Path: Top > Electronics Clipping > BISNIS DAN EKONOMI

Bursa Efek tak Diijinkan Miliki BPA

BISNIS INDONESIA, Rabu, 5 April 2006, Hal.B1
Clipping from JBPTPPOLBAN / 2013-12-16 13:46:07
Oleh : Yeni H. Simanjuntak, POLBAN
Dibuat : 2006-04-07, dengan 0 file

Keyword : Bapepam, bursa efek jakarta, Bond Pricing Agency

JAKARTA: Bapepam tidak akan mengizinkan bursa efek menjadi pemegang saham Bond Pricing Agency (BPA), lembaga baru yang akan dibentuk untuk menangani pelaporan dan analisis harga obligasi, untuk menghindari konflik kepentingan.


PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) hanya akan menjadi penyedia dana awal bagi terbentuknya BPA BEJ harus segera menjual sahamnya saat bursa itu digabungkan dengan PT Bursa Efek Surabaya (BES).


Bursa efek hasil merger itu hanya akan menangani sistem perdagangan obligasi yang akan dilakukan lewat bursa (on the counter), sehingga tidak dibenarkan untuk turut mengurus sistem pelaporan dan pembentukan harga referensi obligasi.


Kabiro Pengelolaan Investasi dan Riset Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) Freddy R. Saragih mengatakan hal tersebut merupakan salah satu yang dimuat dalam konsep transparansi harga obligasi yang telah disiapkan otoritas pasar modal itu.


Dia mengakui Bapepam memang menyiapkan salah satu skenario awal yang akan menempatkan BEJ sebagai pihak yang akan memberikan dana awal bagi pembentukan BPA.


Dana itu akan digunakan untuk membeli sistem pelaporan yang dimiliki BES, sehingga bursa itu hanya akan memiliki sistem perdagangan (electronic trading platform/ EIP).
"Dana yang diserahkan BEJ nantinya sebagai setting up [awal] yang akan digunakan untuk membeli sistem pelaporan BES. Namun, bila BFJ dan BES sudah digabungkan, BEJ harus menjual sahamnya di BPA," kata Freddy kepada Bisnis beberapa waktu lalu.***

Deskripsi Alternatif :

JAKARTA: Bapepam tidak akan mengizinkan bursa efek menjadi pemegang saham Bond Pricing Agency (BPA), lembaga baru yang akan dibentuk untuk menangani pelaporan dan analisis harga obligasi, untuk menghindari konflik kepentingan.


PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) hanya akan menjadi penyedia dana awal bagi terbentuknya BPA BEJ harus segera menjual sahamnya saat bursa itu digabungkan dengan PT Bursa Efek Surabaya (BES).


Bursa efek hasil merger itu hanya akan menangani sistem perdagangan obligasi yang akan dilakukan lewat bursa (on the counter), sehingga tidak dibenarkan untuk turut mengurus sistem pelaporan dan pembentukan harga referensi obligasi.


Kabiro Pengelolaan Investasi dan Riset Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) Freddy R. Saragih mengatakan hal tersebut merupakan salah satu yang dimuat dalam konsep transparansi harga obligasi yang telah disiapkan otoritas pasar modal itu.


Dia mengakui Bapepam memang menyiapkan salah satu skenario awal yang akan menempatkan BEJ sebagai pihak yang akan memberikan dana awal bagi pembentukan BPA.


Dana itu akan digunakan untuk membeli sistem pelaporan yang dimiliki BES, sehingga bursa itu hanya akan memiliki sistem perdagangan (electronic trading platform/ EIP).
"Dana yang diserahkan BEJ nantinya sebagai setting up [awal] yang akan digunakan untuk membeli sistem pelaporan BES. Namun, bila BFJ dan BES sudah digabungkan, BEJ harus menjual sahamnya di BPA," kata Freddy kepada Bisnis beberapa waktu lalu.***

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTPPOLBAN
OrganisasiPOLBAN
Nama KontakErlin Arvelina
AlamatJl. Trsn. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 201 3789 ext. 168, 169, 239
Fax022 201 3889
E-mail Administratorerlin.arvelina@polban.ac.id
E-mail CKOerlin.arvelina@polban.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: