Print ...

Contributor...

  • Editor:

Path: Top > Electronics Clipping > BISNIS DAN EKONOMI

BRI Kaji Pemisahan Divisi Syariah

BISNIS INDONESIA, Selasa, 4 April 2006, Hal.B1
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 13:46:07
By : Suli H. Murwani , POLBAN
Created : 2006-04-07, with 0 files

Keyword : Bank syariah, kredit, nasabah

JAKARTA: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sedang mengkaji untuk memisahkan (spin off) unit usaha syariahnya menjadi bank syariah yang mandiri direncanakan terealisasi tahun ini. Rencana pemisahan unit usaha syariah (UUS) merupakan bagian dari rencana pengembangan bisnis syariahnya.


Menurut Wadirut BRI I Wayan Alit, antara perseroan memang sedang mengkaji rencana pemisahan divisi syariah tersebut. Namun, dia tidak bersedia menjelaskan waktu realisasinya.
"Nanti kalau sudah dekat, kami akan menginformasikannya," jelas dia di sela-sela diskusi Privatisasi Bank BUMN, pekan lalu.


Sumber Bisnis dari lingkungan BRI mengungkapkan BRI Syariah tersebut ditargetkan berdiri tahun ini dan perseroan itu sedang sibuk menggodok rencana pemisahannya.


I Wayan Alit melanjutkan keberadaan unit syariah BRI mendapatkan respons yang baik dari nasabah yang umumnya dari kalangan usaha kecil menengah.


Saat ini, ungkapnya, total aset unit usaha syariah telah mencapai Rp 800 miliar dengan keberadaan cabangnya yang tersebar di berbagai daerah. Mengenai kemungkinan membentuk office chaneling, dia mengatakan kemungkinan akan dilaksanakan, namun tidak bisa disemua tempat.


Jika office chanelling itu terbentuk, dia berkeyakinan perkembangan divisi syariahnya bakal lebih cepat.


Manajemen Bank Rakyat Indonesia pernah mengungkapkan unit usaha syariahnya memperoleh laba Rp6 miliar pada 2005 setelah merugi tahun sebelumnya.
"Jelas meningkat, karena pada 2004 kami masih rugi," ujar Senior Planner BRI Agung Prabowo baru-baru ini.


Namun, dia memprediksi target peningkatan laba 2006 tidak akan terlalu besar. Agung menjelaskan, target jumlah pembiayaan 2006 mencapai Rp1,1 tiliun, meningkat dari posisi Desember 2005 sebesar Rp685 miliar. "Pertumbuhan kredit 2005 meningkat 200% dari kredit 2004, jadi target 2006 juga tumbuh hampir sebesar itu."


Selain itu, BRI Syariah juga berencana membuka sepuluh kantor cabang dan sebelas kantor cabang pembantu yang mayoritas berada di luar Jakarta.


Agung mengatakan, pembukaan jaringan guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya berbisnis syariah. "Sekarang cabang syariah BRI mencapai 45 gerai, terdiri dari 27 cabang dan 16 cabang pembantu."


Kenaikan pembiayaan, ujar dia, karena BRI menggunakan pendekatan personal pada cabang-cabang syariah yang berada di pedesaan.
"Kami tidak pakai dasi, agar lebih dekat dengan nasabah."***

Description Alternative :

JAKARTA: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sedang mengkaji untuk memisahkan (spin off) unit usaha syariahnya menjadi bank syariah yang mandiri direncanakan terealisasi tahun ini. Rencana pemisahan unit usaha syariah (UUS) merupakan bagian dari rencana pengembangan bisnis syariahnya.


Menurut Wadirut BRI I Wayan Alit, antara perseroan memang sedang mengkaji rencana pemisahan divisi syariah tersebut. Namun, dia tidak bersedia menjelaskan waktu realisasinya.
"Nanti kalau sudah dekat, kami akan menginformasikannya," jelas dia di sela-sela diskusi Privatisasi Bank BUMN, pekan lalu.


Sumber Bisnis dari lingkungan BRI mengungkapkan BRI Syariah tersebut ditargetkan berdiri tahun ini dan perseroan itu sedang sibuk menggodok rencana pemisahannya.


I Wayan Alit melanjutkan keberadaan unit syariah BRI mendapatkan respons yang baik dari nasabah yang umumnya dari kalangan usaha kecil menengah.


Saat ini, ungkapnya, total aset unit usaha syariah telah mencapai Rp 800 miliar dengan keberadaan cabangnya yang tersebar di berbagai daerah. Mengenai kemungkinan membentuk office chaneling, dia mengatakan kemungkinan akan dilaksanakan, namun tidak bisa disemua tempat.


Jika office chanelling itu terbentuk, dia berkeyakinan perkembangan divisi syariahnya bakal lebih cepat.


Manajemen Bank Rakyat Indonesia pernah mengungkapkan unit usaha syariahnya memperoleh laba Rp6 miliar pada 2005 setelah merugi tahun sebelumnya.
"Jelas meningkat, karena pada 2004 kami masih rugi," ujar Senior Planner BRI Agung Prabowo baru-baru ini.


Namun, dia memprediksi target peningkatan laba 2006 tidak akan terlalu besar. Agung menjelaskan, target jumlah pembiayaan 2006 mencapai Rp1,1 tiliun, meningkat dari posisi Desember 2005 sebesar Rp685 miliar. "Pertumbuhan kredit 2005 meningkat 200% dari kredit 2004, jadi target 2006 juga tumbuh hampir sebesar itu."


Selain itu, BRI Syariah juga berencana membuka sepuluh kantor cabang dan sebelas kantor cabang pembantu yang mayoritas berada di luar Jakarta.


Agung mengatakan, pembukaan jaringan guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya berbisnis syariah. "Sekarang cabang syariah BRI mencapai 45 gerai, terdiri dari 27 cabang dan 16 cabang pembantu."


Kenaikan pembiayaan, ujar dia, karena BRI menggunakan pendekatan personal pada cabang-cabang syariah yang berada di pedesaan.
"Kami tidak pakai dasi, agar lebih dekat dengan nasabah."***

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTPPOLBAN
OrganizationPOLBAN
Contact NameErlin Arvelina
AddressJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
CityBandung
RegionJawa Barat
CountryIndonesia
Phone022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
Administrator E-mailerlin.arvelina@polban.ac.id
CKO E-mailerlin.arvelina@polban.ac.id