham.


Setelah proses merger tersebut selesai, Bumi akan focus pada pengembangan batu bara cair yang diprediksikan dalam jangka waktu empat tahun mendatang akan melipatgandakan pendapatan perusahaan itu sebanyak enam kali dari pendapatan saat ini.



Bayar obligasi



Ari menjelaskan pada tahun ini Bumi memproduksi batu bara sebanyak 45 juta ton dan penjualan mencapai 44,3 juta ton. Sedangkan harga rata-rata mencapai US$40 per ton.
"Kalau investasi pada sektor batu bara cair menghasilkan enam kali dari pendapatan saat ini, tinggal dihitung saja," paparnya.


Berdasarkan perhitungan Bisnis, pendapatan Bumi pada tahun ini mencapai US$1,772 miliar.


Dia juga menuturkan telah menjadwalkan untuk bertemu dengan para pemegang obligasi untuk membicarakan percepatan pembayaran obligasi.
"Kami akan melakukan investasi pada sektor batu bara cair [coal-to-liquid/CTL] sehingga pendapatan kami bisa mengalami peningkatan sebanyak lima kali dari posisi saat ini. Investasi yang kami tanamkan sekitar US$3,4 miliar dan dananya kami juga mencari dari market tetapi komposisinya masih dihitung," tuturnya.


Dia memaparkan pihaknya mempertahankan rasio utang terhadap ekuiti (debt-to-equity ratio/DER) pada level 1:2.
"Paling sehat DER nya adalah 1:2 dan untuk utangnya kami upayakan berasal dari dalam negeri. Saat ini, equity basenya Bumi mencapai US$200 juta dan kami masih harus hitung penambahannya sampai dengan 2006 ini."***

Deskripsi Alternatif :

JAKARTA: PT Bumi Resources Tbk. dan PT Energi Mega Jersada Tbk berencana melakukan merger dengan mekanisme penukaran saham (share swap) pada bulan Juli ini.


Bumi juga berencana mempercepat pembayaran utang US$600 juta yang dananya didapatkan dari penjualan tiga anak perusahaannya kepada PT Borneo Lumbung Energi.


CEO Bumi Resources Ari S. Hudaya mengatakan pola share swap digunakan, sehingga tidak mengeluarkan dana dalam proses merger ini. Hal itu diharapkan tidak dikategorikan sebagai sebuah aksi korporasi.


Ketika ditanyakan mengenai kemungkinan penolakan dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), dia mengatakan akan melihat rencana ini secara proporsional.
"Merger ini tidak menyebabkan dilusi ataupun penerbitan saham baru dan mudah-mudahan bisa dipahami," ujarnya kemarin.


Direktur Bumi Kenneth P. Farrel menegaskan hal yang sama. Bumi akan merger dengan Energi Mega, bukan akuisisi sehingga. tidak diperlukan dana tunai.


Mengenai nilai transaksi dari pertukaran saham tersebut, menurut dia, masih menunggu penghitungan pihak independen.


Ari S. Hudaya dan Kenneth P. Farrel berbicara pada paparan publik perusahaan tersebut. Hadir pada kesempatan itu Direktur Keuangan Bumi Eddie J. Soebari, Komisaris Zuhdi Pane, dan Vice President Business Development Andrew Beckham.


Setelah proses merger tersebut selesai, Bumi akan focus pada pengembangan batu bara cair yang diprediksikan dalam jangka waktu empat tahun mendatang akan melipatgandakan pendapatan perusahaan itu sebanyak enam kali dari pendapatan saat ini.



Bayar obligasi



Ari menjelaskan pada tahun ini Bumi memproduksi batu bara sebanyak 45 juta ton dan penjualan mencapai 44,3 juta ton. Sedangkan harga rata-rata mencapai US$40 per ton.
"Kalau investasi pada sektor batu bara cair menghasilkan enam kali dari pendapatan saat ini, tinggal dihitung saja," paparnya.


Berdasarkan perhitungan Bisnis, pendapatan Bumi pada tahun ini mencapai US$1,772 miliar.


Dia juga menuturkan telah menjadwalkan untuk bertemu dengan para pemegang obligasi untuk membicarakan percepatan pembayaran obligasi.
"Kami akan melakukan investasi pada sektor batu bara cair [coal-to-liquid/CTL] sehingga pendapatan kami bisa mengalami peningkatan sebanyak lima kali dari posisi saat ini. Investasi yang kami tanamkan sekitar US$3,4 miliar dan dananya kami juga mencari dari market tetapi komposisinya masih dihitung," tuturnya.


Dia memaparkan pihaknya mempertahankan rasio utang terhadap ekuiti (debt-to-equity ratio/DER) pada level 1:2.
"Paling sehat DER nya adalah 1:2 dan untuk utangnya kami upayakan berasal dari dalam negeri. Saat ini, equity basenya Bumi mencapai US$200 juta dan kami masih harus hitung penambahannya sampai dengan 2006 ini."***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakErlin Arvelina
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorerlin.arvelina@polban.ac.id
E-mail CKOerlin.arvelina@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: